Pacaran? Boleh Tidak??


Alhamdulillah, Kali ini ane punya Ide buat Post tentang pacran niih, soalnya di kalangan Remaja Kita ini, "pacaran" udah lazim deeeh,. Kalo di tanya tentang pacaran, tanpa rasa malu pada jawab, punya dooong. hahahahha.
Ya Udah, kembali ke... To??? Piiiik. hahahahaha.
Manusia diciptakan oleh Allah ta'ala dengan membawa fitrah (insting) untuk mencintai lawan jenisnya. sebagaimana firmanNya :

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu Wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (QS. Ali-Imran : 14).

Rasulullah SAW pun, sebagai manusia tak luput dari rasa cinta terhadap wanita. Dari Annas bin Malik RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : Disenangkan kepadaku dari urusan dunia wewangian dan wanita. (HR. Ahmad 3/285, Nasa'i 7/61, Baihaqi 7/78 dan Abu Ya'la 6/199 dengan sanad hasan. Lihat Al-Misykah : 5261).

Gini neeh sob, karena cinta merupakan fitrah manusia, maka Allah ta'ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan nikmat yang dijanjikan bagi orang-orang beriman di surga dengan bidadarinya.
Dari Abdullah bin Amr bin Ash RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang shalihah.(HR. Muslim 10/56, Nasa'i 6/69, Ibnu Majah 1/571, Ahmad 2/168, Baihaqi 7/80).

Allah berfirman : Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.(QS. Ar-Rahman : 70).

Namun, Islam sebagai agama paripurna para Rasul, tidak membiarkan fitnah itu mengembara tanpa batas, Islam telah mengatur dengan tegas bagaimana menyalurkan cinta, juga bagaimana batas pergaulan antara dua insan lawan jenis sebelum nikah, agar semuanya tetap berada dalam koridor etika dan norma yang sesuai dengan syari'at.


Etika Pergaulan Lawan Jenis Dalam Islam

1. Menundukan pandangan terhadap lawan jenis
2. Menutup aurat
3. Adanya pembatas antara laki-laki dengan wanita
4. Tidak berdua-duaan dengan lawan jenis
5. Tidak mendayukan ucapan
6. Tidak menyentuh lawan jenis

Truus, menurut ane, pacaran mempunyai UU looh. Ini neeeh UU Pacaran, hehehehehe

UU tentang Pacaran :
1. Orang yang sedang pacaran tidak mungkin menundukan pandangannya terhadap kekasihnya.
2. Orang yang sedang pacaran tidak akan bisa menjaga hijab.
3. Orang yang sedang pacaran biasanya sering berdua-duaan dengan kekasihnya, baik di dalam rumah atau di luar rumah.
4. Wanita akan bersikap manja dan mendayukan suaranya saat bersama kekasihnya.
5. Pacaran identik dengan saling menyentuh antara laki-laki dengan wanita, meskipun itu hanya jabat tangan.
6. Orang yang sedang pacaran, bisa dipastikan selalu membayangkan orang yang dicintainya.

Dalam kamus pacaran, hal-hal diatas sering dilakukan sob, padahal satu hal saja cukup untuk mengharamkan pacaran, lalu bagaimana kalau semuanya?


Ane temukan Fatwa Ulama' Tentang Pacaran, yang bunyinya gini niiih.

Syaikh Jibrin ditanya : "Apa hukumnya kalau ada seorang pemuda yang belum menikah menelepon gadis yang belum menikah?" Jawab beliau : Tidak boleh berbicara dengan wanita asing (bukan mahramnya) dengan pembicaraan yang bisa menimbulkan syahwat, seperti rayuan, mendayukan suara baik lewat telepon maupun lainnya. Sebagaimana firman Allah ta'ala : "Dan janganlah kalian melembutkan suara, sehingga akan berkeinginan orang-orang yang hatinya terdapat penyakit." (QS. Al-Ahzab : 32). Adapun kalau pembicaraan itu untuk sebuah keperluan, maka hal itu tidak mengapa apabila selamat dari fitnah, akan tetapi hanya sekedar keperluan. (Fatawa Islamiyah 3/97).

Jadi sob, keharaman pacaran lebih jelas dari pada matahari di siang bolong. Namun begitu masih ada yang berusaha menolaknya walaupun dengan dalil yang sangat rapuh, serapuh rumah laba-laba, hhahaha, jadi Kita Sepakat kan Pacaran Itu G Boleh. Okokk?? Ya Okelaaah.

comment 17 komentar:

Koleksi Paypal on March 28, 2010 at 6:46 AM said...

Pertamax...
rasanya boleh tu sob.. hehehe

Dheny Gnasher on March 28, 2010 at 6:49 AM said...

Alhamdulillah semenjak masuk Rohis 31, aku blm pernah pacaran sampe sekarang :) Udah janji sama Allah.

Bagus nih kalo disebarkan...

mp3 search engine on March 28, 2010 at 6:57 AM said...

aduh ane jadi takut eung, untung belom banyak pacaran :4:

Tebar Ilmu on March 28, 2010 at 7:08 AM said...

alhamdulillah aku belum punya pacar
terus bagikan postingan yang mendiik ya mas uchu
:c:

GudangBlog on March 28, 2010 at 7:16 AM said...

Wah... pacaran boleh saja asalkan jangan terlalu berlebihan.... kan ada positifnya pacaran... meningkatkan rasa PD

Dimas on March 28, 2010 at 7:21 AM said...

thx atas pencerahannya...

agus santoso on March 28, 2010 at 7:30 AM said...

pacaran bikin semangat....tp ada juga yg menyakitkan:6:

Miftahuddin on March 28, 2010 at 3:24 PM said...

:c:

Ronaldo Rozalino on March 29, 2010 at 6:01 PM said...

Sepakat bung!

wiz on May 1, 2010 at 8:24 AM said...

hehehe mantab gan...
jangan sekali-sekali pacaran deh... biasanya yg bawa dosa itu terlihat enakkk... kalau sudah mampu mending langsung merit aja ya... kaya saya, meskipun masih kuliah saya meberanikan diri untuk menikah... alhasil sekarang, alhamdulillah bisa pacaran tiap hari tanpa rasa bersalah hahahaha...

Katanya menikah itu menyempurnakan setengah dien... hehehe

cyintia said...

sesilia
hahahahaha....pacaran itu mengasyikkan dech....so sweet

BW.Com on August 26, 2010 at 7:27 AM said...

komen dulu baru baca ah....hihihihi :12

Uchu on August 26, 2010 at 7:29 AM said...

@oond.abis baca diterapkan yaah sob

choirul on December 16, 2010 at 11:57 AM said...

menikah aja kan lebih aman...

ari said...

yg nmanya haram ya tetap,pcaran sudah jelas hukumnya haram jadi buat teman2 ga' usah deketin yg nmanya pacaran,kalau saudara sudah bisa memberi nafkah lahir dan batin Alangkah baeknya kalau dilangsungkan ke pernikahan saja.....

asy'ari said...

pacran memang ada segi positifnya yaitu meningkatkan rasa pD,TAPI apa rasa PD yg dmksud itu berani/tidak malu untuk berbuat mesum.......

Abdul Jabbar on November 21, 2011 at 1:59 AM said...

Haram tetap Haram,...
Kalo mau ngerubah,.. ya sungkem/sowan dulu ke Gusti Alloh SWT.
,.....
Setuju pacaran HARAM

Post a Comment

Gunakan Hak Saudara sebagai Blogger untuk meninggalkan komentar sauadara Di Artikel Ini._^

 
© 2010 StiLL MusLim is proudly powered by Blogger