Showing posts with label Teladan. Show all posts
Showing posts with label Teladan. Show all posts

2 Shalat dan Ibadah tidak bisa membawa Kita Ke Surga

Bismillah, Alhamdulillah, bisa ngeposting lagi saudara semuslimku. Mungkin judul diatas mengandung banyak kontroversi, tapi memang Benar. Shalat dan Ibadah tidak bisa membawa Kita Ke Surga. Kenapa.? Berarti selama ini Shalat saya gak ada artinya.? Jangan terlalu cepat terhadap sesuatu, sebaiknya periksa dulu apakah itu benar atau salah, sama seperti pernyataan saya, saya akan memberi kisah bahwa Shalat dan Ibadah tidak bisa membawa Kita Ke Surga.

Mungkin sebagian sudah tau, atau juga sebagian belum mengetahui Kisah ini. Kisah ini terjadi pada Zaman nabi Musa a.s. dibawah ini Kisahnya, penuh dengan Makna menurut saya :)




Nabi Musa a.s. suatu hari sedang berjalan-jalan melihat keadaan umatnya. Nabi Musa a.s. melihat seseorang sedang beribadah. Umur orang itu lebih dari 500 tahun. Orang itu adalah seorang yang ahli ibadah. Nabi Musa a.s. kemudian menyapa dan mendekatinya. Setelah berbicara sejenak ahli ibadah itu bertanya kepada Nabi Musa a.s: “Wahai Musa a.s., aku telah beribadah kepada Allah s.w.t. selama 350 tahun tanpa melakukan perbuatan dosa. Di manakah Allah s.w.t. akan meletakkanku di Surga-Nya? Tolong sampaikan pertanyaanku ini kepada Allah s.w.t..” Nabi Musa a.s. mengabulkan permintaan orang itu. Nabi Musa a.s. kemudian bermunajat memohon kepada Allah s.w.t. agar Allah s.w.t. memberitahukan kepadanya di mana umatnya ini akan ditempatkan di akhirat kelak.

Allah s.w.t. berfirman, “Wahai Musa sampaikanlah kepadanya bahwa Aku akan meletakkannya di dasar Neraka-Ku yang paling dalam.” Nabi Musa a.s. kemudian mengabarkan kepada orang tersebut apa yang telah difirmankan Allah s.w.t. kepadanya. Ahli ibadah itu terkejut. Dengan perasaan sedih ia beranjak dari hadapan Nabi Musa a.s..

Malamnya ahli ibadah itu terus berfikir mengenai keadaan dirinya. Ia juga mulai terpikir bagaimana dengan keadaan saudara-saudaranya, temannya, dan orang lain yang mereka baru beribadah selama 200 tahun, 300 tahun, dan mereka yang belum beribadah sebanyak dirinya, di mana lagi tempat mereka kelak di akhirat.



Keesokan harinya ia menjumpai Nabi Musa a.s. kembali. Ia kemudian berkata kepada Nabi Musa a.s., “Wahai Musa a.s., aku rela Allah s.w.t. memasukkan aku ke dalam Neraka-Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku mohon agar setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam Neraka maka jadikanlah tubuhku ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu Neraka tertutup oleh tubuhku jadi tidak akan ada seorang pun akan masuk ke dalamnya”. Nabi Musa a.s. menyampaikan permohonan orang itu kepada Allah s.w.t. Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Nabi Musa a.s. maka Allah s.w.t. berfirman, “Wahai Musa sampaikanlah kepada umatmu itu bahwa sekarang Aku akan menempatkannya di Surga-Ku yang paling tinggi.”

Pasti ada yang bilang bahwa diatas dia Masuk Surga karena Perbuatan Amal Ibadahnya. Tetapi tidak :

“Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla menyebutkan penghuni surga dengan perbuatan terbaik mereka, lalu tiba-tiba ada orang berkata, ‘Bagaimana amalku bisa sejajar dengan amal mereka?’ Itu terjadi, sebab Allah mengampuni kesalahan perbuatan mereka dan tidak mencelanya. Ketahuilah, Allah Azza wa Jalla menyebutkan penghuni neraka dengan perbuatan paling buruk mereka, lalu tiba-tiba ada orang berkata, ‘Perbuatanku lebih baik dari perbuatan mereka.’ Itu terjadi, karena Allah Azza wa Jalla menolak perbuatan mereka yang paling baik dan tidak menerimanya.” (Abu Bakar Shiddiq ra)

Lantas apa yang membuat Umat nabi Musa Tersebut masuk Surga, sampai akhirnya Surga paling atas.? Paragraf Akhir yang saya tulis miring :)

Wahai Musa a.s., aku rela Allah s.w.t. memasukkan aku ke dalam Neraka-Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku mohon agar setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam Neraka maka jadikanlah tubuhku ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu Neraka tertutup oleh tubuhku jadi tidak akan ada seorang pun akan masuk ke dalamnya
Setelah itu Allah langsung memberikan satu tempat untuknya di Surga paling atas, yah bukan karena Ibadahnya, tapi karena Ridho ALLAH kepadanya. Nah. Ibadah, Shalat, segala Perbuatan yang dilakukan Tanpa mengharapkan Ridho dari ALLAH adalah Sia sia, Masih ingat Kata AYAH, Rubah Niat sekarang juga, semuanya harus diniatkan Agar kita mendapat Ridho dari ALLAH SWT.

Semoga artikel diatas dapat bermanfaat Saudara saudara semuslimku, jika terjadi kesalahan, maafkan Saudaramu ini, bisa dikoreksi di Kotak komentar. Hanya ALLAH yang maha benar.
Read more

0 Rahasia Kekayaan Hati

Bismillah, Alhamdulillah. Kembali lagi saudara saudara semuslimku di Blog ini. Ingin ngeposting lagi nih. Posting saya yang terdahulu sempat mengungkit tentang Rahasia Kekayaan Nabi Sulaiman. Insya ALLAH pada postingan kali ini, mau share tentang Rahasia Kekayan Hati.

Jujur, Saya selalu ingat kata kata yang saya dengar orang disekililing saya, bahkan di berita berita juga "Jadilah Orang Yang Kaya"  Yah ini selalu diingatkan, mengingat bahwa menjadi orang kaya itu penting.bahasanya hancur eu :D.

Namun, banyak orang yang tidak menyadari bahwa yang paling penting di dalam hidup ini bukanlah bagaimana menjadi kaya, tetapi bagaimana membangun orientasi akhirat atas harta yang akan kita dapatkan atau telah kita miliki.

Nah Apa Rahasia Kekayaan Hati.? 

1. Membangun Pribadi Qana’ah 
Qana’ah yaitu rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas yang berlebihan. Orang yang qana’ah selalu giat bekerja dan berusaha. Namun, bila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, ia tetap rela menerima hasil tersebut dengan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sikap ini merupakan sifat dasar seorang mukmin yang bisa mendatangkan rasa tentram dalam hidup dan menjauhkan diri dari sifat serakah dan tamak. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya beruntung orang yang masuk Islam dan rezekinya cukup dan merasa cukup dengan apa-apa yang telah Allah berikan kepadanya,” (Riwayat Muslim).

Orang yang qana’ah memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada pada dirinya adalah ketentuan Allah Ta’ala. Firman-Nya,”Tiada sesuatu mahluk yang melata di bumi melainkan ditangan Allah rezekinya.” (Huud [11]: 6)

2. Menjadi Pribadi Zuhud
Zuhud menurut bahasa berarti berpaling dari sesuatu karena hinanya sesuatu tersebut dan karena (seseorang) tidak memerlukannya. Dalam bahasa Arab terdapat ungkapan “syai`un zahidun” yang berarti “sesuatu yang rendah dan hina”. 

Menurut Al-Hasan Al-Bashri, zuhud itu bukan mengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan harta. Namun, zuhud di dunia adalah, ”Engkau lebih mempercayai apa yang ada di tangan Allah dari pada apa yang ada di tanganmu. Keadaanmu antara ketika tertimpa musibah dan tidak adalah sama saja, sebagaimana antara orang yang memujimu dengan yang mencelamu sama dalam kebenarannya.”

Hal itu timbul dari keyakinannya yang kuat dan lurus terhadap kekuasaan Allah Ta’ala. Abu Hazim az-Zahid pernah ditanya, “Berupa apakah hartamu?” Beliau menjawab, “Dua macam. Aku tidak pernah takut miskin karena percaya kepada Allah Ta’ala, dan tidak pernah mengharapkan apa yang ada di tangan manusia, sedangkan Rabb-ku adalah pemilik langit, bumi, serta apa yang berada di antara keduanya.”

Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia secara total dan menjauhinya. Lihatlah Nabi SAW, teladan bagi orang-orang yang zuhud. Beliau mempunyai sembilan istri. Para Sahabat juga mempunyai istri-istri dan harta. Di antara mereka bahkan sangat kaya raya. Semuanya ini tidaklah mengeluarkan mereka dari hakikat zuhud yang sebenarnya.

Dalam Hadits qudsi Allah Ta’ala berfirman, “Wahai anak Adam, kosongkanlah gudangmu untuk memenuhi apa yang ada di sisi-Ku. Engkau akan selamat dari kebakaran, kebanjiran, pencurian, dan kejahatan. Itu semua lebih engkau butuhkan,” (Riwayat Thabrani dan Baihaqi). 

3. Menjadi Insan Bersyukur
 Diberi kesempatan hidup saja sudah merupakan anugrah dan kenikmatan yang luar biasa, apalagi ditambah dengan berbagai macam nikmat lainnya. Orang yang tidak merasa pernah cukup terhadap nikmat yang sudah diberikan, selamanya akan miskin. Adapun orang yang ridha dan bersyukur maka dialah orang kaya yang sesungguhnya.

Imam Syafii pernah berpesan, “In kunta dza qalbin qanu’in, fa anta wa malikuddun-ya sawa’u (bila engkau memiliki hati yang penuh [ridha dan puas dengan karunia] maka engkau dan raja dunia itu sama saja.”
Yang membuat seseorang tidak bersyukur adalah karena hidupnya dipenuhi oleh keinginan yang tak berujung. Di sinilah urgensi kesadaran akan banyaknya nikmat Allah Ta’ala sehingga diperlukan kesyukuran sebagai tanda kekayaan hati. Sehingga ukurannya kekayaan bukanlah melimpahnya harta.

4. Menjadi Pribadi yang Senang Memberi
Islam mengajarkan umatnya agar menjadi pemberi dan bukan sebaliknya. Sebab, tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Tatkala seseorang telah bermental pemberi, maka mereka merasa sukses karena keinginan jiwanya itu telah terpenuhi.

Orang seperti ini biasanya tidak suka mengumpulkan harta benda, bahkan merasa risih dan malu untuk melakukannya. Bagaimana mungkin ia akan mengambil harta yang bukan haknya sedangkan harta miliknya saja diberikan kepada orang lain.

 Berdasarkan dalil dan kenyataan empirik, siapa pun yang banyak memberi ia akan banyak menerima pula.
Imam Al-Qayyim berkata, “Sesungguhnya sedekah (memberi) memiliki khasiat yang menakjubkan dalam menangkal bahaya sekalipun orang yang bersedekah adalah orang yang berbuat dosa, zalim, atau bahkan kafir. Maka dari itu dengan sedekah, sungguh Allah Ta’ala menahan bagi penderma berbagai macam bahaya. Hal ini sudah diketahui seluruh penduduk bumi. Mereka telah memahami kebaikan yang luar biasa dari sedekah, karena mereka telah mencobanya,” (Buku Rahasia di Balik Sedekah oleh Ibrahim Fathi Abdul Muqtadar)

Kiat Membangun Mental Kaya

Mental kaya sesungguhnya dapat dibiasakan atau dilatih hingga seseorang yang awalnya pelit dapat berubah menjadi dermawan. Adapun untuk mengembangkan mental kaya, cara-cara berikut ini bisa kita terapkan:

Pertama, menyakini bahwa harta yang mutlak kita miliki adalah harta yang diberikan sebagai wujud ketaatan terhadap Allah Ta’ala, dan sebagai amal jariyah untuk mendapatkan janji dan jaminan Allah Ta’ala.

Di dalam al-Qur`an surat Ali Imran [3] ayat 133-134, Allah Ta’ala telah menjelaskan bahwa orang yang bertakwa itu adalah orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit.
Kedua, tidak takut miskin karena rajin bersedekah, sebagaimana nasehat Rasulullah SAW kepada Shahabat Bilal: “Bersedekahlah wahai Bilal! Jangan takut kekurangan dari pemilik ‘Arsy,” (Riwayat Bazzar dan Thabrani).

Pada dasarnya harta adalah milik Allah Ta’ala. Manusia hanyalah pengelola saja. Bagi orang-orang mukmin, keberadaannya mutlak sudah bertransaksi dengan Allah Ta’ala seperti firman-Nya, “sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka… (At-Taubah [9]: 111) 

Ketiga, takut ancaman dan hukuman dari Allah Ta’ala untuk orang-orang bakhil. Hal ini dijelaskan oleh Allah Ta’ala dalam al-Quran surat Ali Imran [3] ayat 180, bahwa kelak, harta yang mereka bakhilkan akan dikalungkan di leher mereka pada hari kiamat.

Keempat, meyakini bahwa pemberian yang ia lakukan pada hakekatnya adalah untuk dirinya sendiri, bukan orang lain yang menikmatinya.

Barangsiapa takut kepada Allah Ta’ala dalam masalah harta lalu membelanjakannya sesuai dengan yang diridhai-Nya, atau untuk menolong agama-Nya, niscaya Allah Ta’ala akan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka. Allah Ta’ala berfirman,”Dan kebaikan apa saja yg engkau perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh-nya disisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. (Al-Muddatstsir [74]: 20)

Kelima, memiliki keinginan kuat untuk mendapatkan naungan pada Hari Pembalasan, yakni saat kesulitan manusia memuncak dan matahari didekatkan dengan ubun-ubun manusia.

Ketika itulah orang-orang yang suka bersedekah mendapat jaminan. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah disebutkan, ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya. Salah satunya adalah, “Laki-laki yang bersedekah dan menyembunyikannya, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan oleh tangan kanannya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Semoga postingan diatas dapat bermanfaat terutama bagi diri saya sendiri :)
Read more

5 Tentang Islam yang harus anda tahu

Bismillah. Alhamdulillah. Akhirnya bisa ngeposting lagi sob. Lama banget yah rasanya ngga' ngepost, jadi Rindu sama Blog ini. Hehehe. Tentang Islam yang harus anda tahu. Mungkin judul yang sangat tepat untuk Postingan kali ini. Sebelumnya ane mau bilanng, bahwa Masih sedikit orang yang mengetahui Islam kaya bagaimana. Banyak yang kita tidak tahu bahwa Ilmu Islam yang biasa kita Tahu, tapi kita tidak Menyadarinya.

Okelah saudara - suadara semuslimku. Langsung aja ke intinya yaah. Ada 5 Hal yang Harus anda Tahu :)
Hal Pertama :
Rukun Ikhsan ada Berapa.?
dulu kita seiring ditanya...
"rukun islam ada berapa?" kita jawab "Lima!!" "rukun Iman ada berapa?"kita jawab "Enam!!"

tapi kita belum pernah ditanya "Rukun Ikhsan ada berapa?" kita pun bingung... padahal sebenarnya kita tahu rukun ikhsan itu.
"ibadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatnya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu"
padahal penomoran seperti rukun islam dan iman membuat kita lebih ingat. Jadi seharusnya yang kita ajarkan kepada anak-anak... bahwa Rukun Ihsan itu ada 2:
1. Beribadah seakan-akan kita melihat Allah
2. Yakin bahwa Allah sedang melihat kita...

dan rukun Ihsan adalah rukun Yang Lebih tinggi derajatnya dibandingkan Iman dan islam...
karena Ihsan adalah bukti bahwa kita Cinta Kepada Allah...
contoh:
jika kita yang belum nikah, biasanya pernah memiliki kekasih Idaman.dan saking cintanya.. kita pasti membayangkan Seolah-olah kita melihatnya, sehingga jika kita ingin bertemu dengannya, pasti harus memiliki persiapan yang bagus dan baik agar kita layak bertemu dengannya. tapi... Jika ternyata kita tahu bahwa Kekasih idaman itu sedang melihat kita,
bagaimana perasaan kita??? Biasanya kita berbunga-bunga, menjadi bahagia, dan sangat gembira. atau jika kita pengen berbuat salah, tapi tahu bahwa kita sedang dilihat kekasih kita, pasti kita langsung mengrurungkan niat. Begitu juga dengan Kekasih kita yang paling Abadi: Allah. karena itu rukun Ihsan itu rukun yang sangat penting untuk kita jalankan 
Hal Kedua :
Berhusnudzon Dengan Cara Berfikir Negatif

Caranya bagimana.? Itu bertentangan. Sebenarnya Husnudzon itu arti sesungguhnya adalah 'Berbaik sangka kepada Allah', bukan husnudzon kepada diri sendiri atau orang lain...
kenapa???
coba lihat contoh di bawah jika kita berbaik sangka kepada orang lain tanpa kepada Allah:
jika kita sedang naik motor, tiba-tiba ada motor yang lain yang menyerempet kita, lalu kita berpikir positif kepada orang itu:
"wah, ada yang menyerempet saya, mungkin dia buru-buru karena pengen ke toilet udah kebelet"
kelihatannya sih berpikir positif, tapi tahukah agan... sebenarnya dia sedang mendo'akan bahwa yang naik motor itu jadi kebelet pengen kencing padahal belum tentu itu mungkin kata2 bisa.. coba jika kalo berpikirnya kayak gini
"wah, ada yang menyerempet saya, mungkin ibunya sedang jatuh sakit" hayo... mw do'ain ibunya sakit?  jadi bagaimana sikap kita jika dihadapkan hal seperti itu?

salah satu caranya adalah: "Berpikir Negatif karena Berhusnudzon kepada Allah"
maksudnya gimana? kita ambil contoh yang tadi, Jika kita yang sedang naik motor ternyata diserempet orang lain, katakanlah:
"Mungkin ini karena dosa-dosa saya yang dahulu yang saya kerjakan, jadi Allah memperingatkan saya lewat ini.. Ya Allah terima kasih Kau dusah memperingatkanku.. Astaghfirullah.,.. Astaghfirullah... Astaghfirullah..."
berpikir bahwa kita memiliki dosa = berpikir negatif
berpikir bahwa Allah memperingatkan = Husnudzon

dan itulah yang dilakukan oleh para Nabi dan sahabat-sahabatnya serta para ulama.. jika mendapat masalah, pasti berpikir negatif bahwa ini karena dosa mereka, sehingga mereka beristighfar kepada Allah mohon Ampunannya. coba dengar saja lagu I'tiraf:
"Wahai Tuhan, ku tak layak ke surga-Mu", bukankah itu Husnudzon dengan cara berpikir negatif??
Atau Umar bin Khattab yang pernah berkata: "Apakah aku seorang Munafik?"
sehingga beliau justru meningkatkan kualitas ibadahnya dengan berpikir seperti itu? pokoknya mw berpikir negatif atau positif, Behusnudzonlah kepada Allah.. tapi berpikir negatif kepada diri sendiri akan dosa-dosa kita.
Karena Allah Tahu yang terbaik buat kita
Hal Ketiga :
ALLAH itu Jauh Tapi Dekat
Maksutnya apa.?
baiklah... ada yang berkata bahwa Allah itu Jauh di atas Arsy yang berada di langit ke tujuh... itu benar, dan kita harus meyakininya, karena ada disurat Thaahaa:5
tapi ada yang berkata bawha Allah itu sedekat urat leher.. itu benar... kita hrus meyakininya, karena ada di surat Qaaf:16
pertanyaannya:
Bagaimana bisa Allah itu Jauh sekaligus dekat?

Nah ini yang harus kita pahami.... ternyata..
Memang Allah itu sangat jauh jika dilihat dari jarak fisik atau jarak yang terlihat,
tapi sesungguhnya Allah itu sangat dekat jika dilihat dari jarak bathin atau ruhani...

Maka barang siapa yang mengejar kebahagiaan dari sisi materi , dari sisi kecantikan, atau kekayaan, maka kita akan semakin menjauh dari Allah, tapi barang siapa yang mengejar kebahagiaan dari sisi ruhani, dari sisi Keimanan, dari Sisi rasa Cinta kita kepada Allah, serta dari sisi mencari Ridho Allah... maka kita akan semakin mendekat kepada Allah

Karena itu mendekatlah lebih Jauh kepada Allah,
maka Allah akan Jauh lebih dekat dengan kita.
Hal Keempat :
Subhanallah Artinya bukan Maha Suci ALLAH
Lah, ngomong apaan sih.?
Maksudnya bukan dalam arti kata sebenarnya.Baik, mari kita lihat prakteknya...

Jika kita melihat Gunung yang sangat Indah.apa yang kita katakan??? jawabannya Subhanallah.tapi kadang kita tidak memahami... apa nyambungnya Gunung dengan Maha Suci?? kalo mw justru lebih nyambungnya ke 'Alhamdulillah?' atau 'segala puji' karena keindahan ciptaan-Nya?

dan padahal Maha Suci itu sebenarnya bahasa Arabya 'Al-Quddus'...

Ternyata..

Subhanallah itu kata dasarnya Sobaha, yang jika di kamus arab artinya adalah 'yang bergerak'

makajika dipahami implementasinya seperti ini:  "Subhanallah... Allah lah Yang Maha Menggerakkan semua ciptaan-Nya, dan Allah tidak bisa digerakkan oleh Makhluk-Nya, Sehingga DIA MAHA SUCI dari digerakkan oleh makhluk-Nya"

jadi maksudnya Maha Suci adalah 'Suci dari digerakkan atau diatur' bukan 'Suci dari Najis' itulah Mengapa 'Subhanallah' itu artinya menjadi 'Maha Suci Allah'

jadi, kita berdzikir dan bisa Memahami dzikir kita... semoga Allah Memasukkan kita ke dalam orang yang disucikan oleh-Nya.. Amiin
Hal Kelima
Kita memiliki yang ALLAH tidak miliki 
Mulai ngawur nih. Santai, akan dijelaskan ko sob.
Terjemahan Surat Al-Ikhlas :
1. Allah itu Maha Esa
2. Allah dimana Semua Makhluk Bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3. Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan
4. Dan Tak ada satupun yang menandingi Dia

Ternyata yang kita miliki tapi Allah itu tidak memiliki adalah Ayah dan Ibu
bagaimana mungkin Allah memiliki Ayah dan Ibu padahal Allah tidak diperanakkan???

dan Tahukah saudara - saudara ?? itu sebenarnya dari perkataan sahabat Rasulullah yaitu Hudzaifah... Dia berkata bahwa dia memiliki anak tapi Allah tidak.... karena Allah itu tidak beranak...
Alhamdulillah. Itulah lima Hal Yang harus diketahui, walaupun saya juga baru mengetahuinya. Semoga bisa menambah kedekatan kita kepada ALLAH SWT. Amiin

Read more

3 10 Dosa Kaum Nabi Luth Yang Banyak Dilakukan DiIndonesia

Bismillah, Alhamdulillah, bisa ngeposting lagi saudara saudara semuslimku, mungkin postingan kali ini menyangkut tentang Postingan saya yang lalu, Penyebab Bencana di Indonesia. Isnya ALLAH kali ini tentang 10 Dosa Kaum Nabi Luth yang Banyak dilakukan Indonesia, Naudzubillah.

Nashir Bin Hamd al-Fadh, dalam karyanya berjudul "At-Tibyan fi Kufri Man A'ana al-Amrikan" menjelaskan 10 (sepuluh) kelakuan mungkar yang umum dilakukan umat Nabi Luth, yaitu :

Adakah kita bisa mengambil iktibar dari kejadian Umat Nabi Luth untuk kita bisa hindari dan mengubahnya menjadi sebuah kebaikan bagi kita , Bangsa Indonesia, yang terus dihantam Ujian dan Musibah ini ?

1. Mempermainkan burung merpati
Fungsi burung merpati zaman dahulu adalah sebagai pembawa pesan/kabar antar pulau. Dari wacana inilah kita bisa menyimpulkan bahwa Kabar disini bukanlah sembarang kabar, melainkan Kabar dari Sang Penguasa Alam, yaitu Al-Qur'an. Sifat Penolakan dari Masyarakat Indonesia yang majemuk kepada Al-Qur'an adalah SUMBER MURKA ALLAH NOMOR 1 DI INDONESIA.

Introspeksi :
Adanya JIL dan segolongan orang MENOLAK Hukum Syariat Islam. Seperti Hukum Waris, Jilbab, bahkan ada segolongan perempuan muslimah di Indonesia yang mengatasnamakan persamaan gender dengan menolak jilbab.

2. Memanah Buah-buahan
Buah-buahan disini adalah nikmat Allah secara materi dan ruhani. Memanah buah-buahan artinya membuang nikmat Allah dan menjadikannya permainan belaka. Nikmat Allah terbesar adalah Ad-Din Islam. Dan betapa banyak pemimpin rakyat Indonesia melecehkan para Ulama dengan menangkapnya berdasar tuduhan Teroris seperti Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dan beberapa pemuda lainnya yang belum tentu kebenarannya.

3. Bertepuk tangan
Artinya bergembira ketika melihat maksiat dilakukan orang lain dengan alasan masing-masing memiliki urusan pribadi yang tidak boleh dilanggar Hak nya.

Ini juga bisa berarti mengadu domba antara pihak yang sedang bertikai/bermusuhan (dua telapak tangan beradu, mengeluarkan suara keras). Lihat saja, Islam dimusuhi dan dijadikan bemper teroris oleh kaum barat, dan celakanya pemimpin kita yang notabene muslim mengamini nya dan mengatakan bahwa mereka tidak rela jika syariat Islam dijalankan di Indonesia

4. Hidup Bermewah-Mewahan
Banyak kalangan pejabat dari eksekutif, legislatif yang melupakan janji-janji mereka saat kampanye, dengan memperkaya diri (illegal way, KKN) dan merendahkan kaum rakyat yang sudah memilihnya.

5. Rambut Gondrong
Sistem hukum, ekonomi, kehidupan pemerintahan dan rakyat bukan mengadaptasi dari Quran dan Sunnah melainkan dari hukum kolonialisme barat seperti : sekularisme (mendustakan kehidupan akhirat), liberalisme (kebebasan dalam segala hal, tidak perlu adanya hukum syariat Islam dan bebas dalam hidup ala yahudi )

Dan lihat saja, anak muda Islam Indonesia pun banyak berpenampilan macam kaum barat dan juga berpikiran (fikroh) model free sex, dan keburukan-keburukan lain yang dianggap mereka adalah kemajuan zaman dan pola hidup yang ideal.

6. Meletuskan sesuatu dikunyah
Ini simbol dari banyaknya FITNAH, GHIBAH, DAN ISYU GLOBAL yang disukai dan dijadikan panutan ketimbang Qur'an dan Sunnah.

Tingginya rating televisi saat Infotainment dan acara sinetron yang menyajikan cinta monyet dan gombal merasuki kehidupan remaja muslim Indonesia dan ibu-ibu rumah tangga.

Kemudian isyu-isyu tersebut tiba-tiba mencuat ke permukaan dan menimbulkan kecemasan masyarakat dalam kehidupan beragama. Contoh banyak munculnya nabi baru, dan aliran sesat baru lainnya. Banyaknya yang mengklaim bahwa mereka adalah ISLAM paling benar dan HAQ, dan kaum muslim yang tidak tergabung dalam komunitas mereka adalah KAFIR/SESAT seperti LDII dll.

7. Menjuraikan KAIN
Kain berfungsi sebagai penutup aurat dan menjaga kesehatan. Ini juga bisa berarti bahwa hidup dalam bidang apapun masyarakat kita sudah berlebih-lebihan, contoh dalam berpakaian, bersikap kepada musuh/lawan, mengadili seseorang bersalah dll

8. Menggusur atau Menyita Rumah Orang Lain
Ini bukan simbol, tapi kenyataan sudah terjadi banyak akhir-akhir ini. Lihat saja, banyak rakyat menangis, ketakutan dan menjadi tuna wisma karena rumah mereka digusur dan diusir, padahal mereka memiliki status tanah sah di mata hukum.

9. Homoseks/Lesbian
Inilah dosa utama kaum Nabi Luth yang lantas diazab oleh Allah dengan segera. Bahkan konon , tidak ada satu penduduk negeri Sodom yang ditinggalkan oleh Allah, sampai-sampai pedagang Sodom yang sedang berdagang di negeri Syam ditunggu Allah kedatangannya untuk diazab bersama kaum Luth yang lain.

10. Minum minuman keras
Inilah pangkal dari maksiat. Karena miras bisa membawa kepada keburukan / maksiat yang lain yang dimurkai Allah. Dan Indonesia ternyata belum sepenuhnya bebas MIRAS DAN NARKOBA.

Mari kita perhatikan Firman Allah dalam Qur'an Surat Ibrahim (14) No. Ayat : 28

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُواْ نِعْمَةَ اللّهِ كُفْراً وَأَحَلُّواْ قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar ni'mat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?,

Mudah-mudahan ini bisa menjadikan pelajaran berharga buat Indonesia untuk mencari kebaikan dunia akhirat diatas kemungkaran dan maksiat.

Subhanakkallahuma wabihamdika Asyhadu Ala illaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaik

Indonesia Menangis Karena Banyak Tertawa & Ingkar kepada Allah & Rasul Nya, Baca Air Mata Sunnah
Read more

2 Perjalanan Sufi Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a

Bismillah, Alhamdulillah bisa ngeposting lagi sob, setelah beberapa hari tidak ngepost, akhirnya di pagi yang indah ini isa ngeposting. Walaupun bukan ahsil karya saya sendiri, Artikel Perjalanan Sufi Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a Saya dapat dari teman FB saya yang memberi dan minta tolong di Post. Alhamdulillah.


Syadziliyah adalah nama suatu desa di benua Afrika yang merupakan nisbat nama Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. Beliau pernah bermukim di Iskandar sekitar tahun 656 H. Beliau wafat dalam perjalanan haji dan dimakamkan di padang Idzaab Mesir. Sebuah padang pasir yang tadinya airnya asin menjadi tawar sebab keramat Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. Beliau belajar ilmu thariqah dan hakikat setelah matang dalam ilmu fiqihnya. Bahkan beliau tak pernah terkalahkan setiap berdebat dengan ulama-ulama ahli fiqih pada masa itu. Dalam mempelajari ilmu hakikat, beliau berguru kepada wali quthub yang agung dan masyhur yaitu Syekh Abdus Salam Ibnu Masyisy, dan akhirnya beliau yang meneruskan quthbiyahnya dan menjadi Imam Al-Auliya’.

Peninggalan ampuh sampai sekarang yang sering diamalkan oleh umat Islam adalah Hizb Nashr dan Hizb Bahr, di samping Thariqah Syadziliyah yang banyak sekali pengikutnya. Hizb Bahr merupakan Hizb yang diterima langsung dari Rasulullah saw. yang dibacakan langsung satu persatu hurufnya oleh beliau saw. Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. pernah ber-riadhah selama 80 hari tidak makan, dengan disertai dzikir dan membaca shalawat yang tidak pernah berhenti. Pada saat itu beliau merasa tujuannya untuk wushul (sampai) kepada Allah swt. telah tercapai. Kemudian datanglah seorang perempuan yang keluar dari gua dengan wajah yang sangat menawan dan bercahaya. Dia menghampiri beliau dan berkata, ”Sungguh sangat sial, lapar selama 80 hari saja sudah merasa berhasil, sedangkan aku sudah enam bulan lamanya belum pernah merasakan makanan sedikitpun”. Suatu ketika saat berkelana, beliau berkata dalam hati, “Ya Allah, kapankah aku bisa menjadi hamba-Mu yang bersyukur?”. Kemudian terdengarlah suara, “Kalau kamu sudah mengerti dan merasa bahwa yang diberi nikmat hanya kamu saja”. Beliau berkata lagi, “Bagaimana saya bisa begitu, padahal Engkau sudah memberi nikmat kepada para Nabi, Ulama dan Raja?”. Kemudian terdengarlah suara lagi, “Jika tidak ada Nabi, kamu tidak akan mendapat petunjuk, jika tidak ada Ulama kamu tidak akan bisa ikut bagaimana caranya beribadah, jika tidak ada Raja kamu tidak akan merasa aman. Itu semua adalah nikmat dari-Ku yang kuberikan hanya untukmu”.

Beliau pernah khalwat (menyendiri) dalam sebuah gua agar bisa wushul (sampai) kepada Allah swt. Lalu beliau berkata dalam hatinya, bahwa besok hatinya akan terbuka. Kemudian seorang waliyullah mendatangi beliau dan berkata, “Bagaimana mungkin orang yang berkata besok hatinya akan terbuka bisa menjadi wali. Aduh hai badan, kenapa kamu beribadah bukan karena Allah (hanya ingin menuruti nafsu menjadi wali)”. Setelah itu beliau sadar dan faham dari mana datangnya orang tadi. Segera saja beliau bertaubat dan minta ampun kepada Allah swt. Tidak lama kemudian hati Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. sudah di buka oleh Allah swt.

Demikian di antara bidayah (permulaaan) Syekh Abul Hasan As-Syadzili. Beliau pernah dimintai penjelasan tentang siapa saja yang menjadi gurunya? Sabdanya, “Guruku adalah Syekh Abdus Salam Ibnu Masyisy, akan tetapi sekarang aku sudah menyelami dan minum sepuluh lautan ilmu. Lima dari bumi yaitu dari Rasululah saw, Abu Bakar r.a, Umar bin Khattab r.a, Ustman bin ‘Affan r.a dan Ali bin Abi Thalib r.a, dan lima dari langit yaitu dari malaikat Jibril, Mika’il, Isrofil, Izro’il dan ruh yang agung.

Beliau pernah berkata, “Aku diberi tahu catatan muridku dan muridnya muridku, semua sampai hari kiamat, yang lebarnya sejauh mata memandang, semua itu mereka bebas dari neraka. Jikalau lisanku tak terkendalikan oleh syariat, aku pasti bisa memberi tahu tentang kejadian apa saja yang akan terjadi besok sampai hari kiamat”. Syekh Abu Abdillah Asy-Syathibi berkata, “Aku setiap malam banyak membaca Radiya Allahu ‘An Asy-Syekh Abil Hasan dan dengan ini aku berwasilah meminta kepada Allah swt apa yang menjadi hajatku, maka terkabulkanlah apa saja permintaanku”. Lalu aku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw. dan aku bertanya, “Ya Rasulallah, kalau seusai shalat lalu berwasilah membaca Radiya Allahu ‘An Asy-Syekh Abil Hasan dan aku meminta apa saja kepada Allah swty. apa yang menjadi kebutuhanku lalu dikabulkan, seperti hal tersebut apakah diperbolehkan atau tidak?”. Lalu Nabi saw. Menjawab, “Abul Hasan itu anakku lahir batin, anak itu bagian yang tak terpisahkan dari orang tuanya, maka barang siapa bertawashul kepada Abul Hasan, maka berarti dia sama saja bertawashul kepadaku”.

Pada suatu hari dalam sebuah pengajian Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. menerangkan tentang zuhud, dan di dalam majelis terdapat seorang faqir yang berpakaian seadanya, sedang waktu itu Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili berpakaian serba bagus. Lalu dalam hati orang faqir tadi berkata, “Bagaimana mungkin Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. berbicara tentang zuhud sedang beliau sendiri pakaiannya bagus-bagus. Yang bisa dikatakan lebih zuhud adalah aku karena pakaianku jelek-jelek”. Kemudian Syekh Abul Hasan menoleh kepada orang itu dan berkata, “Pakaianmu yang seperti itu adalah pakaian yang mengundang senang dunia karena dengan pakaian itu kamu merasa dipandang orang sebagai orang zuhud. Kalau pakaianku ini mengundang orang menamakanku orang kaya dan orang tidak menganggap aku sebagai orang zuhud, karena zuhud itu adalah makam dan kedudukan yang tinggi”. Orang fakir tadi lalu berdiri dan berkata, “Demi Allah, memang hatiku berkata aku adalah orang yang zuhud. Aku sekarang minta ampun kepada Allah dan bertaubat”.

Di antara Ungkapan Mutiara Syekh Abul Hasan Asy-Syadili:
1. Tidak ada dosa yang lebih besar dari dua perkara ini : pertama, senang dunia dan memilih dunia mengalahkan akherat. Kedua, ridha menetapi kebodohan tidak mau meningkatkan ilmunya.
2. Sebab-sebab sempit dan susah fikiran itu ada tiga : pertama, karena berbuat dosa dan untuk mengatasinya dengan bertaubat dan beristiqhfar. Kedua, karena kehilangan dunia, maka kembalikanlah kepada Allah swt. sadarlah bahwa itu bukan kepunyaanmu dan hanya titipan dan akan ditarik kembali oleh Allah swt. Ketiga, disakiti orang lain, kalau karena dianiaya oleh orang lain maka bersabarlah dan sadarlah bahwa semua itu yang membikin Allah swt. untuk mengujimu.
Kalau Allah swt. belum memberi tahu apa sebabnya sempit atau susah, maka tenanglah mengikuti jalannya taqdir ilahi. Memang masih berada di bawah awan yang sedang melintas berjalan (awan itu berguna dan lama-lama akan hilang dengan sendirinya). Ada satu perkara yang barang siapa bisa menjalankan akan bisa menjadi pemimpin yaitu berpaling dari dunia dan bertahan diri dari perbuatan dhalimnya ahli dunia. Setiap keramat (kemuliaan) yang tidak bersamaan dengan ridha Allah swt. dan tidak bersamaan dengan senang kepada Allah dan senangnya Allah, maka orang tersebut terbujuk syetan dan menjadi orang yang rusak. Keramat itu tidak diberikan kepada orang yang mencarinya dan menuruti keinginan nafsunya dan tidak pula diberikan kepada orang yang badannya digunakan untuk mencari keramat. Yang diberi keramat hanya orang yang tidak merasa diri dan amalnya, akan tetapi dia selalu tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang disenangi Allah dan merasa mendapat anugerah (fadhal) dari Allah semata, tidak menaruh harapan dari kebiasaan diri dan amalnya.
Di antara keramatnya para Shidiqin ialah :
1. Selalu taat dan ingat pada Allah swt. secara istiqamah (kontineu).
2. Zuhud (meninggalkan hal-hal yang bersifat duniawi).
3. Bisa menjalankan perkara yang luar bisa, seperti melipat bumi, berjalan di atas air dan sebagainya.
Diantara keramatnya Wali Qutub ialah :
1. Mampu memberi bantuan berupa rahmat dan pemeliharaan yang khusus dari Allah swt.
2. Mampu menggantikan Wali Qutub yang lain.
3. Mampu membantu malaikat memikul Arsy.
4. Hatinya terbuka dari haqiqat dzatnya Allah swt. dengan disertai sifat-sifat-Nya.

Kamu jangan menunda ta’at di satu waktu, pada waktu yang lain, agar kamu tidak tersiksa dengan habisnya waktu untuk berta’at (tidak bisa menjalankan) sebagai balasan yang kamu sia-siakan. Karena setiap waktu itu ada jatah ta’at pengabdian tersendiri. Kamu jangan menyebarkan ilmu yang bertujuan agar manusia membetulkanmu dan menganggap baik kepadamu, akan tetapi sebarkanlah ilmu dengan tujuan agar Allah swt. membenarkanmu. Radiya allahu ‘anhu wa ‘aada ‘alaina min barakatihi wa anwarihi wa asrorihi wa ‘uluumihi wa ahlakihi, Allahumma Amiin. (Al-Mihrab).

Read more

3 Rahasia Kekayaan Nabi Sulaiman a.s

Bismillah, Alhamdulillah bisa ngeposting lagi sob, setelah beberapa hari lalu free karena urusan internal yang numpuk, hhe, sekarang dapat Ide untuk ngeposting lagi saudara saudara semuslimku, kali ini tentang Rahasia Kekayaan Nai Sualiaman. Yang menurut saya sangat sederhana mengapa Nabi Sulaiman diberi Harta yang begitu melimpah oleh ALLAH SWT.

Rasanya Gelar yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman Sebagai Orang Terkaya sudah diketahui oleh banyak orang, tetapi, rahasia mengapa dia Kaya, mungkin masih ada sebagaian kita yang tau, dan ada juga yang belum mengetahui, ane ingin menulis pendapat ane tentang Rahasia Kekayaan Nabi Sulaiman ini, agar kita semua bisa mengikuti jejaknya Amin.

Lantas apa yang menjadi Rahasia Kekayaan Nabi Sulaiman a.s.? menurut ane sangat sederhana, yaitu ketaatannya kepada ALLAH SWT, dan sifatnya yang sering Bersyukur. Itulah kunci kekayaan Nabi Sulaiman a.s. sebagaimana dalam Firman ALLAH.


Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."  (Q.S 14 : 7 )

maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya. (Q.S 21 : 79)

Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik- baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya), (Q.S 38 : 30)

Subhanallah, Dengan ketaatan Nabi Sulaiman diberi Ilmu yang begitu luas dan kekayaan yang begitu melimpah. Lantas bagaimana  dengan kita.? HHe, di jawab sendiri yah. Terkadang kita masih sering tidak mensyukuri Nikmat yang ALLAH SWT berikan. Dan kadang kali selalu merasa tidak puas dengan apa yang kita miliki. Ya begitulah Manusia sobat.

Semoga Artikel di atas bisa membuat kita lebih taat kepada ALLAH SWT, dan menjadi Insan yang lebih banyak bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh ALLAH SWT. Jika ada kata – kata yang kurang berkenan di hati jangan sungkan untuk member kritik di Kotak Komentar.
Read more

15 Orang yang Dapat mengkiamatkan Dunia

Bismillah, Alhamdulillah, bisa ngeposting lagi sob,jika yang lalu menceritakan tentang dari Mana asal Api Neraka, kali ini menceritakan tentang Kisah Orang yang Bisa Mengkiamatkan Dunia, siapakah Orang Itu.? Orang itu sangat Istimewa, apapun do'anya pasti dikabulkan Oleh ALLAH SWT. Namanya adalah Uwais.

Uwais adalah seorang wali besar pada masa Tabi'in dan paling wara'. Jauh sebelum beliau dilahirkan, Rasulullah telah menceritakan kepada para sahabatnya,diantaranya Abu Bakar, Umar, Ali dan Usman serta beberapa sahabat lainnya seperti dalam sabdanya, "Hai Umar, kelak jika mendapati seseorang yg bernama Uwais al Qarani, mintalah kepadanya barakah dan doa kepada Tuhan, sebab orang itu seandainya meminta kepada Tuhan agar dunia ini kiamat maka pada saat itu pula Allah akan mengabulkannya"dan lagi sabda Beliau, "Seandainya Beliau bersumpah kepada Allah atas sesuatu maka Allah pun menerima dan mengabulkannya"

Umar yakin bahwa dialah yang akan mendapati orang tersebut karena namanya disebut oleh Rasulullah. Pada masa khalifah Abu Bakar, orang tersebut belum juga diketahui, nanti setelah pemerintahan Umar bin khattab, Umar teringat ucapan Rasulullah tentang Uwais al Qarani yang berasal dari Yaman, maka Umar memerintahkan Gubernur Yaman untuk mencari dan menyelidiki rakyatnya yg bernama Uwais dari daerah Qaran.

Perintah khalifah segera dilaksanakan. Berkumpullah orang yaman khususnya dari daerah Qaran di Makkah dan Medinah pada musim haji. Maka di panggillah satu persatu orang-orang tersebut dan diperiksa nama dan tanda-tanda yang telah diberitahukan oleh Rasulullah. Akhirnya Umar memanggil orang tersebut dan merasa yakin bahwa dialah orang yang dijanjikan Rasulullah karena salah satu tanda yang dijanjikan Rasulullah bahwa dia tidak diindahan dan diperdulikan orang.

Umar kemudian menanyai orang tersebut tentang namanya tetapi orang itu tidak menjawab. Sampai tiga kali Sayyidina Umar bertanya, baru dijawabnya, “Nama saya Uwais”. Umar meminta untuk mengangkat tangannya karena Rasulullah memberi tanda bundar putih sebesar uang logam, dan ternyata tanda ini terdapat dalam ketiak Uwais.

Maka seketika itu Umar memeluknya dan menangisinya sambil berkata, “Engkaulah yang dijanjikan Rasulullah SAW. Doakanlah aku agar Allah memaafkanku dan menjadikan kecintaanNya”. Uwais pun berdoa sebagaimana permintaan Umar.

Disamping itu Uwais pun memohon kepada Allah SWT untuk cepat kembali ke sisiNya karena orang-orang sudah mengetahuinya. Allah mengabulkan doanya.

Sebagian ulama Tarikh (sejarah) mengatakan, setelah bertemu Umar, maka Uwais pun menghilang, nanti pada perang al Shiffin pada kekhalifahan Ali bin Abi Thalib ra. Orang-orang melhatnya berperang memihak Ali dan beliau mati syahid dalam perang ini. 

Subhanallah, sungguh Luar Biasa Orang yang Bernama Uwais ini, lantas apa amalan yang dilakukannya.? Amalan yang dilakukan Oleh Uwais cukup Sederhana, yaitu Sangat Taat kepada Ibunya, dan Tidak ingin dikenal atau dipedulikan Orang. Subhanallah.
Read more

1 Asal Api Neraka

Bismillah, Alhamdulillah, bisa ngeposting lagi sob. dibalik sibuk mengurus Urusan Kampus. ane mau berbagi pengetahuan kepada saudara - saudara semuslim. Suasana sekarang masih dalam susana lebaran Idul Adha. suasana yang sangat mengasyikkan bagi kita semua Umat Muslim sedunia.

Tetapi Bukan Masalah Idul Adha yang akan ane tulis dibawah, melainkan tentang Akhirat Kelak, tentang Api Neraka. Dari Mana Asal Api Neraka.? Suatu pertanya yang singkat bagi kita semua, dan mungkin udah ada yang tau dan ada juga yang bekum mengetahui dari Mana asal Api Neraka Tersebut.
Saudara - saudara semuslimku. Asal Api Neraka akan kita ketahui setelah membaca cerita Sufi Singkat di bawah ini.
Bahlul, sufi pandir yang bijaksana, suatu hari bertemu dengan khalifah Harun Al-Rasyid. “Habis dari
mana kau, Bahlul?” tanya sang penguasa.
“Dari neraka,” jawab sufi itu dengan enteng.
“Apa yang kau
lakukan di sana?” Bahlul menjelaskan,
“Saya memerlukan api, Tuan. Jadi saya fikir lebih baik saya
pergi ke neraka untuk meminta sedikit percikan api. Tapi Penjaga Neraka berkata: Kami tak punya api
di sini. Tentu saja saya tanya: Lho, kok begitu? Bukankah neraka tempat yang penuh dengan api?
Penjaga Neraka menjawab: Begini, sebenarnya di sini tak ada api sedikit pun. Setiap orang yang datang
ke sini membawa apinya masing-masing.

Dari cerita singkat di atas, sudah sangat jelas bukan.? dari mana asal Api neraka tersebut.? Yaah. Api Neraka Berasal dari diri kita sendir Saudara semuslimku. Bahan Bakar Api Neraka adalah Tubuh Manusia yang durhaka kepada ALLAH.

Sangat seram bukan.? Mulai dari saat ini, marilah kita memperbaiki diri kita, dan meningkatkan Iman Kita terhadap ALLAH SWT. Semoga Kita termasuk dalam Golongan Orang yang beruntung, Golongan penghuni Surga. Amin ya Robbal Alamin.


Read more

0 Kisah Sufi : Kisah Raja dan Budak Hitam

Bismillah, Alhamdulillah, setelah beberapa hari absen ngeposting untuk Blog Islam ini karena ada sesuatu yang tidak pantas untuk dibicarakan, akhirnya ane bisa berbagi lagi kepada saudara-saudara semuslim. Kali ini Kisah Sufi, yang bisa kita jadikan pelajaran Hidup. Kisah Raja dan Budak Hitam, inilah kisahnya sob. semoga bisa dijadikan teladan bagi kita semua.
Raja Harun Al-Rasyid, seorang dari keturunan Bani Abbasiyah, memiliki seorang budak perempuan yang berparas buruk, berkulit hitam, dan tidak enak dipandang mata.
Pada suatu hari, Raja menaburkan wang untuk semua budaknya. Para budak saling berebut dan berlomba untuk mendapatkan wang tersebut kecuali seorang budak perempuan hitam yang buruk rupa itu. Ia tetap diam dan hanya memandang wajah Baginda.
Raja merasa amat keheranan dan bertanya, Mengapa kau diam saja? Ikutlah bersama teman-temanmu memperebutkan uang.

Budak itu menjawab, Wahai Baginda khalifah, jika semua budak berlomba untuk mendapatkan uang taburan Baginda, maka yang hamba impikan berbeda dengan mereka. Yang hamba angankan bukan uang taburan itu tapi yang hamba inginkan adalah sang pemilik uang taburan itu.
Mendengar jawaban budak itu, Raja Harun tercengang dan merasa takjub. Karena rasa kagumnya, ia jadikan budak itu sebagai permaisurinya.

Berita perkawinan seorang raja dengan budaknya tersebar kepada para pejabat lainnya. Mereka semua mencemooh Raja Harun dan mencela Raja yang mempersunting seorang budak hitam. Raja mendengar semua cemoohan ini, ia lalu mengumpulkan semua pejabat itu dan menegur mereka.

Kemudian Raja memerintahkan untuk mengumpulkan semua budak di negerinya. Ketika semua budak telah berkumpul di hadapan Raja, Raja memberikan kepada masing-masing budak segelas berlian untuk dihancurkan.

Namun, semua budak menolak pemberian itu. Kecuali si budak hitam yang buruk rupa itu. Tanpa ragu, gelas itu diterima dan ia pecahkan. Menyaksikan hal ini, para pejabat itu berkata, Lihatlah budak hitam yang berperilaku sangat menjijikan ini!

Raja lalu menoleh ke arah budak hitamnya dan bertanya, Mengapa kau hancurkan gelas itu? Budak hitam menjawab, Aku lakukan hal ini karena perintahmu.

Menurut pendapat hamba, jika gelas ini aku pecahkan, berarti aku telah mengurangi perbendaharaan Khalifah.

Tapi jika hamba tidak lakukan perintah Tuan, berarti aku telah melanggar titah Khalifah. Bila gelas ini hamba hancurkan, hamba pastilah seorang yang gila. Namun bila gelas ini tidak hamba pecahkan, berarti hamba telah melanggar perintah Khalifah.

Bagiku, pilihan yang pertama lebih mulia daripada yang kedua. Mendengar jawaban yang singkat itu, semua pejabat yang hadir di tempat itu tercengang dan mengakui kecerdasan budak hitam itu. Akhirnya mereka menaruh hormat kepadanya dan memahami mengapa sang Khalifah jatuh hati kepadanya.

Dari cerita di atas, sangat jelas pelajaran yang dapat diambil oleh kita semua, jangan memandang orang dari fisiknya saja, ALLAH maha adil terhadap semua Makhluknya, dan kitapun harus begitu, jangan selalu menganggap remeh orang yang fisiknya jauh dibawah kita. 


refrensi : http://azri.free.fr/

Read more

12 Kisah Ahli Ibadah Yang Terlena

ahli ibadah, ahli ibadah yang lalai, akhir hidup ahli ibadah
Bismillah, alhamdulillah soob, bisa ngepost lagi di hari merdeka ini, tapi ane G' ngangkat tema tentang kemerdekaan, melainkan tema untuk memerdekakan Iman kita, untuk menambah Iman Kita di Bulan yang Penuh barokah ini.

Dulu, hiduplah seorang laki laki dari penduduk Basrah. Sebelumnya ia dikenal rajin beribadah. Namun kemudian hari, ia condong kepada dunia dan kekuasaan, sehingga ia membangun sebuah bangunan yang tinggi. Ia juga memasang tikar permadani di lantainya yang dilapisi batu batu mulia.

Ia mengadakan sebuah pesta besar atas terbangunnya rumah megah tersebut. Ia membuat banyak makanan dan mengundang orag – orang. Dalam pesta itu, mereka makan makan dan minum minum sambil menyaksikan bangunan tersebut dengan berdecak kagum.
Pada suatu hari, ketilka sedang berkumpul bersama para temannya sembari menikmati suatu hiburan, tiba tiba ia mendengar suara dari sudut rumahnya :

“Wahai pembangun yang lupa dirinya dan akan menjadi bangkai janganlah engkau lupa, karena kematian sudah tertulis terhadap semua makhluk, agar mereka sadar dan dapat peringatan maut adalah pemutus segala angan angan yang sudah pasti, janganlah engkau membangun rumah yang tidak akan kau huni, kembalilah pada ibadah agar dosa dosamu diampuni”

Begitu mendengar suara itu, ia terkejut dan sangat cemas. “Apakah jalian juga mendenga apa yang aku dengar.? Tanyanya kepada temannya.

“Ya,” jawab mereka.

Kemudian ia menangis menghadap kepada mereka dan berkata “engkau adalah teman akrabku dan saudaraku. Maka, apakah aku boleh memerintahkan sesuatu kepada engkau?

“Perintahkanlah kepada kami apa yang kamu sukai”jawab mereka.

Lalu, ia memyuruh mereka untuk menuangkan kembali minuman khamr tersebut dan menutup segala permainan. Kemudian dia berkata :

“Ya ALLAH, sesungguhnya ak bersaksi kepada-Mu dan dengan hamba-Mu yang hadir di sini, bahwasanya aku telah bertaubat kepada-Mu dari segala dosa – dosaku. Aku menyesali segala perbuatanku yang telah melampau batas pada masa lengahku, dan aku memohon kepada-Mu agar engkau menyempurnakan bikmat-Mu kepadaku dalam menaati-Mu sepanjang hidupku yang tersisa. Dan jika engkau mencabut nyawa-Ku, ampunilah dosaku sebagai suatu keutamaan dari-Mu.

Penyesalan dan ketakutannya semaikn besar. Ia terus menerus megucapkan Demia ALLAH, kematian... Demia ALLAH, kematian... Demia ALLAH, kematian...” hingga ia meninggal dunia.
Sebagain ulama mengatakan bahwa ia mati dalam keadan bertaubat. Semoga kisah diatas dapat menambah keimanan kita di bulan yang penuhg barokah ini Sob, amiiin

Read more

4 Makan dengan Tiga Jari

makan dengna tiga jari, cara makan rosulullahBismillah,, Alhamdulillah udah bisa nge post lagi nih sob, kali ini tentang kebiasaan nabi yang aku ambil dari buku yang di tulis Abduh Zulfidar Akaha.

Salah satu kebiasaan atau sunnah Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam dalam maknanya, adalah dengan tiga jari. Dalam hadits riwayat Ath-Thabarani disebutkan, bahwa makan dengan tiga jari adalah kebiasaan yang paling sering dilakukan oleh Nabi ketika makan. Dan jarang sekali beliau makan dengan empat atau lima jari, kecuali jika memang harus menggunakan lebih dari tiga jari.


Dalam sebuah haidts shahih disebutkan,

Dan dari Ka’ab bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata, ‘Aku melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam makan dengan tiga jari. Dan setelah selesai, beliau menjilat jari – jarinya’. (Hr. Muslim)

Dapat dimengerti, kenapa Nabi makan hanya menggunakan tiga jarinya saja. Hal ini dikarenakan makanan yang sering dimakan beliau adalah makanan kering dan tidak berkuah. Dan, ini adalah sifat kesederhanaan beliau yang tidak suka hidup mewah dan makan makanan yang enak. Selain tu, memang sebagian makanan khas di tanah Arab dan di masa Nabi kala itu, banyak yang terbuat dari tepung kering dan minyak samin. Sehingga makannannya pun memang lebih tepat jika menggunakan tiga jari, yaitu ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah.

Para ulama mengatakan, bahwa mengikuti kebiasaan Nabi makan dengan tiga jari ini, hukumnya tidak lebih dari sekedar istihbab atau disukai. Karena beliau sendiri sama sekali tidak pernah menyuruh para sahabatnya agar makan dengan tiga jari ini tidak lepas dari makanan yang dimakan seseorang. Akan terasa janggal, misalnya Anda makan soto ayam yang berkuah dengan menggunakan tiga jari! Karena tentu lebih tepat, sekiranya Anda makan soto dengan menggunakan sendok atau lima jarin semua.

Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu berkata,

“Adalah Rasulullah Alaihi wa Sallam, apabila selesai makan, beliau menjilat tiga jarinya.” (HR. Muslim)

Dalam hadits ini, jelas disebutkan bahwa beliau biasa makan dengan menggunakan tiga jarinya.
Hmm. Semoga artikel ini bermanfaat sob, semoga kita semua bisa menjalankan Sunnah Rasul, karena di balik sunnah ada kejayaan.
Read more

5 Pesan Nabi Khidir as

pesan nabi khidir asBismillah,.
Alhamdulillah bisa ketemu layar monitor lagi niih untuk posting, hehehe.
Lama tidak posting kali ini ane pengen ngepost Pesan Nabi Khidir as.

Pesan yang Pertama.

Ketika Nabi Khidir hendak berpisah dengan Nabi Musa, dia (Musa) berkata, “Berilah aku wasiat”. Jawab Khidir :

1. Wahai Musa, jadilah kamu orang yang berguna bagi orang lain.
2. Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang hanya menimbulkan kecemasan diantara mereka sehingga kamu dibenci mereka.
3. Jadilah kamu orang yang senantiasa menampakkan wajah ceria dan janganlah sampai mengerutkan dahimu kepada mereka.
4. Janganlah kamu keras kepala atau bekerja tanpa tujuan.
5. Apabila kamu mencela seseorang hanya karena kekeliruannya saja, kemudian tangisi dosa-dosamu, wahai Ibnu Imron! (Al Bidayah Wan Nihayah juz I hal. 329 dan Ihya’ Ulumuddin juz IV hal. 56).

1. “Wahai Musa”, jadilah kamu seorang yang berguna bagi orang lain.

Sebaik-baiknya manusia yang berguna bagi orang lain karena keberadaannya dibutuhkan dan andaikata dia pergi, mereka merasa kehilangan sehingga yang akan dijadikan panutan tidak ada, dan sebagai penggantinya yang setaraf pun tidak ada.

2. Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang hanya menimbulkan kecemasan diantara mereka sehingga kamu dibenci mereka.

Kerukunan dan ketentraman lingkungan didambakan disetiap warga. Dan apabila ada seseorang yang membuat resah masyarakat yang menimbulkan kecemasan mereka, kepergiannya tidak akan dinantikan kedatangannya lagi. Dengan kepergiannya, masyarakat merasa tentram, keberadaannya disetiap yang ditempati selalu dibenci dan bahkan diusir.

3. Jadilah kamu orang yang senantiasa menampakkan wajah ceria dan janganlah sampai mengerutkan dahimu kepada mereka.

Muka cemberut dan kusam menunjukkan wajah atau hati sedih dan kurang senang pada keadaan. Terimalah apa adanya dengan senang hati, jalani saja kehidupan ini dengan ketabahan dan sabar, walaupun pahit dirasa. Kejadian apapun yang kita alami, pasti Allah akan memberikan hikmah dan pelajaran dibaliknya. Dengan demikian kesedihan pun sirna dengan sendirinya, dan wajah kelihatan berseri-seri tampaklah muka ceria.

4. Janganlah kamu keras kepala, atau bekerja tanpa tujuan.

Keras kepala adalah sifat yang harus disingkirkan jauh-jauh, karena bisa mengalahkan sifat-sifat baik lainnya, kalau sifat keras kepala masih mendominasi pada diri yang akibatnya dapat merugikan diri sendiri bekerja pun tak terarah dan sia-sia.

5. Apabila kamu mencela seseorang, hanya karena kekeliruannya saja. Kemudian tangisi dosa-dosamu.

Menyalahkan orang lain atau mencela tidak diperbolehkan oleh Nabi Khidir karena beliau berlandaskan firman Allah dalam surat Al Insyiqaq ayat 19 :

“Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kejadiannya)”.

Manusia diciptakan oleh Allah tingkat demi tingkat, salah satunya tingkat pemahaman belum berubah atau berbeda sebab yang dicela tingkat pemahamannya dibawah yang mencela, logislah yang mencela atau menyalahkan tidak dibenarkan. Orang kelas 3 kok disalahkan oleh orang kelas 5. Seharusnya kelas 5 yang mengalah, dan harus tahu bahwa perbuatan itu kurang benar, segeralah mohon ampun kepada Allah dan jangan diulangi lagi.

Kutipan dari Buku Rahasia Makrifat Nabi Khidir as, Penulis M. Ali Penerbit Oase Bandung
Read more

13 Diam Pada Waktu yang Tepat

hikmah diam pada waktu yang tepat Alhamdulillah, akhirnya bisa ngepost lagi sobat, Kali ini tentang Si Miskin yang sabar, karena kesabarannyalah si Miskin tidak terekena ganjaran ganti rugi dari sang Kaya.

Dikisahkan bahwa ada seorang lelaki miskin yang mencari nafkahnya hanya dengan mengumpulkan kayu bakar lalu menjualnya di pasar. Hasil yang ia dapatkan hanya cukup untuk makan. Bahkan, kadang-kadang tak mencukupi kebutuhannya. Tetapi, ia terkenal sebagai orang yang sabar.

Pada suatu hari, seperti biasanya dia pergi ke hutan untuk mengumpulkan kayu bakar. Setelah cukup lama dia berhasil mengumpulkan sepikul besar kayu bakar. Ia lalu memikulnya di pundaknya sambil berjalan menuju pasar. Setibanya di pasar ternyata orang-orang sangat ramai dan agak berdesakan. Karena khawatir orang-orang akan terkena ujung kayu yang agak runcing, ia lalu berteriak, "Minggir... minggir! kayu bakar mau lewat!."

Orang-orang pada minggir memberinya jalan dan agar mereka tidak terkena ujung kayu. Sementara, ia terus berteriak mengingatkan orang. Tiba-tiba lewat seorang bangsawan kaya raya di hadapannya tanpa mempedulikan peringatannya. Kontan saja ia kaget sehingga tak sempat menghindarinya. Akibatnya, ujung kayu bakarnya itu tersangkut di baju bangsawan itu dan merobeknya. Bangsawan itu langsung marah-marah kepadanya, dan tak menghiraukan keadaan si penjual kayu bakar itu. Tak puas dengan itu, ia kemudian menyeret lelaki itu ke hadapan hakim. Ia ingin menuntut ganti rugi atas kerusakan bajunya.

Sesampainya di hadapan hakim, orang kaya itu lalu menceritakan kejadiannya serta maksud kedatangannya menghadap dengan si lelaki itu. Hakim itu lalu berkata, "Mungkin ia tidak sengaja." Bangsawan itu membantah. Sementara si lelaki itu diam saja seribu bahasa. Setelah mengajukan beberapa kemungkinan yang selalu dibantah oleh bangsawan itu, akhirnya hakim mengajukan pertanyaan kepada lelaki tukang kayu bakar itu. Namun, setiap kali hakim itu bertanya, ia tak menjawab sama sekali, ia tetap diam. Setelah beberapa pertanyaan yang tak dijawab berlalu, sang hakim akhirnya berkata pada bangsawan itu, "Mungkin orang ini bisu, sehingga dia tidak bisa memperingatkanmu ketika di pasar tadi."

Bangsawan itu agak geram mendengar perkataan hakim itu. Ia lalu berkata, "Tidak mungkin! Ia tidak bisu wahai hakim. Aku mendengarnya berteriak di pasar tadi. Tidak mungkin sekarang ia bisu!" dengan nada sedikit emosi. "Pokoknya saya tetap minta ganti," lanjutnya.

Dengan tenang sambil tersenyum, sang hakim berkata, "Kalau engkau mendengar teriakannya, mengapa engkau tidak minggir?" Jika ia sudah memperingatkan, berarti ia tidak bersalah. Anda yang kurang memperdulikan peringatannya."

Mendengar keputusan hakim itu, bangsawan itu hanya bisa diam dan bingung. Ia baru menyadari ucapannya ternyata menjadi bumerang baginya. Akhirnya ia pun pergi. Dan, lelaki tukang kayu bakar itu pun pergi. Ia selamat dari tuduhan dan tuntutan bangsawan itu dengan hanya diam.

Itulah Kisah yang cukup bagus untuk di jadikan pelajaran sobat, Diam Pada waktu yang tepat sperti yang di lakukan oleh si Miskin yang sabar, semoga bisa di jadikan teladan buat kita semua.

Sumber : Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Read more

10 Diperbudak Cinta

Diperbudak Cinta, cinta dunia
Al kisah ada salah seorang abid (ahli ibadah) yang taat. Ia Shalat hingga kedua kakinya bengkak. Ia menangis sampai matanya sakit. Suatu hari keluarga dan tetangganya mendatanginya dan memintanya untuk menikah. Maka mereka membeli seorang budak wanita, kebetulan wanita itu seorang penyanyi yang cantik rupawan.

Pada suatu hari ketika ahli ibadah itu sedang asik di mihrabnya melakukan shalat, tiba tiba budak wanita itu menyanyi dengan suara lantang.
Suaranya begitu indah menusuk kalbu, membangkitkan urat urat syahwat kaum lelaki, tak terkecuali hati sang abid. Jiwanya seolah melayang jauh ke angkasa nan luas, membayangkan keindahan bersama sang budak wanita cantik itu. Lalu ia tersadar dengan bayangan negatifnya dan beristighfar. Ia berusaha bertahan dalam konsentrasi dan kekhusyukannya, namun ia tak kuasa. seta telah mengalahkannya. Wanita itu lalu menghampiri dan berkata.

"Wahai tuanku, engkau telah menghabiskan masa mudamu dan engkau tolak kelezatan dunia sepanjang hayatmu. Tida ada salahnya, jika sekarang engkau bersenang senang denganku, menikmati tubuhku, sebagai pelepas lelahmu. Tubuhku yang indah ini hanya untukmu tuanku"

Mendengar godaan sang wanita tidak kuasa menolaknya. Imannya keika itu telah kalah dengan bujukan setan melalui budak wanitanya yang cantik itu. Ia membayayangkan, alangkah indahnya jika ia bersama wanita cantik itu. Wajah cantik telah membuatnya melupakan akan dosa. Jiwanya telah dipenjara cinta membara, Cinta yang bukan selayaknya ia tempatkan, bukankah cinta suci jika ditempatkan pada ikatan suci, yaitu pernikahan.

Sang Abid akhirnya menyanggupi tawaran budak wanitanya itu. Naudzubillah min dzalik! Renggut kehormatan Si Wanita dan dirinya . Ia sibuk menikmati wanita itu dan rela menggeser kenikmatan beribadah kepada Allah yang ia pertahankan sebelumnya.

Berita sang abid yang terjerumus ke kubang maksiat ini terdengar oleh seorang sahabatnya, juga seorang abid, lalu sahabtnya itu menulis surat kepadanya.

Kepada :
Sahabatku yang sedang dipenjara cinta
yang nikmat berzikirnya telah terampas
yang telas mengabaikan kelezatannya dengan Al Qur'an
khusyuk dan bersedih (karena takut kepadaNya)

Bismillahirrohmanirrohim.
Aku mendengar bahwa kamu telah membeli seorang budak wanita, dan engkau telah tukar akhiratmu dengan wanita itu. Kalu kamu emmang menjual banyak (akhirat) dengan sedikit(dunia), maka aku mengingatkanmu akan datangnya Sang Penghancur kelezatan, Sang Perontok hawa nafsu, dan sang peyatim. Bayangkan sekiranya ia datang kepadamu lalu ia membuat sekujur tubuhmu luluh tak bertenaga, dan ketika tubuhmu diselimuti kain kaffan, lalu kamu meninggalkan kerabat, keluarga dan tetangga. Aku mewanti wantimu dari teriakan dan jeritan umat manusia disebabkan takut kepada Yang Maha Perkasa (Allah Ta'ala). Aku mewanti wantimu saudaraku dari amarahnya malaikat, ketika ia menutup catatan amalmu lalu ia hempaskan...."


Ketika selelesai membaca surat dari sahabatnya itu, maka bergetarlah tubuh sang abid karena takut kepada Allah. Menangislah ia sejadi jadinya, lalu berkata
"Ya Allah sungguh aku tlah diperbudak cinta kepada dunia meninggalkan cinta kepadaMu. Aku telah tukar yang banyak dengan yang sedikit. Ampuni aku ya Allah"

Maka beratubatlah abid itu, tak lama berselang, tiga hari kemudian ia meninggal dunia.
Sahabatnya yang memebri nasihat berkata, "Aku melihatnya dalam mimpi dan aku bertanya kepadanya, "Bagaimana Allah memperlakukanmu? Ia berkata "Aku telah bertemu dengan Rabb (Allah) Yang Maha Pemurah, Ia memberikan kepadaku surga.

Suadara saudaraku, sobat sobatku, kisah ini bukan mengajarkan kepada kita untuk melakukan dosa secara sengaja, melakukan perbuatan zina. tidak demikian, justru ini mengajarkan kepada kita agar jangan sampai terjebak ke alam maksiat. Siapa yang akan menjamin Umur kita, bagaimana ketika sedang melakukan maksita malaikat datang mencabut nyawa kita dan belum pernah bertaubat? Tentu kita akan mati dalam kondisi su'ul khatimah
Read more

10 Kisah Bisyr si Berandal

Kisah Bisyr si berandal, Kisah Manusia Berkaki telanjang, Manusia Berkaki Telanjang, Teladan, Taubat, Berkaki telanjangTampak seorang pemuda pulang dengan sempoyongan sehabis mabuk. Tiba tiba ia melihat secarik kertas bertuliskan "Bismillahirrohmanirrohim". Ia lalu membeli minyak mawar untuk memerciki kertas tersebut kemudian menyimpannya dengan hati hati di rumahnya. pemuda ini tiada lain adalah Bisyr bin Harits

Malam Harinya, seorang manusia suci bermimpi. Dalam mimpinya itu ia diperintahkan oleh Allah untuk mengatakan kepada Bisyr, "Engkau telah mengharumkan nama-Ku, Maka Aku pun telah mengharumkan dirimu. Engkau telah memuliakan nama-Ku, maka Aku pun telah memuliakan dirimu. Engkau telah mensucikan nama-Ku, maka akupun telah mensucikan dirimu. demi kebesaran-Ku, niscaya Kuharumkan namamu, baik di dunia maupun di Akhirat."

Ketika bangun tidur ia terkejut dan terheran heran. Ia berkata pada dirinya, "Ah, tidak mungkin. Si Bisyr kan orang berandal. Mungkin aku telah bermimpi salah"

Oleh karena itu iapun pergi bersuci, shalat dan kemudian tidur kembali. Namun ia kembali bermimpi yang sama. Ia ulangi perbuatan itu untuk ketiga kalinya, ternyata masih tetap mengalami mimpi yang serupa. Keesokan harinya, pergilah ia mencari Bisyr. Dari seseorang yang ditanyainya, ia mendapat jawaban "Bisyr sedang mengunjungi pestah buah anggur"

Pergilah si Manusia suci itu kerumah itu ke rumah orang yang sedang berpesta itu. Sesampainya di sana ia bertanya,
"apakah Bisyr berada di tempat ini?"
"ada, tetapi ia dalam keadaan mabuk dan lemah tak berdaya"
"tolong panggilkan. Saya ada keperluan dengannya"
Shahibul bait itu pun menemui Bisyr lalu ia berkata,
"wahai Bisyr, ada yang inginbertemu denganmu"
"siapa dan ada keperluan apa denganku?"
"si manusia suci. aku pun tidak tahu apa keperluannya. Pokoknya temui saja"
Dengan sempoyongan Bisyr menemui si Manusia suci.
"wahai tuan, apa keperluanmu denganku?"
"wahai Bisyr, ada pesan yang ingin kusampaikan kepadamu"
"pesan dari siapa?"
"dari Allah"
"dari Allah?, mana mungkin ini terjadi"
"wahai Bisyr sungguh aku bermimpi bahwa Allah memberi pesan padaku, katakan kepada Bisyr bahwa,"Engkau telah mengharumkan nama-Ku, Maka Aku pun telah mengharumkan dirimu. Engkau telah memuliakan nama-Ku, maka Aku pun telah memuliakan dirimu. Engkau telah mensucikan nama-Ku, maka akupun telah mensucikan dirimu. demi kebesaran-Ku, niscaya Kuharumkan namamu, baik di dunia maupun di Akhirat."

Mendengar kata kata yang jelas dari si Manusia suci itu tubug Bisyr berguncang dan tak terasa air matanya keluar lalu berkata, "Duhai Allah, ampuni hamba yang berlumur dosa ini. Muali saat ini hamba akan berhenti dari kemaksiatan. Hamba tidak akan minum dan makan apa apa yang engkau haramakan. Intaha, ya Rabbana!"

Sejak saat itulah tingkah laku Bisyr berubah. Ia betul betul meninggalkan semua kemaksiatan. Ia kini dikenal sebagai manusia Shaleh, sehingga siapapun yang mendengar namanya niscaya akan merasa damai. Bisyr, telah memilihjalan penyangkalan diri. Sedemikian asyiknya ia menghadap Allah bahkan mulai dari saat itu ia tak pernah lagi memakai alas kaki. Inilah sebabnya Bisyr dijuluki "Manusia Berkaki telanjang"

Ketika di tanya, "Bisyr, kenapa kau tak pernah memakai alas kaki?"
Ia Menjawab, "Ketika aku berdamai dengan Allah, aku sedang berkaki telanjang. Sejak saat itu aku malu mengenakan alas kaki"

Demikia Sob, Kisah Bisyr si Berandal, Bisyr si Manusia Berkaki telanjang, semoga dari cerita di atas dapat memberi manfaat kepada kita semua, Amiin.
Read more

15 Kisah Wanita Yang Aduannya Didengar Allah


Beliau adalah Khaulah binti Tsa`labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa`labah Ghanam bin ‘Auf. Beliau tumbuh sebagai wanita yang fasih dan pandai. Beliau dinikahi oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari Ubadah bin Shamit r.a yang beliau menyertai perang Badar dan perang Uhud dan mengikuti seluruh perperangan yang disertai Rasulullah saw. Dengan Aus inilah beliau melahirkan anak laki-laki yang bernama Rabi`.

Khaulah binti Tsa`labah mendapati suaminya Aus bin Shamit dalam masalah yang membuat Aus marah, dia berkata, "Bagiku engkau ini seperti punggung ibuku." Kemudian Aus keluar setelah mengatakan kalimat tersebut dan duduk bersama orang-orang beberapa lama lalu dia masuk dan menginginkan Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah Islam. Khaulah berkata, "Tidak…jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkankan terhadapku sehingga Allah dan Rasul-Nya lah yang memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.

Kemudian Khaulah keluar menemui Rasulullah saw, lalu dia duduk di hadapan beliau dan menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya dengan suaminya. Keperluannya adalah untuk meminta fatwa dan berdialog dengan nabi tentang urusan tersebut. Rasulullah saw bersabda, "Kami belum pernah mendapatkan perintah berkenaan urusanmu tersebut… aku tidak melihat melainkan engkau sudah haram baginya.”

Wanita mukminah ini mengulangi perkatannya dan menjelaskan kepada Rasulullah saw apa yang menimpa dirinya dan anaknya jika dia harus cerai dengan suaminya, namun rasulullah saw tetap menjawab, "Aku tidak melihat melainkan engkau telah haram baginya".

Sesudah itu wanita mukminah ini senantiasa mengangkat kedua tangannya ke langit sedangkan di hatinya tersimpan kesedihan dan kesusahan. Pada kedua matanya nampak meneteskan air mata dan semacam ada penyesalan, maka beliau menghadap kepada Yang tiada akan rugi siapapun yang berdoa kepada-Nya. Beliau berdo’a, "Ya Allah sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu tentang peristiwa yang menimpa diriku".

Alangkah bagusnya seorang wanita mukminah semacam Khaulah, beliau berdiri di hadapan Rasulullah saw dan berdialog untuk meminta fatwa, adapun istighatsah dan mengadu tidak ditujukan melainkan untuk Allah Ta`ala. Ini adalah bukti kejernihan iman dan tauhidnya yang telah dipelajari oleh para sahabat kepada Rasulullah saw.

Tiada henti-hentinya wanita ini berdo`a sehingga suatu ketika Rasulullah saw pingsan sebagaimana biasanya beliau pingsan tatkala menerima wahyu. Kemudian setelah Rasulullah saw sadar kembali, beliau bersabda, "Wahai Khaulah, sungguh Allah telah menurunkan al-Qur`an tentang ditimu dan suamimu kemudian beliau membaca firman-Nya (artinya), "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan [halnya] kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat,…sampai firman Allah: "dan bagi oranr-orang kafir ada siksaan yang pedih."(Al-Mujadalah:1-4)

Kemudian Rasulullah saw menjelaskan kepada Khaulah tentang kafarat (tebusan) Zhihar:

Nabi : Perintahkan kepadanya (suami Khansa`) untuk memerdekan seorang budak

Khaulah : Ya Rasulullah dia tidak memiliki seorang budak yang bisa dia merdekakan.

Nabi : Jika demikian perintahkan kepadanya untuk shaum dua bulan berturut-turut

Khaulah : Demi Allah dia adalah laki-laki yang tidak kuat melakukan shaum.

Nabi : Perintahkan kepadanya memberi makan dari kurma sebanyak 60 orang miskin

Khaulah : Demi Allah ya Rasulullah dia tidak memilikinya.

Nabi : Aku bantu dengan separuhnya

Khaulah : Aku bantu separuhnya yang lain wahai Rasulullah.

Nabi : Engkau benar dan baik maka pergilah dan sedekahkanlah kurma itu sebagai kafarat baginya, kemudian bergaulah dengan anak pamanmu itu secara baik.” Maka Khaulah pun melaksanakannya.


Inilah kisah seorang wanita yang mengajukan gugatan kepada pemimpin anak Adam a.s yang mengandung banyak pelajaran di dalamnya dan banyak hal yang menjadikan seorang wanita yang mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dengan bangga dan perasaan mulia dan besar perhatian Islam terhadapnya.

Ummul mukminin Aisyah ra berkata tentang hal ini, "Segala puji bagi Allah yang Maha luas pendengaran-Nya terhadap semua suara, telah datang seorang wanita yang mengajukan gugatan kepada Rasulullah saw, dia berbincang-bincang dengan Rasulullah saw sementara aku berada di samping rumah dan tidak mendengar apa yang dia katakan, maka kemudian Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat, "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya dan mengadukan (halnya) kepada Allah…" (Al-Mujadalah: 1)

Inilah wanita mukminah yang dididik oleh Islam yang menghentikan Khalifah Umar bin Khaththab r.a saat berjalan untuk memberikan wejangan dan nasehat kepadanya. Beliau berkata, "Wahai Umar aku telah mengenalmu sejak namamu dahulu masih Umair (Umar kecil) tatkala engkau berada di pasar Ukazh engkau mengembala kambing dengan tongkatmu, kemudian berlalulah hari demi hari sehingga memiliki nama Amirul Mukminin, maka bertakwalah kepada Allah perihal rakyatmu, ketahuilah barangsiapa yang takut akan siksa Allah maka yang jauh akan menjadi dekat dengannya dan barangsiapa yang takut mati maka dia kan takut kehilangan dan barangsiapa yang yakin akan adanya hisab maka dia takut terhadap Adzab Allah." Beliau katakan hal itu sementara Umar Amirul Mukminin berdiri sambil menundukkan kepalanya dan mendengar perkataannya.

Akan tetapi al-Jarud al-Abdi yang menyertai Umar bin Khaththab tidak tahan mengatakan kepada Khaulah, "Engkau telah berbicara banyak kepada Amirul Mukminin wahai wanita.!" Umar kemudian menegurnya, "Biarkan dia…tahukah kamu siapakah dia? Beliau adalah Khaulah yang Allah mendengarkan perkataannya dari langit yang ketujuh, maka Umar lebih berhak untuk mendengarkan perkataannya. "

Dalam riwayat lain Umar bin Khaththab berkata, “Demi Allah seandainya beliau tidak menyudahi nasehatnya kepadaku hingga malam hari maka aku tidak akan menyudahinya sehingga beliau selesaikan apa yang dia kehendaki, kecuali jika telah datang waktu shalat maka aku akan mengerjakan shalat kemudian kembali mendengarkannya sehingga selesai keperluannya.”
(SUMBER: buku Mengenal Shahabiah Nabi SAW., karya Mahmud Mahdi al-Istanbuly dan Musthafa Abu an-Nashar asy-Syalaby, h.242-246, penerbit AT-TIBYAN)


Read more
 
© 2010 StiLL MusLim is proudly powered by Blogger