Hukum Mengucapkan Selamat Natal

Tausiyah oleh Genne Netto
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Kepada saudara kita yang terhormat,
Mengucapkan “Selamat Natal” sudah ditentukan haram oleh sebagian besar ulama di manca negara dengan alasan yang sama. Dalam perkara ini, memang ada yang menyatakan boleh. Tetapi sebaiknya kita sangat berhati-hati terhadap orang kafir dan agama mereka. Kalau ada sebagian kecil ulama yang menyatakan boleh, maka sebaiknya kita mencaritahu terlebih dahulu tentang siapa diri mereka dan argumentasinya seperti apa.

Ini disebabkan kenyataan bahwa ada orang yang bersifat sangat liberal sekarang dan inginkan supaya Islam menjadi lemah, pluralis, terbuka dan mudah diterima di negara barat. Contoh dari Nabi (saw.) tidak selalu menjadi patokan bagi mereka.

Keyakinan sebagian orang bahwa perkara ini tergantung niat kita adalah pendapat yang agak keliru. Justru salah satu fungsi dari ulama adalah memberikan kita fatwa berkaitan dengan hal seperti ini supaya kita tidak menjadi kaum yang sesat. Kalau setelah menerima fatwa yang jelas dengan dalil dan bukti yang jelas, kita masih bersikap “tergantung niat kita/ulama tidak perlu didengarkan” maka sudah pasti bahwa Islam akan hancur (cepat atau lama) karena hal yang persis sama telah terjadi di agama2 yang lain.

Coba berfikir begini: mengucapkan “Selamat Natal” adalah sama dengan mengucapkan “Selamat Atas Kelahiran Tuhan Dalam Bentuk Manusia Yang Disalibkan Untuk Menembus Dosa Kita Semua! Selamat Ulang Tahun Tuhan!”

Tentu saja ucapan seperti ini adalah syirik, karena Tuhan tidak pernah lahir sebagai manusia dengan sekaligus tetap sebagai Tuhan Yang Maha Esa, dan tidak pula bisa dibunuh.

Apakah anda mau melakukan syirik dan mengucapkan kalimat yang panjang itu (atau versi singkatnya: Selamat Natal), hanya dengan alasan menghormati atau berbuat baik kepada orang kafir yang dila’nat Allah swt?

ALLAH MUSUH ORG KAFIR

Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat- Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. (Al Baqarah QS: 2.98)

Allah swt. mela’nat dan memusuhi orang kafir, tetapi ada orang yang ingin berbuat baik kepada mereka dengan cara ikut merayakan hari besar mereka di mana mereka merasa yakin Tuhan lahir dalam bentuk manusia. Sebaiknya, kita menjaga diri dan tidak ikut2an bersama mereka walaupun hanya sebatas ucapan.

Dari Ibnu Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk di antara mereka. (HR Abu Daud)

Mereka mengucapkan. Kita balas mengucapakan. Berarti kita menyerupai mereka. Allah sudah menentukan Islam sebagai agama yang benar, dan hanya Islam yang diterima di sisi-Nya.

HANYA AGAMA ISLAM YANG DITERIMA ALLAH

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imron QS: 3.85)

[Ayat ini mirip 3.19 : agama yg diridhoi di sisi Allah hanya Islam]

Allah sudah membuat posisi-Nya jelas. Sekarang terserah kita: apakah kita mau tetap setia pada Kemauan Allah? Atau apakah kita mau tetap setia pada kemauan manusia yang sesat?

YAHUDI/NASRANI TDK SENANG HINGGA KAMU IKUTI AGAMA MEREKA

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (Al Baqarah QS: 2.120)

Silahkan memilih sendiri. Saya tidak mau ambil risiko bahwa ucapakan Selamat Natal dicatat para malaikat sebagai syirik. Karena kalau memang begitu, maka saya akan kena dosa besar, yang tidak diampuni, dan akan masuk neraka hanya karena ingin menghibur hati tentangga/saudara yang dihitung Musuh Allah oleh Allah sendiri.

Kalau orang tua saya telfon dan mengucapkan Selamat Natal, maka saya jawab dengan “terima kasih” dan tentu saja saya sudah jelaskan bahwa saya tidak boleh mengikuti acara natal lagi. Walapun begitu, mereka masih telfon saya setiap tahun dan selalu kirim kado.

Agama Allah sudah jelas. Ajaran dan hukum Islam sudah jelas. Saya tidak mau menjual ayat Allah atau hukum Allah dengan biaya yang sedikit. Saya ingin berpegang pada ajaran Allah dan contoh Nabi Muhammad (saw.) dengan cara berhati-hati terhadap hal yang tidak 100% jelas, terutama kalau perkara itu datang dari agama lain yang dila’nat Allah.

Hadits Nabi dari Nu`man bin Basyir : "Sesungguhnya apa apa yang halal itu telah jelas dan apa apa yang haram itu pun telah jelas, akan tetapi diantara keduanya itu banyak yang syubhat (seperti halal, seperti haram) kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah agamanya dan kehormatannya, tetapi barang siapa jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram, semacam orang yang mengembalakan binatang makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkan-Nya (oleh karena itu hanya haram jangan didekati)."

Coba anda carikan hadiths di mana Nabi mengucapkan Selamat Natal. Kalau ada, saya belum pernah melihatnya. Dan dengan demikian, mengucapkan kalimat itu, yang tidak pernah diucapkan Nabi (saw.) adalah bid’ah. Kalau ini adalah perkara yang baik untuk kaum Muslimin, maka tentu saja Nabi Muhammad (saw.) sudah mulai terlebih dahulu dengan tetangganya yang beragama Kristen.

SETIAP BIDAH ADALAH SESAT

Dari Jabir ra. yg berkata : Bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda dalam khutbah Jum'at : "Amma Ba'du, Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah (Al-Qur'an), dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW dan sejahat-jahatnya perbuatan (dalam agama) ialah yang diada-adakan, dan setiap bid'ah (yang diada-adakan) itu adalah sesat." (H.R. Muslim)

ADA DUA PILIHAN BAGI KITA :

Memilih jalan Allah yang jelas dan juga contoh Nabi (saw.) yang jelas dengan tinggalkan perkara syirik, syubhat dan bid’ah.

Atau silahkan mengikuti kemauan orang kafir (dengan mengucapkan Selamat Natal).

Wallahu a’lam bish-shawab.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum wr.wb.,

comment 4 komentar:

Dhana/戴安娜 on December 28, 2009 at 10:32 PM said...

aslmkum wr.wb
salam sahabat
wah bagus artikelnya ,ya inilah yang mungkin belum di katahui banyak orang.oh iya dah saya follow ok thnxs n good luck ya

uchu said...

Iyyaaah, semoga hal ini dapat di ketahui oleh saudar - saudara kita

herman on December 30, 2009 at 12:01 PM said...

mau tanya nih kawan : bgmn kalo kita mengikuti/masuk/menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yg dibuat oleh orang selain muslim, misal spt menggunakan blog beserta templatenya, menggunakan akun facebook yg notabene adalah milik kaum non muslim?..apakah ini spt menggembalakan binatang di tempat yg dilarang?..Dan banyak sekali para pengguna internet mencari uang yg bermitra dengan pengusaha besar, semacam google, clickbank, ebay dll?..dan bagaimana menurut Anda bila kita memasang iklan pada blog yg sebenarnya iklan tsb bersifat tendensius dan menyesatkan spt "raih penghasilan 5 juta per hari", "tanpa bekerja dpt penghasilan 5 juta/hari", tanpa ikhtiar sama sekali bisa dpt penghasilan begitu besar, pdhal si pemilik usaha tsb blm pernah mendapatkan penghasilah 5 juta/hari..spertinya kita jug ikut2an utk menyebarkan trik2 kaum kapitalis dg mengikuti itu semuanya, klo begitu spertinya kita juga ikut menyumbang agar orang lain tersesat/tercebur ke dalamnya..

Saya memasang iklan kutubuku spt Anda, ttp sdh saya hapus, dimana kutubuku juga menjual buku2 nasrani, yg mana sama saja dengan kita juga ikut menyumbang menyebarkan ajaran2 nasrani..Itu semua adalah perbuatan2, bukan sekedar kata2..

menurut saya ini lebih berbahaya dr sekedar kata2 yg mengandung arti syubhat tetapi tidak diikuti perbuatan yang syubhat pula, sperti hanya mengucapkan selamat natal pd org nasrani, tetapi kita tdk memiliki niat utk mengikuti ceremony mereka.

Menurut saya, yg ditekankan dlam dalil yg Anda kutip adalah "perkataan2" yg disertai dengan "perbuatan2" yang diada2kan, ini baru berdosa..hanya kita tidak patut saja mengucapkan selamat natal pada orang nasrani, krn bukan kaum kita..karena sebaik2 perkataan adalah kitab Allah (Al-Quran)..

Maaf bila ada yg salah, mohon beri penjelasan..

Anonymous said...

Assalamu'alaikum wr wb

Mohon maaf saya tidak bisa berkata banyak. Saya hanya ingin mengemukakan pendapat saya, setuju atau tidak itu terserah pada diri masing-masing.
Mengucapkan selamat Natal atau ikut merayakannya (memperingati) itu HARAM hukumnya bagi kita umat islam alasannya karna itu merupakan penyelewengan aqidah kita sebagai umat islam. Itu pendapat yang saya pegang selama ini.
Kenapa dikatakan penyelewengan aqidah, alasannya karna dengan mengucapkan selamat natal berarti kita telah mengucapkan selamat atas lahirna Tuhan yesus.
Lalu ada sebagian umat islam yang berkata kita tidak memperingati natal melikan kita memperingati lahirnya nabi Isa 'alaihissalam, pendapat yang kedua ini juga keliru karna nabi 'Isa 'alaihissalam atau yang didsebut yesus oleh umat nasrai tidak dilahirkan tanggal 25 Desember. Lalu siapa sebenernya yang dilahiran tanggal 25 Desember itu???!

Link di bawah ini merupakan penjelasan dari seoran mantan biarawati yang faham dan tau betul sejarah natal. semoga Allah membukakan pemahaman kita yang samar-samar untuk bisa mengatakan bahwa yang hak itu hak dan yang bathil itu bathil. Ammin..
Wassalamu'alaikum wr wb

http://www.youtube.com/watch?v=JWg1nRh1S68

Post a Comment

Gunakan Hak Saudara sebagai Blogger untuk meninggalkan komentar sauadara Di Artikel Ini._^

 
© 2010 StiLL MusLim is proudly powered by Blogger