Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts
Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts

0 Pengertian Lengkap Aqidah Islam

Bismillah, Alhamdulillah. Ngeposting lagi nih Sob :). Mau ngeposting yang ringan mungkin bagi kebanyakan Orang tapi Lumayan Berbobot lah. Yup Seperti postingan saya yang lalu lalu, Tentang Islam yang Harus anda Ketahui. Nah Kali ini, mau ngeposting Tentang Pengertian Lengkap Aqidah Islam.
Aqidah secara etimologi dari asal kata ’aqada – ya’qidu yang bermakna mengikat sesuatu, jika seseorang mengatakan (aku ber’itiqad begini) artinya: saya mengikat hati dan dhamir terhadap hal tersebut. Dengan demikian kata aqidah secara terminologi bermakna : sesuatu yang diyakini sesorang, diimaninya dan dibenarkan dengan hatinya baik hak ataupun batil.

Sedangkan makna aqidah ditinjau dari pengertian syariat Islam adalah beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, para malaikat-Nya, kitab-kitab dan rasul-rasul-Nya beriman kepada hari akhir dan taqdir (ketentuan) Allah yang baik maupun buruk.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kamu kepada Allah, Rasul-Nya dan kitab yang diturunkan kepda Rasul-Nya dan kitab yang diturunkan sebelum itu, dan barangsiapa yang kufur kepada Allah, dan malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir benar-benar ia telah sesat dengan kesetan yang jauh.” (QS. an-Nisa’ : 136).

Adapun mengenai takdir, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ketentuan” (QS. al-Qamar: 49).“Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS. al-Furqon: 2).

Apa yang disebutkan di atas dari pengertian aqidah secara syar’i merupakan pokok-pokok aqidah Islam yang dinamakan dengan Arkanul Iman (rukun-rukun iman) atau Al-Ushulusittah (dasar-dasar keimanan yang enam). Dari keenam pokok keimanan inilah akan bercabang semua masalah aqidah lainnya yang wajib diimani oleh setiap muslim baik berkaitan dengan hak-hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala, urusan akhirat maupun masalah-masalah ghaib lainnya.

Kedudukan dan Peran Aqidah dalam Islam
1. Aqidah merupakan misi pertama yang dibawa para rasul Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”. (QS. an-Nahl: 36).
2. Manusia diciptakan dengan tujuan beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku”. (QS. adz-Dzariyat: 56). Dan bahwasanya amal ibadah seseorang tidak diterima kecuali jika bersumber dari aqidah yang benar.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir lalu mengerjakan amal kebajikan maka bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka.”(QS. al-Baqarah: 62). “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan (pada nabi) sebelum kamu jika kamu berbuat ke syirikan niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. az-Zumar: 65).

Dan Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa mengada-ada dalam urusan agama ini sesuatu yang baru yang bukan darinya, maka hal itu tertolak.”(HR. al-Bukhari).

3. Aqidah yang benar dibebankan kepada setiap mukallaf.
Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang sebenarnya selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah.” (Muttafaq ‘alaih).
 
4. Berpegang kepada aqidah yang benar merupakan kewajiban manusia seumur hidup.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka beristiqomah (teguh dalam pendirian mereka) maka para malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata) : “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang dijanjikan Allah kepadamu.”(QS. Fushilat: 30).
Dan Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Katakanlah: Aku beriman kepada Allah kemudian beristiqomahlah (berlaku luruslah) kamu.”(HR. Muslim).

5. Aqidah merupakan akhir kewajiban seseorang sebelum meninggalkan dunia yang fana ini.
Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang akhir ucapannya “Tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah niscaya dia akan masuk surga”. (HR. al-Hakim).

6. Aqidah yang benar telah mampu menciptakan generasi terbaik dalam sejarah umat manusia, yaitu generasi sahabat dan dua generasi sesudah mereka.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, kamu menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali-Imran: 110).
Dan Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Sebaik-baiknya manusia adalah generasiku (yaitu para sahabat) kemudian yang berikutnya (yaitu generasi tabi’in) kemudian berikutnya (yaitu generasi tabi’ut-tabi’in).”(HR. al-Bukhari dan Muslim).

7. Kebutuhan manusia akan aqidah yang benar melebihi segala kebutuhan lainnya karena ia merupakan sumber kehidupan, ketenangan dan kenikmatan hati seseorang. Semakin sempurna pengenalan serta pengetahuan seorang hamba terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka semakin sempurna pula dalam mengagungkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan mengikuti syari’atNya.

Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah dan paling mengetahui-Nya diantara kamu sekalian adalah aku.” (HR. al-Bukhari).

Sumber Aqidah Islam
Aqidah adalah sesuatu yang harus berdasarkan wahyu, oleh sebab itu sumber aqidah Islam adalah al-Qur’an Al-karim dan sunnah Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam yang shahih sesuai dengan apa yang difahami oleh para sahabat Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam, karena mereka telah diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Adapun jika datang kepada kamu sekalian petunjuk dari-Ku, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaha: 123).

Dalam menafsirkan ayat tersebut di atas Abdullah bin Abbas Radhiyallohu ‘Anhuma berkata, “Allah menjamin siapa saja yang membaca al-Qur’an dan mengamalkan kandungannya bahwa dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat kelak.” (Dikeluarkan oleh ibnu Abi Syaihah, al-Hakim dan dishahihkannya).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang ucapan-ucapan Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam, “Dan tidaklah dia (Muhammad) berkata menurut kemauan hawa nafsunya. Perkataannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (QS. an-Najm: 3-4).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Dialah yang mengutus kepada kaum yang ummi seorang rasul yang diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (As-Sunnah) dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. al-Jumu’ah: 2).

Adapun pengukuhan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan kebenaran para sahabat nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam di dalam aqidah, ibadah dan akhlaq/muamalah mereka serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dalam banyak ayat-ayat al-Qur’an, diantaranya, artinya, “Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya itulah kemenangan yang besar.” (QS. at-Taubah: 100).
Dan ketika Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam ditanya tentang kelompok yang selamat beliau menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang berada di atas sesuatu seperti yang aku dan para sahabatku berada di atasnya pada hari ini”. (HR. Ahmad).

Kesimpulan:
Dari uraian di atas berserta dalil-dalilnya yang bersumber dari al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam, kita mengetahui betapa pentingnya Aqidah yang benar dalam membentuk manusia baik secara individu maupun sebagai komunitas. Wallahu Ta’ala a’alam. (Yusuf)
sumber : http://www.alsofwah.or.id/
Read more

1 Kumpulan Doa Sehari Hari

Bismillah Alhamdulillah, ngeposting lagi nih saudara saudara semuslimku. Beberapa waktu yang lalu saya ngeposting tentang Waktu Agar Do'a Mustajab. Nah sekarang Niat NgePosting Kumpulan Doa Sehari Hari nih Sob. Ok dibawah ini nih, Kumpulan Doa Sehari Harinya :)
Doa Terlepas Dari Jeratan Utang
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kebakhilan dan sifat pengecut. Dan aku berlindung kepada-Mu dari terjerat hutang dan ketertindasan.” (Riwayat Abu Dawud).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) telah mengajarkan doa ini kepada seorang sahabat bernama Abu Umamah yang sedang terjerat hutang, agar doa ini dibaca setiap pagi dan sore. Setelah melakukan apa yang diajarkan beliau, Abu Umamah terbebas dari hutang yang melilitnya. (Al Adzkar, hal. 158).
Doa Agar Anak Terhindar dari Setan
“Aku memintakan perlindungan untuk kalian dengan kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan dan hammah dari setiap ‘ain laammah.” (Riwayat Al-Bukhari).

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam (SAW) mengucapkan doa ini untuk dua cucu beliau Hasan dan Husain, agar terhindar dari godaan setan dan hal-hal yang berbahaya lainnya.
Sedangkan para ulama memaknai hammah dalam Hadits di atas sebagai makhluk berbisa yang bisa membunuh, seperti ular dan lainnya. Sedangkan ‘ain laammah adalah mata, yang bisa menyebabkan keburukan bagi objek yang dipandangnya. 
Doa Menghindarkan Bahaya Hujan 
“Ya Allah, turunkan hujan di sekitar kami bukan pada kami. Ya Allah, turunkan hujan untuk tanah-tanah tinggi, bukit-bukit, lembah-lembah serta tempat-tempat dimana tanaman tumbuh.” (Riwayat Al-Bukhari) 
Doa di atas diucapkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW), setelah seorang badui meminta doa kepada beliau. Ia khawatir setelah satu pekan penuh langit ditutupi mendung. Akhirnya, setelah Rasulullah SAW berdoa, matahari kembali tampak. (Lihat, Al-Futuhat Ar-Rabaniyah (4/293-296) 

Doa Memperoleh Kecintaan Allah
Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu kecintaan-Mu dan kecintaan siapa yang mencintai-Mu. Dan bisa melaksanakan amalan yang mengantarkan pada kecintaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah kecintaan-Mu bagiku lebih kucintai dari jiwaku, keluargaku, dan air dingin.” 
Sesuai dengan riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) menyebutkan bahwa doa di atas adalah doanya Nabi Dawud Alaihi as salam (AS). Disebutkan air dingin dalam doa tersebut karena Dawud AS pada saat itu amat menyukai air tersebut. (Al-Futuhar Ar-Rabaniyah, 7/224). 

Doa Terhindar dari Keburukan Kemiskinan, dan Kakayaan 
”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dan adzab neraka, serta dari keburukan kekayaan dan kemiskinan. (Riwayat At Tirmidzi, beliau mengatakan, “Hadits ini hasan shahih.”)


Ibnu Alan menjelaskan, yang dimaksud dengan fitnah neraka adalah fitnah yang menjerumuskan ke neraka. Sedangkan keburukan kakayaan adalah kesombongan serta kelalaian terhadap kewajiban yang berhubungan dengan harta. Adapun keburukan kemiskinan mencakup sedikitnya kesabaran atau terjatuh dalam perkara syubhat, demi memenuhi kebutuhan. (Lihat Al Futuhat Ar Rabaniyah, 2114/7). 

Doa Mohon Ampunan Dosa 
“Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui dari pada aku. Ya Allah, ampunilah kesalahan-kesalahan, kesengajaan, kebodohan dan keterlaluanku, serta segala dosa yang terdapat pada diriku.” 

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu maupun yang akan datang, yang rahasia maupun yang terang-terangan. Engkau Maha Terdahulu dan Mahaakhir, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Dalam Hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Musa al-Asy’ari diterangkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) biasa membaca doa-doa di atas, sekalipun beliau terpelihara dari dosa. Karena itu sudah selayaknya bagi setiap Muslim membiasakan diri membaca doa di atas dalam setiap kesempatan agar selamat dari perbuatan dosa. 

Doa Terhindar dari Syirik 
“ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan sesuatu terhadap-Mu yang aku mengetahuinya, dan aku memohon ampunan kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku tidak mengetahuinya.” (Riwayat Imam Ahmad dan Thabrani).

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Thabrani dari Abi Musa al-Asy’ari diterangkan bahwa, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda, ”Wahai umat manusia, takutlah kalian terhadap perbuatan syirik. Sebab syirik itu lebih kecil lagi lebih lembut daripada langkah perjalanan semut.” Lalu ada seorang sahabat yang bertanya, ”Ya Rasulullah, bagaimana cara memelihara diri dari syirik yang sangat tidak kelihatan itu? Jawab Rasulullah, ” Biasakanlah membaca doa: Allahumma inna na’udzubika min an nusyrika bika syai-an na’lamuhu…”

Semoga dengan terbiasa melafalkan doa di atas kita dapat terhindar dari perbuatan syirik, yang kecil maupun besar, yang kelihatan maupun tersembunyi, yang disengaja maupun karena khilaf.  
Oklah saudara saudara Semuslimku, Untuk Postingan Kali ini, mungkin cukup Sekian Untuk Kumpulan Doa Sehari Harinya, semoga Bermanfaat bagi kita semua, terutama saya probadi :). 
Read more

2 Shalat dan Ibadah tidak bisa membawa Kita Ke Surga

Bismillah, Alhamdulillah, bisa ngeposting lagi saudara semuslimku. Mungkin judul diatas mengandung banyak kontroversi, tapi memang Benar. Shalat dan Ibadah tidak bisa membawa Kita Ke Surga. Kenapa.? Berarti selama ini Shalat saya gak ada artinya.? Jangan terlalu cepat terhadap sesuatu, sebaiknya periksa dulu apakah itu benar atau salah, sama seperti pernyataan saya, saya akan memberi kisah bahwa Shalat dan Ibadah tidak bisa membawa Kita Ke Surga.

Mungkin sebagian sudah tau, atau juga sebagian belum mengetahui Kisah ini. Kisah ini terjadi pada Zaman nabi Musa a.s. dibawah ini Kisahnya, penuh dengan Makna menurut saya :)




Nabi Musa a.s. suatu hari sedang berjalan-jalan melihat keadaan umatnya. Nabi Musa a.s. melihat seseorang sedang beribadah. Umur orang itu lebih dari 500 tahun. Orang itu adalah seorang yang ahli ibadah. Nabi Musa a.s. kemudian menyapa dan mendekatinya. Setelah berbicara sejenak ahli ibadah itu bertanya kepada Nabi Musa a.s: “Wahai Musa a.s., aku telah beribadah kepada Allah s.w.t. selama 350 tahun tanpa melakukan perbuatan dosa. Di manakah Allah s.w.t. akan meletakkanku di Surga-Nya? Tolong sampaikan pertanyaanku ini kepada Allah s.w.t..” Nabi Musa a.s. mengabulkan permintaan orang itu. Nabi Musa a.s. kemudian bermunajat memohon kepada Allah s.w.t. agar Allah s.w.t. memberitahukan kepadanya di mana umatnya ini akan ditempatkan di akhirat kelak.

Allah s.w.t. berfirman, “Wahai Musa sampaikanlah kepadanya bahwa Aku akan meletakkannya di dasar Neraka-Ku yang paling dalam.” Nabi Musa a.s. kemudian mengabarkan kepada orang tersebut apa yang telah difirmankan Allah s.w.t. kepadanya. Ahli ibadah itu terkejut. Dengan perasaan sedih ia beranjak dari hadapan Nabi Musa a.s..

Malamnya ahli ibadah itu terus berfikir mengenai keadaan dirinya. Ia juga mulai terpikir bagaimana dengan keadaan saudara-saudaranya, temannya, dan orang lain yang mereka baru beribadah selama 200 tahun, 300 tahun, dan mereka yang belum beribadah sebanyak dirinya, di mana lagi tempat mereka kelak di akhirat.



Keesokan harinya ia menjumpai Nabi Musa a.s. kembali. Ia kemudian berkata kepada Nabi Musa a.s., “Wahai Musa a.s., aku rela Allah s.w.t. memasukkan aku ke dalam Neraka-Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku mohon agar setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam Neraka maka jadikanlah tubuhku ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu Neraka tertutup oleh tubuhku jadi tidak akan ada seorang pun akan masuk ke dalamnya”. Nabi Musa a.s. menyampaikan permohonan orang itu kepada Allah s.w.t. Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Nabi Musa a.s. maka Allah s.w.t. berfirman, “Wahai Musa sampaikanlah kepada umatmu itu bahwa sekarang Aku akan menempatkannya di Surga-Ku yang paling tinggi.”

Pasti ada yang bilang bahwa diatas dia Masuk Surga karena Perbuatan Amal Ibadahnya. Tetapi tidak :

“Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla menyebutkan penghuni surga dengan perbuatan terbaik mereka, lalu tiba-tiba ada orang berkata, ‘Bagaimana amalku bisa sejajar dengan amal mereka?’ Itu terjadi, sebab Allah mengampuni kesalahan perbuatan mereka dan tidak mencelanya. Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla menyebutkan penghuni neraka dengan perbuatan paling buruk mereka, lalu tiba-tiba ada orang berkata, ‘Perbuatanku lebih baik dari perbuatan mereka.’ Itu terjadi, karena Allah Azza wa Jalla menolak perbuatan mereka yang paling baik dan tidak menerimanya.” (Abu Bakar Shiddiq ra)

Lantas apa yang membuat Umat nabi Musa Tersebut masuk Surga, sampai akhirnya Surga paling atas.? Paragraf Akhir yang saya tulis miring :)

“Wahai Musa a.s., aku rela Allah s.w.t. memasukkan aku ke dalam Neraka-Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku mohon agar setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam Neraka maka jadikanlah tubuhku ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu Neraka tertutup oleh tubuhku jadi tidak akan ada seorang pun akan masuk ke dalamnya”
Setelah itu Allah langsung memberikan satu tempat untuknya di Surga paling atas, yah bukan karena Ibadahnya, tapi karena Ridho ALLAH kepadanya. Nah. Ibadah, Shalat, segala Perbuatan yang dilakukan Tanpa mengharapkan Ridho dari ALLAH adalah Sia sia, Masih ingat Kata AYAH, Rubah Niat sekarang juga, semuanya harus diniatkan Agar kita mendapat Ridho dari ALLAH SWT.

Semoga artikel diatas dapat bermanfaat Saudara saudara semuslimku, jika terjadi kesalahan, maafkan Saudaramu ini, bisa dikoreksi di Kotak komentar. Hanya ALLAH yang maha benar.
Read more

3 Penemuan Muslim Penginspirasi Dunia Modern

Bismillah Alhamdulillah, ngeposting lagi deh Sob. Pada postingan saya yang lalu yang udah lama saya juga sempat membahas tentang Para penemu Muslim yang mengubah dunia, nah Insya ALLAH kali ini ngeposting tentang Penemuan Muslim yang Mengisnpirasi dunia Modern Sekarang nih Sob. dan mudah mudahan, bisa jadi pemacu semangat buat kita semua :)

Dibawah ini nih Penemuan Muslim Penginspirasi Dunia Modern

1. Mesin terbang
Abbas ibn Firnas adalah orang pertama yang membuat upaya nyata untuk membangun sebuah mesin terbang dan terbang. Ribuan tahun sebelum Wright bersaudara terbang dan sekalipun Leonardo Da Vinci yang mendesain mesin terbangnya.

Pada abad ke-9 ia merancang alat bersayap, kasar menyerupai kostum burung. Dalam percobaan yang paling terkenal dari atas menara masjid Agung Cordoba di Spanyol, di tahun 852 Firnas berharap terbang seperti burung. Tetapi ia menukik ke bawah dengan sedikit cidera di punggung karena dengan mantel yang bersifat sebagai parasut pertama ia sediakan untuk melindunginya.

Pada 875, usia 70 tahun, setelah Abbas ibn Firnas menyempurnakan sebuah mesin dari sutera dan bulu elang, dia mencoba lagi, melompat dari sebuah gunung. Dia terbang ke ketinggian yang signifikan dan tetap tinggi selama sepuluh menit, tetapi jatuh saat mendarat dengan benar, bahwa ternyata ia tidak diberi perangkat ekor sehingga akan memperlambat saat mendarat. Bandara internasional Baghdad dan sebuah kawah di Bulan diberi nama Abbas ibn Firnas.

2. Operasi Bedah
Banyak instrumen bedah modern didesain sama persis seperti yang pernah dirancang pada abad ke-10 oleh seorang ahli bedah Muslim bernama al-Zahrawi. Seperti pisau bedah, gergaji tulang, tang, gunting halus untuk bedah mata dan banyak dari 200 instrumen yang ia rancang akan kita kenali dalam peralatan kedokteran bedah modern.


Al Zahrawi menerbitkan sebuah buku ensiklopedia setebal 1.500 halaman ilustrasi operasi yang digunakan di Eropa sebagai referensi medis pada 500 tahun berikutnya. Di antara sekian banyak penemuan, Al Zahrawi dilaporkan melakukan operasi caesar pertama.

Pada abad ke-13, medis Muslim lain bernama Ibn Nafis menggambarkan sirkulasi darah, 300 tahun sebelum William Harvey menemukannya. Dokter Muslim juga menemukan obat bius dari campuran opium dan alkohol dan jarum berongga untuk menyedot katarak dari mata, ini merupakan sebuah teknik yang masih digunakan sampai sekarang.


3. Pulpen
Catatan sejarah awal dari sebuah pena yang menggunakan reservoir kembali ke abad 10. Pada 953, al-Mu’izz Ma’ad, Khalifah Fatimiyah Mesir, menuntut pena yang tidak akan menodai tangan atau pakaian, dan dilengkapi dengan tinta pena yang berada di reservoir (tabung penampung) dan dialirkan ke ujung pena itu. Pulpen ini mungkin disebut pena, tapi mekanismenya masih belum diketahui, dan hanya satu catatan yang telah ditemukan. Siapa muslim perancang pulpen itu sendiri saya belum mendapatkan sumbernya. Pena reservoir kemudian dikembangkan Tahun 1636 oleh orang jerman bernama Daniel Schwenter.

4. Universitas
Apakah Anda tau bahwa bahasa arab dari universitas adalah jami’ah.? Pasti Anda tahu bahwa tempat sholat itu diberi nama masjid jami’. Ini membuktikan bahwa lebih dari satu milenium lalu, ilmu pengetahuan dan agama Islam telah duduk berdampingan.


Membangun pengetahuan dari Babilonia, Mesir, Yunani, Cina dan Peradaban India, Muslim mengembangkan budaya belajar di mana pikiran bertanya mencari kebenaran didasarkan pada ketelitian ilmiah dan eksperimen. Di hampir setiap bidang pengetahuan, Muslim membuat penemuan baru dan penemuan dengan hasil praktis yang membantu mengembangkan masyarakat.

Dalam tahun 859 putri muda bernama Fatima al-Firhi mendirikan universitas-pemberian gelar pertama di Fez, Maroko. Miryam, kakaknya, mendirikan sebuah masjid yang berdekatan dan bersama-sama menjadi kompleks Masjid al-Qarawiyyin dan Universitas yang masih beroperasi hampir 1.200 tahun kemudian.
Hal ini mengingatkan bahwa orang bahwa belajar adalah kewajiban bagi laki-laki dan perempuian yang merupakan inti dari tradisi Islam dan bahwa cerita tentang saudari al-Firhi akan inspirasi bagi para perempuan muda Muslim di seluruh dunia saat ini.

5. Penemuan Benua Amerika
Sering kita mengenal bahwa penemu benua amerika pertama kalinya adalah Christopher Columbus (1492). Tapi anggapan itu masih banyak yang menampiknya. Adalah Admiral Zheng He (Laksamana Cheng Ho) seorang muslim, 70 tahun lebih awal tiba di Amerika dibandingkan bendera Castilian Spanyol yang ditancapkan Colombus.

Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Membawa armada 100 kapal dan sekitar 28,000 anak buah kapal. Armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika. menggunakan kapal yang 4 kali lebih besar dari pada kapal yang digunakan oleh Colombus.

Hal ini dibuktikan dalam seminar yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London 15 Maret 2002 oleh seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies.

Lain lagi dengan 2 peneliti seperti seorang sejarawan dan ahli geografi muslim Abul-HASSAN ALI IBN AL-Hussain Al-Masudi (871-957 M) menulis dalam bukunya Muruj Adh-dhahab wa maadin aljawhar (Padang rumput dan tambang emas dari jewells) bahwa pada masa pemerintahan Muslim Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888-912 M), seorang Muslim navigator, Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad, dari Cordova, Spanyol berlayar dari Delba (Palos) pada 889 M, menyeberangi Samudera Atlantik, mencapai wilayah yang tidak dikenal (ard majhoola) dan kembali dengan harta yang menakjubkan. Di Al-Masudi’s peta dunia ada luas dalam lautan kegelapan dan kabut yang disebut sebagai wilayah yang tidak dikenal (Amerika).

Sementara seorang sejarawan muslim Abu Bakr ibn UMAR AL-GUTIYYA meriwayatkan bahwa selama masa pemerintahan khalifah Islam di Spanyol, Hisham II (976-1009 M), seorang navigator Muslim, Ibnu Farrukh, dari Granada, berlayar dari Kadesh (Februari 999 M) ke Samudra Atlantik , mendarat di Gando (Great Canary pulau) mengunjungi Raja Guanariga, dan terus ke arah barat di mana ia melihat dua pulau, Capraria dan Pluitana. Ia tiba kembali di Spanyol Mei 999 Masehi.

Muslim berasimilasi dengan penduduk asli Amerika, Indian. Sehingga meninggalkan sejarah peradaban suku Indian yang berpakaian jubah menutup aurat dan jauh dari keliaran. Seperti suku Cheerokee yang memakai surban dikepalanya. Seorang sejarawan bernama Dr. Yousef Mroueh menghitung, di Amerika Utara ada sekurangnya 565 nama Islam pada nama kota, sungai, gunung, danau, dan desa. Di Amerika Serikat sendiri ada 484 dan di Canada ada 81. Coba search Mecca, Cordova, Mahomet, Kabah atau Andalusia akan terurai nama-nama tersebut ada di United States. Mantap Bukan :P


6. Kopi
seorang Arab bernama Khalid sedang merawat kambing di wilayah Kaffa di Ethiopia selatan, ketika ia melihat binatang itu menjadi lebih bergairah setelah makan “kacang” tertentu.Ia merebus “kacang” untuk membuat kopi pertama. Jejak pertama pada abad ke-9 minuman kopi adalah terungkapnya “kacang” tersebut diekspor dari Ethiopia ke Yaman di mana para sufi meminumnya untuk tetap terjaga sepanjang malam untuk berdoa pada acara-acara khusus. Pada abad ke-13 kacang yang disebut kopi tersebut tiba di Mekah dan Turki, dan barulah di abad ke-15 masuk juga Eropa tepatnya ke Venesia, Italia pada tahun 1645.

Kopi dibawa ke Inggris pada 1650 oleh seorang Turki bernama Pasqua Rosee yang membuka kedai kopi pertama di Lombard Street di kota London. Bahasa Arab kopi adalah “qahwa” menjadi “kahve” dalam bahasa Turki, maka di Italia disebut “caffe” dan kemudian bahasa Inggris disebut “coffee”.

7. Optik
Sekitar tahun 1000 Ibn al-Haitham membuktikan bahwa manusia melihat sesuatu oleh cahaya terpantul dari benda-benda dan memasuki mata, menepis teori Euclid dan Ptolemy’s yang sebelumnya mereka menyatakan bahwa cahaya itu dipancarkan dari mata itu sendiri. Fisikawan muslim besar ini juga menemukan fenomena kamera obscura, yang menjelaskan bagaimana mata melihat gambar tegak karena sambungan antara saraf optik dan otak.


 8. Aljabar, Numerologi, Algoritma
Sistem penomoran yang ada di dunia modern tidak terlepas dari peran seorang muslim bernama al-Khawarizmi yang terekam dalam buku berjudul “Al-Jabr wa-al Muqabilah” yang berarti “Penalaran dan Perimbangan” sekitar tahun 825. Dari buku itulah ilmu dalam matematika yang dinamai Aljabar dipakai hingga sekarang. Buku karya ulama matematika yang menciptakan angka nol dari India ini diimpor ke Eropa 300 tahun kemudian oleh matematikawan Italia, Fibonacci.

Teori Algoritma dan teori Trigonometri banyak berasal dari dunia Muslim. Dan penemuan Al-Kindi mengenai analisis frekuensi yang diberikan semua kode dunia kuno larut dan menciptakan dasar kriptologi modern.

9. Catur
Suatu bentuk catur dimainkan di India kuno tapi permainan dikembangkan menjadi bentuk yang kita kenal sekarang di Persia. Dari sana menyebar ke arah barat ke Eropa – di mana diperkenalkan oleh bangsa Moor di Spanyol pada abad ke-10 – dan timur sejauh Jepang. Kata “benteng” berasal dari Persia “Rukh”, yang berarti kereta

10. Poros engkol dan kunci kombinasi
Poros engkol adalah perangkat yang diterjemahkan ke dalam gerakan berputar linier dan merupakan pusat dari banyak mesin di dunia modern, paling tidak mesin pembakaran internal. Salah satu penemuan mekanis terpenting dalam sejarah manusia, ia diciptakan oleh seorang insinyur Muslim cerdik yang dikenal dengan nama al-Jazari untuk mengangkat air untuk irigasi.

Kitab pengetahuannya tentang Perangkat Mekanikal Cerdik (1206) menunjukkan ia juga menemukan atau menyempurnakan penggunaan katup dan piston, menyusun beberapa jam mekanis pertama didorong oleh air dan beban, dan merupakan ayah dari robotika. Salah satu dari 50 penemuannya adalah kunci kombinasi.

Era 700M – 800M
Spoiler for Ilmuwan Muslim Era 700M – 799M:
701 (Meninggal) * Khalid Ibn Yazeed * Ilmuwan kimia
721-803 * Jabir Ibn Haiyan * Ilmuwan kimia (Seorang ilmuwan kimia muslim populer)
740 * Al-Asma’i * Ahli ilmu hewan, ahli tumbuh-tumbuhan, ahli pertanian
780 * Al-Khwarizmi (Algorizm) * Matematika (Aljabar, Kalkulus), Astronomi
776-868 * Amr Ibn Bahr al-Jahiz * Ahli ilmu hewan
787 * Al Balkhi, Ja’far Ibn Muhammad (Albumasar) * Astronomi
796 (Meninggal) * Al-Fazari, Ibrahim Ibn Habib * Astronomi
Era 800M – 899M
Spoiler for Ilmuwan Muslim Era 800M – 899M:
800 * Ibn Ishaq Al-Kindi (Alkindus) * Kedokteran, Filsafat, Fisika, Optik
815 * Al-Dinawari, Abu Hanifa Ahmed Ibn Dawud * Matematika, Sastra
816 * Al Balkhi * Ilmu Bumi (Geography)
836 * Thabit Ibn Qurrah (Thebit) * Astronomi, Mekanik, Geometri, Anatomi
838-870 * Ali Ibn Rabban Al-Tabari * Kedokteran, Matematika
852 * Al Battani Abu Abdillah * Matematika, Astronomi, Insinyur
857 * Ibn Masawaih You’hanna * Kedokteran
858-929 * Abu Abdullah Al Battani (Albategnius) * Astronomi, Matematika
860 * Al-Farghani, Abu al-Abbas (Al-Fraganus) * Astronomy, Tehnik Sipil
864-930 * Al-Razi (Rhazes) * Kedokteran, Ilmu Kedokteran Mata, Ilmu Kimia
973 (Meninggal) * Al-Kindi * Fisika, Optik, Ilmu Logam, Ilmu Kelautan, Filsafat
888 (Meninggal) * Abbas Ibn Firnas * Mekanika, Ilmu Planet, Kristal Semu
ERA 900M – 999M
Spoiler for Ilmuwan Muslim Era 900M – 999M:
900 (Meninggal) * Abu Hamed Al-Ustrulabi * Astronomi
903-986 * Al-Sufi (Azophi) * Astronomi
908 * Thabit Ibn Qurrah * Kedokteran, Insinyur
912 (Meninggal) * Al-Tamimi Muhammad Ibn Amyal (Attmimi) * Ilmu Kimia
923 (Meninggal) * Al-Nirizi, AlFadl Ibn Ahmed (Altibrizi) * Matematika, Astronomi
930 * Ibn Miskawayh, Ahmed Abu Ali * Kedokteran, Ilmu Kimia
932 * Ahmed Al-Tabari * Kedokteran
934 * Al-Istakhr II * Ilmu Bumi (Peta Bumi)
936-1013 * Abu Al-Qosim Al-Zahravi (Albucasis) * Ilmu Bedah, Kedokteran
940-997 * Abu Wafa Muhammad Al-Buzjani * Matematika, Astronomi, Geometri
943 * Ibn Hawqal * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
950 * Al Majrett’ti Abu al-Qosim * Astronomi, Ilmu Kimia, Matematika
958 (Meninggal) * Abul Hasan Ali al-Mas’udi * Ilmu Bumi, Sejarah
960 (Meninggal) * Ibn Wahshiyh, Abu Bakar * Ilmu Kimia, Ilmu Tumbuh-tumbuhan
965-1040 * Ibn Al-Haitham (Alhazen) * Fisika, Optik, Matematika
973-1048 * Abu Rayhan Al-Biruni * Astronomy, Matematika, Sejarah, Sastra
976 * Ibn Abil Ashath * Kedokteran
980-1037 * Ibn Sina (Avicenna) * Kedokteran, Filsafat, Matematika, Astronomi
983 * Ikhwan A-Safa (Assafa) * (Kelompok Ilmuwan Muslim)
Era 1000M – 1099M
Spoiler for Ilmuwan Muslim Era 1000M – 1099M:
1001 * Ibn Wardi * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
1008 (Meninggal) * Ibn Yunus * Astronomy, Matematika.
1019 * Al-Hasib Alkarji * Matematika
1029-1087 * Al-Zarqali (Arzachel) * Matematika, Astronomi, Syair
1044 * Omar Al-Khayyam * Matematika, Astronomi, Penyair
1060 (Meninggal) * Ali Ibn Ridwan Abu Hassan Ali * Kedokteran
1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran
1090-1161 – Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran
1095 – Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran
1097 – Ibn Al-Baitar Diauddin (Bitar) * Ilmu Tumbuh-Tumbuhan, Kedokteran, Ilmu
1099 – Al-Idrisi (Dreses) * Ilmu Bumi (Geography), Ahli Ilmu Hewan, Peta Dunia (Peta Pertama)
Era 1100M – 1199M
Spoiler for Ilmuwan Muslim Era 1100M – 1199M:
1110-1185 – Ibn Tufayl, Abubacer Al-Qaysi * Filosofi, Kedokteran
1120 (Meninggal) – Al-Tuhra-ee, Al-Husain Ibn Ali *Ahli Kimia, Penyair
1128 – Ibn Rushd (Averroe’s) * Filosofi, Kedokteran, Astronomi
1135 – Ibn Maymun, Musa (Maimonides) * Kedokteran, Filosofi
1136 – 1206 – Al-Razaz Al-Jazari * Astronomi, Seni, Insinyur mekanik
1140 – Al-Badee Al-Ustralabi * Astronomi, Matematika
1155 (Meningal) – Abdel-al Rahman al Khazin *Astronomi
1162 – Al Baghdadi, Abdel-Lateef Muwaffaq * Kedokteran, Ahli Bumi (Geography)
1165 – Ibn A-Rumiyyah Abul’Abbas (Annabati) * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1173 – Rasheed Al-Deen Al-Suri * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1180 – Al-Samawal * Matematika
1184 – Al-Tifashi, Shihabud-Deen (Attifashi) *Ahli Logam, Ahli Batu-batuan
Era 1200M – 1299M
Spoiler for Ilmuwan Muslim Era 1200M – 1299M:
1201-1274 – Nasir Al-Din Al-Tusi * Astronomi, Non-Euclidean Geometri
1203 – Ibn Abi-Usaibi’ah, Muwaffaq Al-Din * Kedokteran
1204 (Meninggal) – Al-Bitruji (Alpetragius) * Astronomi
1213-1288 – Ibn Al-Nafis Damishqui * Astronomi
1236 – Kutb Aldeen Al-Shirazi * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1248 (Meninggal) * Ibn Al-Baitar * Farmasi, Ahli Tumbuh-tumbuhan (Botany)
1258 – Ibn Al-Banna (Al Murrakishi), Azdi * Kedokteran, Matematika
1262 – Abu al-Fath Abd al-Rahman al-Khazini * Fisika, Astronomi
1273-1331 – Al-Fida (Abdulfeda) * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
Era 1300M – 1500M
Spoiler for Ilmuwan Muslim Era 1300M – 1500M:
1320 (Meninggal) – Al Farisi Kamalud-deen Abul-Hassan *Astronomy, Fisika
1341 (Meninggal) – Al Jildaki, Muhammad Ibn Aidamer * Ilmu Kimia
1351 – Ibn Al-Majdi, Abu Abbas Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi
1359 – Ibn Al-Magdi, Shihab Udden Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi
1360 – Ibn Al-Shater Al Dimashqi * Astronomi, Matematika
1375 (Meninggal) – Ibn al-Shatir * Astronomi
1393-1449 – Ulugh Beg * Astronomi
1424 – Ghiyath al-Din al Kashani * Analisis Numerikal, Perhitungan

Read more

0 Rahasia Kekayaan Hati

Bismillah, Alhamdulillah. Kembali lagi saudara saudara semuslimku di Blog ini. Ingin ngeposting lagi nih. Posting saya yang terdahulu sempat mengungkit tentang Rahasia Kekayaan Nabi Sulaiman. Insya ALLAH pada postingan kali ini, mau share tentang Rahasia Kekayan Hati.

Jujur, Saya selalu ingat kata kata yang saya dengar orang disekililing saya, bahkan di berita berita juga "Jadilah Orang Yang Kaya"  Yah ini selalu diingatkan, mengingat bahwa menjadi orang kaya itu penting.bahasanya hancur eu :D.

Namun, banyak orang yang tidak menyadari bahwa yang paling penting di dalam hidup ini bukanlah bagaimana menjadi kaya, tetapi bagaimana membangun orientasi akhirat atas harta yang akan kita dapatkan atau telah kita miliki.

Nah Apa Rahasia Kekayaan Hati.? 

1. Membangun Pribadi Qana’ah 
Qana’ah yaitu rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas yang berlebihan. Orang yang qana’ah selalu giat bekerja dan berusaha. Namun, bila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, ia tetap rela menerima hasil tersebut dengan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sikap ini merupakan sifat dasar seorang mukmin yang bisa mendatangkan rasa tentram dalam hidup dan menjauhkan diri dari sifat serakah dan tamak. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya beruntung orang yang masuk Islam dan rezekinya cukup dan merasa cukup dengan apa-apa yang telah Allah berikan kepadanya,” (Riwayat Muslim).

Orang yang qana’ah memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada pada dirinya adalah ketentuan Allah Ta’ala. Firman-Nya,”Tiada sesuatu mahluk yang melata di bumi melainkan ditangan Allah rezekinya.” (Huud [11]: 6)

2. Menjadi Pribadi Zuhud
Zuhud menurut bahasa berarti berpaling dari sesuatu karena hinanya sesuatu tersebut dan karena (seseorang) tidak memerlukannya. Dalam bahasa Arab terdapat ungkapan “syai`un zahidun” yang berarti “sesuatu yang rendah dan hina”. 

Menurut Al-Hasan Al-Bashri, zuhud itu bukan mengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan harta. Namun, zuhud di dunia adalah, ”Engkau lebih mempercayai apa yang ada di tangan Allah dari pada apa yang ada di tanganmu. Keadaanmu antara ketika tertimpa musibah dan tidak adalah sama saja, sebagaimana antara orang yang memujimu dengan yang mencelamu sama dalam kebenarannya.”

Hal itu timbul dari keyakinannya yang kuat dan lurus terhadap kekuasaan Allah Ta’ala. Abu Hazim az-Zahid pernah ditanya, “Berupa apakah hartamu?” Beliau menjawab, “Dua macam. Aku tidak pernah takut miskin karena percaya kepada Allah Ta’ala, dan tidak pernah mengharapkan apa yang ada di tangan manusia, sedangkan Rabb-ku adalah pemilik langit, bumi, serta apa yang berada di antara keduanya.”

Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia secara total dan menjauhinya. Lihatlah Nabi SAW, teladan bagi orang-orang yang zuhud. Beliau mempunyai sembilan istri. Para Sahabat juga mempunyai istri-istri dan harta. Di antara mereka bahkan sangat kaya raya. Semuanya ini tidaklah mengeluarkan mereka dari hakikat zuhud yang sebenarnya.

Dalam Hadits qudsi Allah Ta’ala berfirman, “Wahai anak Adam, kosongkanlah gudangmu untuk memenuhi apa yang ada di sisi-Ku. Engkau akan selamat dari kebakaran, kebanjiran, pencurian, dan kejahatan. Itu semua lebih engkau butuhkan,” (Riwayat Thabrani dan Baihaqi). 

3. Menjadi Insan Bersyukur
 Diberi kesempatan hidup saja sudah merupakan anugrah dan kenikmatan yang luar biasa, apalagi ditambah dengan berbagai macam nikmat lainnya. Orang yang tidak merasa pernah cukup terhadap nikmat yang sudah diberikan, selamanya akan miskin. Adapun orang yang ridha dan bersyukur maka dialah orang kaya yang sesungguhnya.

Imam Syafii pernah berpesan, “In kunta dza qalbin qanu’in, fa anta wa malikuddun-ya sawa’u (bila engkau memiliki hati yang penuh [ridha dan puas dengan karunia] maka engkau dan raja dunia itu sama saja.”
Yang membuat seseorang tidak bersyukur adalah karena hidupnya dipenuhi oleh keinginan yang tak berujung. Di sinilah urgensi kesadaran akan banyaknya nikmat Allah Ta’ala sehingga diperlukan kesyukuran sebagai tanda kekayaan hati. Sehingga ukurannya kekayaan bukanlah melimpahnya harta.

4. Menjadi Pribadi yang Senang Memberi
Islam mengajarkan umatnya agar menjadi pemberi dan bukan sebaliknya. Sebab, tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Tatkala seseorang telah bermental pemberi, maka mereka merasa sukses karena keinginan jiwanya itu telah terpenuhi.

Orang seperti ini biasanya tidak suka mengumpulkan harta benda, bahkan merasa risih dan malu untuk melakukannya. Bagaimana mungkin ia akan mengambil harta yang bukan haknya sedangkan harta miliknya saja diberikan kepada orang lain.

 Berdasarkan dalil dan kenyataan empirik, siapa pun yang banyak memberi ia akan banyak menerima pula.
Imam Al-Qayyim berkata, “Sesungguhnya sedekah (memberi) memiliki khasiat yang menakjubkan dalam menangkal bahaya sekalipun orang yang bersedekah adalah orang yang berbuat dosa, zalim, atau bahkan kafir. Maka dari itu dengan sedekah, sungguh Allah Ta’ala menahan bagi penderma berbagai macam bahaya. Hal ini sudah diketahui seluruh penduduk bumi. Mereka telah memahami kebaikan yang luar biasa dari sedekah, karena mereka telah mencobanya,” (Buku Rahasia di Balik Sedekah oleh Ibrahim Fathi Abdul Muqtadar)

Kiat Membangun Mental Kaya

Mental kaya sesungguhnya dapat dibiasakan atau dilatih hingga seseorang yang awalnya pelit dapat berubah menjadi dermawan. Adapun untuk mengembangkan mental kaya, cara-cara berikut ini bisa kita terapkan:

Pertama, menyakini bahwa harta yang mutlak kita miliki adalah harta yang diberikan sebagai wujud ketaatan terhadap Allah Ta’ala, dan sebagai amal jariyah untuk mendapatkan janji dan jaminan Allah Ta’ala.

Di dalam al-Qur`an surat Ali Imran [3] ayat 133-134, Allah Ta’ala telah menjelaskan bahwa orang yang bertakwa itu adalah orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit.
Kedua, tidak takut miskin karena rajin bersedekah, sebagaimana nasehat Rasulullah SAW kepada Shahabat Bilal: “Bersedekahlah wahai Bilal! Jangan takut kekurangan dari pemilik ‘Arsy,” (Riwayat Bazzar dan Thabrani).

Pada dasarnya harta adalah milik Allah Ta’ala. Manusia hanyalah pengelola saja. Bagi orang-orang mukmin, keberadaannya mutlak sudah bertransaksi dengan Allah Ta’ala seperti firman-Nya, “sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka… (At-Taubah [9]: 111) 

Ketiga, takut ancaman dan hukuman dari Allah Ta’ala untuk orang-orang bakhil. Hal ini dijelaskan oleh Allah Ta’ala dalam al-Quran surat Ali Imran [3] ayat 180, bahwa kelak, harta yang mereka bakhilkan akan dikalungkan di leher mereka pada hari kiamat.

Keempat, meyakini bahwa pemberian yang ia lakukan pada hakekatnya adalah untuk dirinya sendiri, bukan orang lain yang menikmatinya.

Barangsiapa takut kepada Allah Ta’ala dalam masalah harta lalu membelanjakannya sesuai dengan yang diridhai-Nya, atau untuk menolong agama-Nya, niscaya Allah Ta’ala akan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka. Allah Ta’ala berfirman,”Dan kebaikan apa saja yg engkau perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh-nya disisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. (Al-Muddatstsir [74]: 20)

Kelima, memiliki keinginan kuat untuk mendapatkan naungan pada Hari Pembalasan, yakni saat kesulitan manusia memuncak dan matahari didekatkan dengan ubun-ubun manusia.

Ketika itulah orang-orang yang suka bersedekah mendapat jaminan. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah disebutkan, ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya. Salah satunya adalah, “Laki-laki yang bersedekah dan menyembunyikannya, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan oleh tangan kanannya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Semoga postingan diatas dapat bermanfaat terutama bagi diri saya sendiri :)
Read more

4 Inilah Bentuk Bumi Menurut AlQur'an

Bismillah, Alhhamdulillah. Di Bulan puasa ini, masih bisa ngeposting lagi saudara saudara semuslimku :), yah memang selama bulan suci ini, ane jarang banget ngeposting di Blog ini, hehee. nah sekarang dapat ide ngeposting, ya seperti judulnya, Bentuk Bumi Menurut Al Qur'an.

Pada 1616, Galileo berpendapat bahwa bumi bulat. Pendapat ini menyebabkan dia dimusuhi oleh kalangan gereja yang waktu itu meyakini bahwa bumi datar dan sebagai pusat tata surya. Teori heliosentris yang dipegang oleh Galileo ini dianggap salah dan bertentangan dengan Alkitab. Karena itulah, ia dihukum oleh gereja. 

Hal yang demikian itu tidak pernah terjadi dalam peradaban Islam. Sebab, meski tidak secara gamblang menjelaskan bumi itu bulat, namun beberapa ayat secara tersirat menggambarkan hal itu. Misalnya terdapat dalam Surat Az Zumar ayat 5 yang artinya: ”Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…”

Dalam ayat tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala menggunakan kata “takwir” yang artinya menutup. Dalam kamus bahasa Arab, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

At-Thabari menjelaskan dalam tafsirnya bahwa yang dimaksud, ‘menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam’ adalah jika malam datang, siang pergi. Sebaliknya jika siang datang malam pun pergi.

Keterangan tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain ini berisi penjelasan yang tepat mengenai bentuk bumi yaitu bulat. Sebab jika bumi datar, tidak akan terjadi pergantian siang dan malam secara teratur.

Ayat yang semakna dengan ayat tersebut terdapat dalam surat Al Imran ayat 27 yang artinya: “Engkau memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam..”

Berkaitan dengan ayat ini Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Mujahid, dan Qotadah mengatakan bahwa antara siang dan malam saling memasuki. Dimana siang waktunya 15 jam lebih panjang daripada malam. Sedang malam waktunya 9 jam lebih pendek daripada siang. Ia juga bermaksud antara siang dan malam saling mengganti dimana yang satu hilang langsung diganti lainnya. (Lihat tafsir Qurtubi)
Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Kedua ayat di atas mengisyaratkan bahwa bentuk planet bumi itu bulat. Hal ini membuktikan bahwa al-Qur’an selalu selangkah di depan penemuan-penemuan sains modern masa kini. Setiap kali ada penemuan-penemuan hebat pada setiap abad, ternyata al-Qur`an sudah menjelaskannya terlebih dahulu.
sumber : hidyatullah
Read more

0 Bagaimana Meraih Berkah Ramadhan

Bismillah. Alhamdulillah. Saudara saudara semuslimku. Seperti yang kita ketahui, Bulan Ramadhan segera tiba. Tentu saja sebagai orang beriman, kita ingin mengisi bulan ini sebaik-baiknya. Karenanya, di antara yang perlu kita perhatikan adalah adab-adab dalam menjalankannya. Tujuannya, agar tercapai keselarasan antara perintah-perintah syariat dengan maksud pelaksanaan ibadah tersebut. Jika Sebelumnya saya sempat memposting Persiapan Menyambut Bulan Ramdhan, maka kali ini sedikit berbagi tentang Bagaimana Meraih Berkah Ramadhan

Nah di Bawah ini Beberapa Adab yang semestinya dilakukan di Bulan Ramadhan agar mendapat Berkahnya :

1. Menyambutnya dengan bangga, gembira, dan bahagia. Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah, ’Dengan Kurnia dan rahmat-Nya, maka dengan itu bergembiralah kalian. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” ” (Yunus [10]: 58)
Bentuk sambutan itu dengan memuji Allah yang telah memberi kita bulan mulia ini. Kemudian meminta pertolongan-Nya, agar mampu melaksanakan ibadah dengan baik.

2. Senantiasa makan sahur, karena berkah yang terkandung di dalamnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena pada makanan sahur itu terdapat barakah.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Adapun makan sahur disunnahkan mengakhirkan, yakni hingga waktu sangat dekat dengan waktu fajar/shubuh.

3. Menyegerakan buka puasa. Diriwayatkan dari Sahal bin Saad, Rasulullah
bersabda, “Sesungguhnya Rasulullah bersabda: ‘Manusia (umat Islam) masih dalam keadaan baik selama mentakjilkan (menyegerakan) berbuka.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

4. Mengawali buka puasa dengan memakan kurma basah. Diriwayatakan dari Anas Radhiallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah berbuka dengan makan beberapa ruthaab (kurma basah) sebelum shalat, kalau tidak ada maka dengan kurma kering, kalau tidak ada maka dengan meneguk air beberapa teguk.” (Riwayat Abu Daud dan Hakim)

5. Selesai berbuka hendaknya berdoa. Diriwayatkan dari Ibnu Umar, “Adalah Nabi Muhammad selesai berbuka beliau berdoa: yang artinya telah pergi rasa haus dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap ada Insya Allah.” (Riwayat Daaruquthni dan Abu Daud)

6. Memperbanyak sedekah. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas. ia berkata: “Adalah Rasulullah orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi pada Ramadhan ketika Jibril menemuinya, dan Jibril menemuinya pada setiap malam pada Ramadhan untuk mentadaruskan al-Qur’an dan benar-benar Rasulullah lebih dermawan tentang kebajikan (cepat berbuat kebaikan) daripada angin yang dikirim.” (Riwayat Bukhari)

7. Menggalakkan shalat malam atau shalat tarawih. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: “Adalah Rasulullah menggalakkan qiyamullail (shalat malam) di bulan Ramadhan tanpa memerintahkan secara wajib. Beliau bersabda: ‘Barang siapa yang shalat malam di bulan Ramadhan karena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni baginya dosanya yang telah lalu.” (Riwayat Jama’ah)

8. Berusaha mendapatkan malam lailatul qadar. Diriwayatkan dari Aisyah: “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda: Berusahalah untuk mencari lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir.” (Riwayat Muslim)
Kita dianjurkan bersungguh-sungguh mendapatkan lailatul qadar ini karena memiliki nilai yang tinggi di sisi Allah.

9. Melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir. Diriwayatkan dari ‘Aisyah, ia berkata: “Adalah Rasulullah mengamalkan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan oleh Allah Azza wa Jalla.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Demikianlah 9 adab puasa yang perlu kita kita ketahui. Semoga kita bisa melaksanakaannya. dan Terutama Bagi diri saya pribadi :).
Read more

1 Adab dan Etika Dalam Berniat

Bismillah Alhamdulillh. Kali ingin ane ingin share tentang Adab dan Etika Dalam Berniat. Salah satu harapan besar seorang Muslim dari amalannya adalah agar diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT). Menjadi sebuah kerugian bila Allah SWT tidak berkenan melirik amalannya, sehingga pelakunya tidak bisa menikmati surga. Sebuah ungkapan menyatakan, “Setiap hamba diberi kekuatan untuk beribadah, tapi tidak semua ibadah diberi ‘kekuatan’ untuk diterima oleh Allah SWT.”

Salah satu kunci diterimanya amalan adalah niat yang benar. Nah, untuk mendapatkan itu, berikut ini beberapa adab Dalam Berniat :

1. Penentu Nilai dan Kualitas Ibadah
Memahami bahwa niat adalah penentu nilai dan kualitas ibadah di sisi Allah SWT. Ia pembeda antara ibadah dan kebiasaan (tradisi), bahkan merupakan pembeda antara satu ibadah dengan ibadah lainnya. Imam Ibnu Rajab al-Hambali menjelaskan, “Salah satu makna niat adalah ‘tamyiz’, pembeda antara satu ibadah dengan ibadah lainnya” (Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam)

2. Hanya untuk Mendapatkan Ridha Allah SWT
Senantiasa berniat hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT dan tidak mempersembahkannya untuk selain-Nya. Dalam kitabnya Al Waabil al-Shayyibu min al-Kalam at Tayyibi, Imam Ibnul Qayyim berujar, “Amalan seorang hamba akan dipaparkan di hadapan Allah SWT hingga Dia mendapati niat hamba tersebut hanya untuk-Nya. Jika demikian Dia meridhai amalannya dan menerimanya.”

3. Keingingan Kuat untuk Melaksanakan
Niat yang baik akan mendapatkan satu pahala. Namun, sekadar berniat saja tidaklah cukup, tapi harus dibarengi dengan keinginan yang kuat untuk mewujudkan niat tersebut.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda, “Barang siapa yang berniat melakukan sebuah kebaikan namun tidak merealisasikannya, maka baginya satu pahala, dan jika diwujudkan maka dia mendapatkan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat pahala, bahkan kelipatan yang tidak terhingga.” (Muttafaq ‘alaih)

4. Tidak Meremehkan Niat yang Buruk.
Niat yang buruk dapat menjadi dosa bagi pemiliknya. Rasulullah SAW bersabda “…membunuh dan yang dibunuh akan masuk neraka.” Para sahabat bertanya, “Kami pahami untuk yang membunuh, lalu kenapa yang dibunuh juga masuk neraka?” Nabi SAW menjawab, “Karena dia sangat ingin (berniat) membunuh saudaranya itu.” (Muttafaq ‘alaih)

5. Ikhlas dan Konsisten
Senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberi kekuatan untuk dapat ikhlas dalam niatnya dan konsisten menjaga keikhlasan itu. Dalam Shahih Tirmidzi diriwayatkan, “Doa yang paling sering dipanjatkan Nabi SAW adalah: ‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami dalam agamamu.” Karena hati berada di ujung ‘jari’ Allah SWT yang mudah diputar balik oleh-Nya (Mushannaf ibnu Abi Syaibah).

6. Beristighfar Bila Riya’
Segera beristighfar dan merevisi niat bila mendapati ada unsur riya’ atau bukan karena Allah SWT dalam niatnya. Hal ini harus dihindari karena melahirkan amalan yang sia-sia belaka. Umar Bin Khaththab meriwayatkan dari Nabi SAW, “…barang siapa yang hijrah karena target dunia atau untuk mendapatkan wanita idamannya, maka nilai hijrahnya tergantung dari niatnya” (Muttafaq ‘alaih). Dalam kitab Fathul Qawiy al-Matin diisyaratkan bahwa Allah SWT sangat merendahkan amalan yang diniatkan bukan untuk-Nya.
7. Memberi Contoh
Bila perbuatannya harus dilakukan di depan orang lain, maka berniatlah untuk memberi contoh kebaikan agar diikuti oleh orang lain. Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang memberi contoh kebaikan, lalu diikuti oleh orang lain, maka baginya pahala dan tambahan sebesar pahala orang yang mengikutinya tanpa terkurangi pahala orang yang mengikutinya tersebut”.
Semoga Artikel ini bermanfaat bagi Kita semua, terkhususnya bagi saya sendiri yang memposting :).
Read more

8 Di Eropa Islam Laris Manis

Bismillah,Alhamdulillah. Kembali bisa memposting, saat ini ada berita yang mungkin menurut saya adalah Berita Gembira bagi umat Islam, kenapa.? Karena Di Eropa Islam Laris Manis. Semoga ini bisa menjadi Awal dari Kebangkitan Islam :).
Seperti Belanda, Negara yang dulu pernah menjajah Indonesia itu, jumlah Ummat Islamnya justru lebih banyak dibandingkan Kristen. Angka Statistik Ummat Beragam di Belanda, Islam 13 Persen sedangkan 11 Persen Kristen. 
Islam Sebenarnya Mayoritas, bahkan diatas jumalah Ummat Kristen. Angka diatas, Indikasi bahwa Islam mulai diterima dan berkembang di Belanda, Bahkan sisanya yaitu 76 %, diduga kuat mereka yang ingin masuk Islam, tapi terkendala Budaya setempat. Ini Wajar, karena Budaya memang sangat sulit untuk dilepaskan.

Lanjut. Masjid Di Belanda lebih ramai disaat Shalat Wajib, sangat berbeda dibandingkan Masjid di dekat tempat tinggal saya, yang hanya Ramai saat Sholat Jum'at, kita patut Iri. Setiap Waktu Sholat Wajib di Belanda, Masjidnya Penuh. Luar Biasa :). Sanagt Berbeda dengan Kita yah.? Mungkisn Khususnya dekat Tempat tinggal saya.

Fenomena itu, berbanding terbalik dengan animo beragama umat Kristen. Umat Kristen mengalami degradasi dalam beragama. Hal itu bisa dibuktikan dengan sepinya tempat ibadah Kristen. ‘Karena sepi, banyak gereja yang dijual dan dijadikan masjid. 

Fenomena itu tidak saja terjadi di Belanda, tapi juga di negera lainnya, seperti Jerman, Prancis dan lainnya. Kejadian itu kini menjadi perhatian serius negara-negara di Eropa. Mereka takut jika Islam mendominasi. Eropa ingin mengakampayekan Islamophobia dengan berbagai cara. Semoga ini Awal Dari Kebangkitan :). Dan Bisa dijadikan Pemicu Semangat Bagi kita Ummat Islam.

Read more

0 Waktu Dan Cara Agar Do'a Mustajab

Bismillah, Alhamdulillah, Berapa lama saya sudah tidak memposting di Blog ini. Karena Jujur saya tidak mempunyai bahan yang saya anggap tepat untuk di Bahas untuk Blog ini. Dan Alhamdulillah, sekarang Dapat Ide, Waktu dan Cara Agar Do'a Mustajab. Ini adalah Artikel yang keberapa kalinya tentang Do'a, sebelumnya saya juga sudah memposting Tentang Ketika Do'a Belum di Kabulkan ALLAH.

Dianjurkan bagi seorang muslim untuk berdoa kepada Allah swt sebagai bentuk pernyataan ketergantungannya kepada Allah swt. Abu Daud meriwayatkan dari An Nu'man bin Basyir dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Doa adalah ibadah, Tuhan kalian telah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu."
Waktu-waktu Mustajab untuk Berdoa
Diantara waktu-waktu mustajab untuk berdoa, adalah :
1. Pada hari Arafah.
2. Bulan Ramadhan.
3. Hari Jum’at.
4. Saat sahur.
5. Antara adzan dan iqamat.
6. Setelah shalat.
7. Tatkala turun hujan.
8. Ketika perang di jalan Allah.
9. Ketika khatam al Qur’an.
10. Saat sujud.
11. Saat berbuka puasa.
12. Ketika merasakan kehadiran hati dan rasa takut kepada Allah. (Mukhtashar Minhaj al Qasidhin hal 49)

Berdoa di Saat Shalat dan Setelah Shalat
Tentang bedoa disaat shalat ini maka para ulama Hanafi dan Hambali berpendapat bahwa disunnahkan berdoa disaat tasyahud akhir setelah shalawat atas Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan apa-apa yang meneyerupai lafazh-lafazh al Qur’an atau lafazh-lafazh Sunnah dan tidak diperbolehkan berdoa dengan apa-apa yang menyerupai perkataan manusia, seperti mengatakan : Allahumma Zawwijniy Fulanah (Wahai Allah nikahkanlah aku dengan si fulanah) atau A’thiniy kadza min adz dzahabi wa al fiddhah wa al manashib (Berikanlah aku sekian dari emas, perak dan kedudukan)

Adapun para ulama Maliki dan Syafi’I berpendapat disunnahkan berdoa setelah tasyahud dan sebelum salam untuk kebaikan din (agama) dan dunia. Tidak diperbolehkan berdoa untuk sesuatu yang diharamkan atau yang mustahil. Jika dia berdoa dengan sesuatu dari itu semua maka batal shalatnya dan yang lebih afdhal adalah berdoa dengan doa-doa yang matsur. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 7168)

Tempat lainnya didalam shalat yang baik pula untuk berdoa adalah disaat sujud berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa."

Dibolehkan pula baginya berdoa pada saat ruku’ berdasarkan apa yang diriwayatkan Imam Bukhari dari 'Aisyah ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaca do'a dalam rukuk dan sujudnya dengan bacaan: "SUBHAANAKALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII (Maha suci Engkau wahai Tuhan kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku) '."

Juga apa yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ali bin Abi Thalib bahwa jika beliau shallallahu 'alaihi wa sallam ruku' maka beliau membaca: "ALLAHUMMA LAKA RAKA'TU WA BIKA AAMANTU WA LAKA ASLAMTU KHASYA'A LAKA SAM'II WA BASHARII WA MUKHKHII WA 'AZHMII WA 'ASHABII (Ya Allah, kepadaMu aku ruku', denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri, patuh dan tunduk kepadau pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulang-tulangku dan otot-ototku semuanya)."
Adapun tentang berdoa setelah shalat maka tidaklah ada larangannya jika dilakukan setelah berdzikir dengan dzikir-dzikir yang disyariatkan.

Markaz al Fatwa didalam fatwanya No. 583 tentang permasalahan ini menyebutkan bahwa berdoa setelah shalat adalah sesuatu yang disyariatkan, demikian pendapat jumhur ulama, dan janganlah mengatakan bahwa hal ini termasuk perbuatan bid’ah sebagaimana anggapan sebagian orang.

Sebagaimana Imam Bukhari menerjemahkan didalam kitab Shahihnya : Bab : Berdoa Setelah Shalat. Terdapat didalam hadits bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berdoa pada setiap selesai shalat apabila mengucapkan salam : 'LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHUU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI`IN QADIIR, ALLAHUMMA LAA MAANI'A LIMAA A'THAITA WALLA MU'THIYA LIMAA MANA'TA WALAA YANFA'U DZAL JADDI MINKAL JADDU (Tiada Dzat yang berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Dia yang mempunyai kekuasaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tiada yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan dan tiada yang bisa memberi apa yang Engkau halangi. Tidaklah bermanfaat kekayaan dan harta benda dari-Mu bagi pemiliknya)."

Al Hafizh Ibnu Hajar didalam penjelasan tentang hadits ini mengatakan bahwa telah dinukil dari sebagian ahli ilmu bahwa barangsiapa yang menafikan bedoa setelah berdoa secara mutlak adalah perkara yang ditolak. Kemudian beliau mencantumkan hadits-hadits yang didalamnya menyebutkan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwasiat kepada sebagian sahabat dengan doa setelah shalat, seperti : hadits Muadz :
"ALLAAHUMMA A'INNII 'ALAA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI 'IBAADATIK" (Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir dan bersyukur kepadaMu serta beribadah kepadaMu dengan baik.)

Juga hadits yang diriwayatkan oleh Muslim (dan Abu Daud) bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai shalat, beliau berdoa,“ ALLOOHUMMA ASHLIH LII DIINII ALLADZII HUWA 'ISHMATU AMRII, WA ASHLIH LII DUN-YAAYA ALLATII FIIHAA MA'AASYII, WA ASH-LIH LII AAKHIROTII ALLATII FIIHAA Meriwayatkan'AADZII, WAJ'ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LII FII KULLI KHOIRIN, WAJ'ALIL MAUTA ROOHATAN LII MIN KULLI SYARRIN "Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan!"

Orang-orang yang melarang berdoa—setelah shalat—membatasi apabila setelah salam langsung (berdoa) tanpa mengucapkan dzikir-dzikir yang disyariatkan. Adapun jika dia mengucapkan dzikir-dzikir yang disyariatkan maka mereka tidaklah melarang berdoa setelah itu.
Jadi apabila ada yang berdoa maka janganlah diinkari, dan apabila dari mereka ada yang tidak berdoa jangan pula diinkari karena didalam permasalahan ini terdapat kelapangan, dan hal ini terdapat dibawah pokok yang umum yaitu : DOA.

Akan tetapi menjadikan doa ini dalam suatu sifat khusus (tertentu), seperti seorang imam yang mengeraskan (doa) lalu orang-orang dibelakangnya mengaminkannya kemudian mereka memegang teguh perbuatan ini dan menjadikannya sesuatu yang terus menerus dilakukan adalah perkara yang baru (bid’ah) tanpa ada diragukan.
Doa Setelah Saat Shalat Tahajjud

Imam Muslim meriwayatkan dari dari Jabir ia berkata; Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu ia memohon kebaikan kepada Allah 'azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam."
Hadits tersebut berisi anjuran untuk meghidupkan malam dengan berbagai ibadah, seperti : membaca Al Qur’an, shalat tahajjud, istighfar dan berdoa terlebih lagi bahwa Allah swt turun ke langit dunia pada seperti malam terakhir.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Rabb Tabaraka wa Ta'la turun ke langit dunia pada setiap malam, yakni saat sepertiga malam terakhir seraya berfirman, 'Siapa yang berdo'a kepadaKu niscaya akan Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu niscaya akan Aku berikan dan siapa yang memohon ampun kepadaKu, niscaya akan Aku ampuni.'"

Seorang yang melakukan shalat tahajjud berarti termasuk orang yang menghidupkan malamnya dan dia berada pada suasana terbaik untuk berdoa berdasarkan hadits-hadits diatas. Dibolehkan baginya berdoa di sepanjang malam itu, baik disaat shalat tahajjudnya atau setelah tahajjud sebelum menunaikan shalat witir atau setelah shalat witir.

Dan hendaklah doa setelah shalat witir dilakukan setelah mengucapkan "SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS" sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dari Ubay bin Ka’ab. Dan dianjurkan pula untuk mengucapkan kalimat itu sebanyak tiga kali sebagaimana disebutkan didalam riwayat an Nasai.
Markaz al Fatwa didalam fatwanya No. 130969 menyebutkan bahwa membiasakan berdoa setelah witir sebelum fajar merupakan amal yang paling utama dan perbuatan mendekatkan diri kepada Allah yang paling agung sebagaimana anjuran Rasulullah shallallahu wa 'alaihi wa sallam menganjurkan untuk berdoa pada waktu ini.
Imam at Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Umamah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya; wahai Rasulullah, doa apakah yang paling di dengar? Beliau berkata: "Doa di tengah malam terakhir, serta setelah shalat-shalat wajib."

Read more

0 Adab Dalam Bersiwak

Bismillah. Alhamdulillah. Kembali lagi saudara saudara semuslimku. Adab Dalam Bersiwak. Ya Insya ALLAH dalam postingan kali ini ingin membahas tentang Adab - Adab dalam Bersiwak. Selain menjadikan mulut bersih dan sehat, siwak juga bisa menjadi jalan pintas mendapatkan ridha-Nya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda, “Siwak merupakan kebersihan bagi mulut sekaligus keridhaan bagi Rabb.” (Riwayat Ahmad).
Rasulullah SAW sangat mencintai perbuatan yang satu ini Yaitu Siwak. Hal tersebut bisa dilihat di akhir hayatnya yang tetap menyempatkan diri bersiwak. Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata: “Abdurrahman ibn Abu Bakar as-Shiddiq menemui Nabi, beliau sedang bersandar di dadaku. Kala itu, Abdurrahman membawa siwak yang basah yang biasa digunakan bersiwak. Rasulullah lalu memandang siwak tersebut (dengan pandangan yang lama). Maka aku pun mengambil siwak itu, membersihkan serta membaguskannya lalu memberikannya kepada Rasulullah. Rasul pun bersiwak dengannya. Dan tiadalah pernah aku melihat Rasulullah bersiwak yang lebih baik dari itu. Usai bersiwak, Nabi mengangkat tangannya atau jarinya lalu berkata: fi ar-Rafiq al-A`la. Nabi mengucapkannya tiga kali hingga akhirnya wafat.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).


Sejatinya, bersiwak itu tak terkait dengan waktu-waktu tertentu. Ia boleh dilakukan kapan saja. Meski demikian, ada beberapa adab dan waktu yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam bersiwak, di antaranya:

1. Memulai dari Arah Tengah
Dalam penggunaannya, biasanya Rasulullah SAW mulai bersiwak dari pertengahan, lalu ke arah kanan menuju ke arah kiri, di ulang sebanyak tiga kali. Ini sesuai kesepakatan para ulama, tak ada perbedaan (ikhtilaf) di dalamnya. (Syamail, Imam at-Tirmidzi).

2. Hendak Wudhu dan Shalat
Karena cintanya kepada perbuatan ini, hampir-hampir Rasulullah SAW memerintahkan kepada umatnya untuk bersiwak setiap kali akan wudhu atau menjelang shalat. Sabda Nabi, “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku, tentulah kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudhu. (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Dalam redaksi lain, Nabi mengucapkan, “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku tentulah kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan shalat.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

3. Memasuki Rumah
Di antara waktu yang disunnahkan bersiwak adalah ketika hendak memasuki rumah. Diriwayatkan dari Syuraih bin Hani, ia berkata: “Aku bertanya kepada Aisyah, ‘Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rasulullah jika memasuki rumahnya?” Aisyah menjawab, “Bersiwak”. (Riwayat Muslim).

4. Bangun Tidur
Nabi Muhammad SAW mencontohkan bersiwak setiap kali bangun tidur, termasuk saat bangun malam. (Riwayat Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah).
Dalam riwayat lain, Aisyah menyebutkan, “Rasulullah tak tidur pada malam atau siang hari lalu beliau bangun kecuali bersiwak terlebih dahulu sebelum wudhu.” (Riwayat Abu Daud).

5. Bersiwak Meski Sedang Puasa
Dari Amir bin Rubaiah, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah bersiwak (berulang kali hingga aku tidak bisa menghitungnya), padahal beliau sedang berpuasa.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

6. Hendak Membaca al-Qur`an
Dari Ali ibn Thalib Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah memerintahkan kami bersiwak: ‘Sesungguhnya seorang hamba jika berdiri menunaikan shalat, malaikat lalu mendatanginya, berdiri di belakangnya mendengar bacaan al-Qur`an dan mendekat. Malaikat terus mendengar dan mendekat sampai ia meletakkan mulutnya di atas mulut hamba tersebut, hingga tidaklah dia membaca satu ayat pun kecuali malaikat berada di rongganya.” (Riwayat Baihaqi).

Alhamdulillah, Itulah Adab - adab dalam bersiwak yang diajarkan Oleh Rosulullah SAW. Semoga Dengan Mengikuti Sunnahnya kita bisa menjadi Muslim yang sejati. Baca Nabi Muhammad Mulai Tak di Idolakan.
Read more

5 Tentang Islam yang harus anda tahu

Bismillah. Alhamdulillah. Akhirnya bisa ngeposting lagi sob. Lama banget yah rasanya ngga' ngepost, jadi Rindu sama Blog ini. Hehehe. Tentang Islam yang harus anda tahu. Mungkin judul yang sangat tepat untuk Postingan kali ini. Sebelumnya ane mau bilanng, bahwa Masih sedikit orang yang mengetahui Islam kaya bagaimana. Banyak yang kita tidak tahu bahwa Ilmu Islam yang biasa kita Tahu, tapi kita tidak Menyadarinya.

Okelah saudara - suadara semuslimku. Langsung aja ke intinya yaah. Ada 5 Hal yang Harus anda Tahu :)
Hal Pertama :
Rukun Ikhsan ada Berapa.?
dulu kita seiring ditanya...
"rukun islam ada berapa?" kita jawab "Lima!!" "rukun Iman ada berapa?"kita jawab "Enam!!"

tapi kita belum pernah ditanya "Rukun Ikhsan ada berapa?" kita pun bingung... padahal sebenarnya kita tahu rukun ikhsan itu.
"ibadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatnya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu"
padahal penomoran seperti rukun islam dan iman membuat kita lebih ingat. Jadi seharusnya yang kita ajarkan kepada anak-anak... bahwa Rukun Ihsan itu ada 2:
1. Beribadah seakan-akan kita melihat Allah
2. Yakin bahwa Allah sedang melihat kita...

dan rukun Ihsan adalah rukun Yang Lebih tinggi derajatnya dibandingkan Iman dan islam...
karena Ihsan adalah bukti bahwa kita Cinta Kepada Allah...
contoh:
jika kita yang belum nikah, biasanya pernah memiliki kekasih Idaman.dan saking cintanya.. kita pasti membayangkan Seolah-olah kita melihatnya, sehingga jika kita ingin bertemu dengannya, pasti harus memiliki persiapan yang bagus dan baik agar kita layak bertemu dengannya. tapi... Jika ternyata kita tahu bahwa Kekasih idaman itu sedang melihat kita,
bagaimana perasaan kita??? Biasanya kita berbunga-bunga, menjadi bahagia, dan sangat gembira. atau jika kita pengen berbuat salah, tapi tahu bahwa kita sedang dilihat kekasih kita, pasti kita langsung mengrurungkan niat. Begitu juga dengan Kekasih kita yang paling Abadi: Allah. karena itu rukun Ihsan itu rukun yang sangat penting untuk kita jalankan 
Hal Kedua :
Berhusnudzon Dengan Cara Berfikir Negatif

Caranya bagimana.? Itu bertentangan. Sebenarnya Husnudzon itu arti sesungguhnya adalah 'Berbaik sangka kepada Allah', bukan husnudzon kepada diri sendiri atau orang lain...
kenapa???
coba lihat contoh di bawah jika kita berbaik sangka kepada orang lain tanpa kepada Allah:
jika kita sedang naik motor, tiba-tiba ada motor yang lain yang menyerempet kita, lalu kita berpikir positif kepada orang itu:
"wah, ada yang menyerempet saya, mungkin dia buru-buru karena pengen ke toilet udah kebelet"
kelihatannya sih berpikir positif, tapi tahukah agan... sebenarnya dia sedang mendo'akan bahwa yang naik motor itu jadi kebelet pengen kencing padahal belum tentu itu mungkin kata2 bisa.. coba jika kalo berpikirnya kayak gini
"wah, ada yang menyerempet saya, mungkin ibunya sedang jatuh sakit" hayo... mw do'ain ibunya sakit?  jadi bagaimana sikap kita jika dihadapkan hal seperti itu?

salah satu caranya adalah: "Berpikir Negatif karena Berhusnudzon kepada Allah"
maksudnya gimana? kita ambil contoh yang tadi, Jika kita yang sedang naik motor ternyata diserempet orang lain, katakanlah:
"Mungkin ini karena dosa-dosa saya yang dahulu yang saya kerjakan, jadi Allah memperingatkan saya lewat ini.. Ya Allah terima kasih Kau dusah memperingatkanku.. Astaghfirullah.,.. Astaghfirullah... Astaghfirullah..."
berpikir bahwa kita memiliki dosa = berpikir negatif
berpikir bahwa Allah memperingatkan = Husnudzon

dan itulah yang dilakukan oleh para Nabi dan sahabat-sahabatnya serta para ulama.. jika mendapat masalah, pasti berpikir negatif bahwa ini karena dosa mereka, sehingga mereka beristighfar kepada Allah mohon Ampunannya. coba dengar saja lagu I'tiraf:
"Wahai Tuhan, ku tak layak ke surga-Mu", bukankah itu Husnudzon dengan cara berpikir negatif??
Atau Umar bin Khattab yang pernah berkata: "Apakah aku seorang Munafik?"
sehingga beliau justru meningkatkan kualitas ibadahnya dengan berpikir seperti itu? pokoknya mw berpikir negatif atau positif, Behusnudzonlah kepada Allah.. tapi berpikir negatif kepada diri sendiri akan dosa-dosa kita.
Karena Allah Tahu yang terbaik buat kita
Hal Ketiga :
ALLAH itu Jauh Tapi Dekat
Maksutnya apa.?
baiklah... ada yang berkata bahwa Allah itu Jauh di atas Arsy yang berada di langit ke tujuh... itu benar, dan kita harus meyakininya, karena ada disurat Thaahaa:5
tapi ada yang berkata bawha Allah itu sedekat urat leher.. itu benar... kita hrus meyakininya, karena ada di surat Qaaf:16
pertanyaannya:
Bagaimana bisa Allah itu Jauh sekaligus dekat?

Nah ini yang harus kita pahami.... ternyata..
Memang Allah itu sangat jauh jika dilihat dari jarak fisik atau jarak yang terlihat,
tapi sesungguhnya Allah itu sangat dekat jika dilihat dari jarak bathin atau ruhani...

Maka barang siapa yang mengejar kebahagiaan dari sisi materi , dari sisi kecantikan, atau kekayaan, maka kita akan semakin menjauh dari Allah, tapi barang siapa yang mengejar kebahagiaan dari sisi ruhani, dari sisi Keimanan, dari Sisi rasa Cinta kita kepada Allah, serta dari sisi mencari Ridho Allah... maka kita akan semakin mendekat kepada Allah

Karena itu mendekatlah lebih Jauh kepada Allah,
maka Allah akan Jauh lebih dekat dengan kita.
Hal Keempat :
Subhanallah Artinya bukan Maha Suci ALLAH
Lah, ngomong apaan sih.?
Maksudnya bukan dalam arti kata sebenarnya.Baik, mari kita lihat prakteknya...

Jika kita melihat Gunung yang sangat Indah.apa yang kita katakan??? jawabannya Subhanallah.tapi kadang kita tidak memahami... apa nyambungnya Gunung dengan Maha Suci?? kalo mw justru lebih nyambungnya ke 'Alhamdulillah?' atau 'segala puji' karena keindahan ciptaan-Nya?

dan padahal Maha Suci itu sebenarnya bahasa Arabya 'Al-Quddus'...

Ternyata..

Subhanallah itu kata dasarnya Sobaha, yang jika di kamus arab artinya adalah 'yang bergerak'

makajika dipahami implementasinya seperti ini:  "Subhanallah... Allah lah Yang Maha Menggerakkan semua ciptaan-Nya, dan Allah tidak bisa digerakkan oleh Makhluk-Nya, Sehingga DIA MAHA SUCI dari digerakkan oleh makhluk-Nya"

jadi maksudnya Maha Suci adalah 'Suci dari digerakkan atau diatur' bukan 'Suci dari Najis' itulah Mengapa 'Subhanallah' itu artinya menjadi 'Maha Suci Allah'

jadi, kita berdzikir dan bisa Memahami dzikir kita... semoga Allah Memasukkan kita ke dalam orang yang disucikan oleh-Nya.. Amiin
Hal Kelima
Kita memiliki yang ALLAH tidak miliki 
Mulai ngawur nih. Santai, akan dijelaskan ko sob.
Terjemahan Surat Al-Ikhlas :
1. Allah itu Maha Esa
2. Allah dimana Semua Makhluk Bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3. Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan
4. Dan Tak ada satupun yang menandingi Dia

Ternyata yang kita miliki tapi Allah itu tidak memiliki adalah Ayah dan Ibu
bagaimana mungkin Allah memiliki Ayah dan Ibu padahal Allah tidak diperanakkan???

dan Tahukah saudara - saudara ?? itu sebenarnya dari perkataan sahabat Rasulullah yaitu Hudzaifah... Dia berkata bahwa dia memiliki anak tapi Allah tidak.... karena Allah itu tidak beranak...
Alhamdulillah. Itulah lima Hal Yang harus diketahui, walaupun saya juga baru mengetahuinya. Semoga bisa menambah kedekatan kita kepada ALLAH SWT. Amiin

Read more

2 Inilah Sejarah Gelap Para Paus

Bismillah. Alhamdulillah. Lama Tidak ngeposting saudara semuslimku. Kali Insya ALLAH akan nulis tentang “Sejarah Gelap Para Paus – Kejahatan, Pembunuhan, dan Korupsi di Vatikan”. Judul sebuah buku yang belum lama ini diterbitkan oleh Kelompok Kompas-Gramedia (KKG). Edisi bahasa Inggris buku ini ditulis oleh Brenda Ralph Lewis dengan judul Dark History of the Popes – Vice Murder and Corruption in the Vatican.

“Benediktus IX, salah satu paus abad ke-11 yang paling hebat berskandal, yang dideskripsikan sebagai seorang yang keji, curang, buruk dan digambarkan sebagai ‘iblis dari neraka yang menyamar sebagai pendeta’.
tulah sebagian gambaran tentang kejahatan Paus Benediktus IX dalam buku ini. Riwayat hidup dan kisah kejahatan Paus ini digambarkan cukup terperinci. Benediktus IX lahir sekitar tahun 1012. Dua orang pamannya juga sudah menjadi Paus, yaitu Paus Benediktus VIII dan Paus Yohanes XIX. Ayahnya, Alberic III, yang bergelar Count Tusculum, memiliki pengaruh kuat dan mampu mengamankan singgasana Santo Petrus bagi Benediktus, meskipun saat itu usianya masih sekitar 20 tahunan.

Paus muda ini digambarkan sebagai seorang yang banyak melakukan perzinahan busuk dan pembunuhan-pembunuhan. Penggantinya, Paus Viktor III, menuntutnya dengan tuduhan melakukan ‘pemerkosaan, pembunuhan, dan tindakan-tindakan lain yang sangat keji’. Kehidupan Benediktus, lanjut Viktor, ‘Begitu keji, curang dan buruk, sehingga memikirkannya saja saya gemetar.” Benediktus juga dituduh melakukan tindak homoseksual dan bestialitas.

Kejahatan Paus Benediktus IX memang sangat luar biasa. Bukan hanya soal kejahatan seksual, tetapi ia juga menjual tahta kepausannya dengan harga 680 kg emas kepada bapak baptisnya, John Gratian. Gara-gara itu, disebutkan, ia telah menguras kekayaan Vatikan.

Paus lain yang dicatat kejahatannya dalam buku ini adalah Paus Sergius III. Diduga, Paus Sergius telah memerintahkan pembunuhan terhadap Paus Leo V dan juga antipaus Kristofer yang dicekik dalam penjara tahun 904. Dengan cara itu, ia dapat menduduki tahta suci Vatikan. Tiga tahun kemudian, ia mendapatkan seorang pacar bernama Marozia yang baru berusia 15 tahun.

Sergius III sendiri lebih tua 30 tahun dibanding Marozia. Sergius dan Marozia kemudian memiliki anak yang kelak menjadi Paus Yohanes XI, sehingga Sergius merupakan satu-satunya Paus yang tercatat memiliki anak yang juga menjadi Paus.
Sebuah buku berjudul Antapodosis menggambarkan situasi kepausan dari tahun 886-950 Masehi:

“Mereka berburu dengan menunggang kuda yang berhiaskan emas, mengadakan pesta-pesta dengan berdansa bersama para gadis ketika perburuan usai dan beristirahat dengan para pelacur (mereka) di atas ranjang-ranjang berselubung kain sutera dan sulaman-sulaman emas di atasnya. Semua uskup Roma telah menikah dan istri-istri mereka membuat pakaian-pakaian sutera dari jubah-jubah suci.”

Banyak penulis sudah mengungkap sisi gelap kehidupan kepausan. Salah satunya Peter de Rosa, penulis buku Vicars of Christ: The Dark Side of the Papacy. Buku ini juga mengungkapkan bagaimana sisi-sisi gelap kehidupan dan kebijakan tahta Vatikan yang pernah melakukan berbagai tindakan kekejaman, terutama saat menerapkan Pengadilan Gereja (Inquisisi). Kekejaman Inquisisi sudah sangat masyhur dalam sejarah Eropa. Karen Armstrong, mantan biarawati dan penulis terkenal, menyebutkan, bahwa Inquisisi adalah salah satu dari institusi Kristen yang paling jahat (one of the most evil of all Christian institutions). (Karen Armstrong, Holy War: The Crusades and Their Impact on Today’s World, (London: McMillan London Limited, 1991).

Inquisisi diterapkan terhadap berbagai golongan masyarakat yang dipandang membahayakan kepercayaan dan kekuasaan Gereja. Buku Brenda Ralph Lewis mengungkapkan dengan cukup terperinci bagaimana Gereja menindas ilmuwan seperti Galileo Galilei dan kawan-kawan yang mengajarkan teori heliosentris. Galileo (lahir 1564 M) melanjutkan teori yang dikemukakan oleh ahli astronomi asal Polandia, Nikolaus Copernicus. Tahun 1543, tepat saat kematiannya, buku Copernicus yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium, diterbitkan.

Tahun 1616, buku De Revolutionibus dimasukkan ke dalam daftar buku terlarang. Ajaran heliosentris secara resmi dilarang Gereja. Tahun 1600, Giordano Bruno dibakar hidup-hidup sampai mati, karena mengajarkan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari. Lokasi pembakaran Bruno di Campo de Fiori, Roma, saat ini didirikan patung dirinya.

Melihat situasi seperti itu, Galileo yang saat itu sudah berusia lebih dari 50 tahun, kemudian memilih sikap diam.

Pada 22 Juni 1633, setelah beberapa kali dihadirkan pada sidang Inquisisi, Galileo diputus bersalah. Pihak Inquisisi menyatakan bahwa Galileo bersalah atas tindak kejahatan yang sangat mengerikan. Galileo pun terpaksa mengaku, bahwa dia telah bersalah. Bukunya, Dialogo, telah dilarang dan tetap berada dalam indeks Buku-Buku Terlarang sampai hampei 200 tahun. Galileo sendiri dihukum penjara seumur hidup. Ia dijebloskan di penjara bawah tanah Tahta Suci Vatikan. Pada 8 Januari 1642, beberapa minggu sebelum ulang tahunnya ke-78, Galileo meninggal dunia. Tahun 1972, 330 tahun setelah kematian Galileo, Paus Yohanes Paulus II mengoreksi keputusan kepausan terdahulu dan membenarkan Galileo.

Kisah-kisah kehidupan gelap para Paus serta berbagai kebijakannya yang sangat keliru banyak terungkap dalam lembaran-lembaran sejarah Eropa. Peter de Rosa, misalnya, menceritakan, saat pasukan Napoleon menaklukkan Spanyol tahun 1808, seorang komandan pasukannya, Kolonel Lemanouski, melaporkan bahwa pastor-pastor Dominikan mengurung diri dalam biara mereka di Madrid.

Ketika pasukan Lemanouski memaksa masuk, para inquisitors itu tidak mengakui adanya ruang-ruang penyiksaan dalam biara mereka. Tetapi, setelah digeledah, pasukan Lemanouski menemukan tempat-tempat penyiksaan di ruang bawah tanah. Tempat-tempat itu penuh dengan tawanan, semuanya dalam keadaan telanjang, dan beberapa di antaranya gila.

Pasukan Prancis yang sudah terbiasa dengan kekejaman dan darah, sampai-sampai merasa muak dengan pemandangan seperti itu. Mereka lalu mengosongkan ruang-ruang penyiksaan itu, dan selanjutnya meledakaan biara tersebut.

Kejahatan penguasa-penguasa agama ini akhirnya berdampak pada munculnya gerakan liberalisasi dan sekularisasi di Eropa. Masyarakat menolak campur tangan agama (Tuhan) dalam kehidupan mereka.

Sebagian lagi bahkan menganggap agama sebagai candu, yang harus dibuang, karena selama ini agama digunakan alat penindas rakyat. Penguasa agama dan politik bersekutu menindas rakyat, sementara mereka hidup berfoya-foya di atas penderitaan rakyat. Salah satu contoh adalah Revolusi Perancis (1789), yang mengusung jargon “Liberty, Egality, Fraternity”.

Pada masa itu, para agamawan (clergy) di Perancis menempati kelas istimewa bersama para bangsawan. Mereka mendapatkan berbagai hak istimewa, termasuk pembebasan pajak. Padahal, jumlah mereka sangat kecil, yakni hanya sekitar 500.000 dari 26 juta rakyat Prancis.

Dendam masyarakat Barat terhadap keistimewaan para tokoh agama yang bersekutu dengan penguasa yang menindas rakyat semacam itu juga berpengaruh besar terhadap sikap Barat dalam memandang agama. Tidak heran, jika pada era berikutnya, muncul sikap anti pemuka agama, yang dikenal dengan istilah “anti-clericalism”. Trauma terhadap Inquisisi Gereja dan berbagai penyimpangan kekuasaan agama sangatlah mendalam, sehingga muncul fenomena “anti-clericalism” tersebut di Eropa pada abad ke-18. Sebuah ungkapan populer ketika itu, ialah: “Berhati-hatilah, jika anda berada di depan wanita, hatilah-hatilah anda jika berada di belakang keledai, dan berhati-hatilah jika berada di depan atau di belakang pendeta.” (Beware of a woman if you are in front of her, a mule if you are behind it and a priest whether you are in front or behind).” (Owen Chadwick, The Secularization of the European Mind in the Nineteenth Century, (New York: Cambridge University Press, 1975).

Trauma pada dominasi dan hegemoni kekuasaan agama (Kristen) itulah yang memunculkan paham sekularisme dalam politik, yakni memisahkan antara agama dengan politik. Mereka selalu beralasan, bahwa jika agama dicampur dengan politik, maka akan terjadi “politisasi agama”; agama haruslah dipisahkan dari negara. Agama dianggap sebagai wilayah pribadi dan politik (negara) adalah wilayah publik; agama adalah hal yang suci sedangkan politik adalah hal yang kotor dan profan.

Trauma Barat terhadap sejarah keagamaan mereka berpengaruh besar terhadap cara pandang mereka terhadap agama. Jika disebut kata “religion” maka yang teringat dalam benar mereka adalah sejarah agama Kristen, lengkap dengan doktrin, ritual, dan sejarahnya yang kelam yang diwarnai dengan inquisisi dan sejarah persekusi para ilmuwan.

Berbagai penyelewengan penguasa agama, dan pemberontakan tokoh-tokoh Kristen kepada kekuasaan Gereja yang mengklaim sebagai wakil Kristus menunjukkan bahwa konsep “infallible” (tidak dapat salah) dari Gereja sudah tergoyangkan.

Kaum Muslim, perlu mengambil hikmah dari kasus kejahatan para pemimpin Gereja ini. Ketika para tokoh agama tidak mampu menyelaraskan antara ucapan dan perilakunya, maka masyarakat akan semakin tidak percaya, bahkan bias “alergi” dengan agama. Jika orang-orang yang sudah terlanjur diberi gelar -- atau memberi gelar untuk dirinya sendiri – sebagai “ULAMA”, tidak dapat mempertanggungjawabkan amal perbuatannya, maka bukan tidak mungkin, umat akan hilang kepercayaannya kepada para ulama. Mereka akan semakin jauh dari ulama dan lebih memuja selebriti – baik selebriti seni maupun politik.

Kasus yang menimpa sejumlah tokoh agama Katolik itu dapat juga menimpa agama mana saja. Jika tokoh-tokoh partai politik Islam tidak dapat memegang amanah -- sibuk mengeruk keuntungan pribadi dan kelompoknya, tak henti-hentinya mempertontonkan konflik dan pertikaian -- maka bukan tidak mungkin, umat akan lari dari mereka dan partai mereka.

Jika para pimpinan pesantren tidak dapat memegang amanah, para ulama sibuk mengejar keuntungan duniawi, dan sebagainya, maka umat juga akan lari dari mereka. Jika orang-orang yang dianggap mengerti agama tidak mampu menjadi teladan bagi masyarakat, tentu saja sulit dibayangkan masyarakat umum akan sudi mengikuti mereka.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari semua kisah ini, untuk kebaikan umat Islam di masa yang akan datang.
Read more
 
© 2010 StiLL MusLim is proudly powered by Blogger