Kisah Rindu Anak Muda Pada Kepada Syahid


Ketika pecah perang uhud, Rasullullah Shallahu alaihi wasallam, menolak beberapa orang dari kalangan pemuda untuk ikut serta dalam berperang, di karenakan usia mereka belum mencapai 15 tahun. Diantara yang ditolak oleh beliau adalah Rafi' bin Khudaij dan Samurah bin Jundub radhiyallahu anhum. akan tetapi, di karenakan kerinduannya untuk turun ke medan perang, maka dikatakan Rasullullah Shallallahu alaihi wasallam : Sesungguhnya Rafi' itu seorang ahli panah Maka beliau mengizinkannya untuk ikut

Menyaksikan Hal ini. Samurah bin Junbudd maju seraya berkata Sesungguhnya engkau memberikannya izin sedang aku engkau tolak, padahal kalau ia menantangku bergulat pasti akau akan mengalahkannya Maka beliau berakata pada kepada Rafi' Lawanlah Ia bergulat, dan ternyata benar, ia dikalahkan oleh Samurah, Maka belaiu pun memberikan ia izin kepadanya. !!

Demikian pula tatkala Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam hendak keluar bersama sahabatnya menuju badar, ikut bersama mereka seorang pemuda belia bernama Umair bin Abi Waqqash. Ia sangat takut kalau - kalau Rosuullah menolaknya lantaran umurnya masih belia. oleh karena itu, ia selalu bersembunyi dan menghindar agar tak ada seorangpun yang melihatnya. Namun ketika saudaranya, Sa'ad menyaksikan keadaannya ia beratanya Ada apa denganmu wahai saudaraku? Ia menjawab Saya tajut kalau - kalau Rosulullah menganggapku masih kecil kemudian beliau menolakku untuk ikut. sungguh saya ingin sekali ikut serta dan semoga Allah mengaruniakan kepadaku mati Syahid Ia tetap bersikeras, hingga tatkala Rasulullah hendak memulangkannya karena usianya belum mencapai dewasa, ia menangis hingga timbul rasa iba dalam Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam. Akhirnya, ia pun di izinkan untuk iku, dan mendapatkan kemuliaan mati syahid dalam perang tersebut.

Maha suci Allah! Kerinduan akan Syahid serta segala yang disiapkan oleh Allah Ta'ala berupa balasan yang melimpah isi-Nya, menjadinkannya para pemuda genarasi ini begitu bersemangat untuk meraihnya. Padahal, sekali lagi, mereka masih sangat muda. Namun ke-mudahannya itu tidak membuat mereka berpikir panjang atau berangan angan panjang untuk dapat menikmati kehidupa dunia ini lebih lama lagi. Sebab, dunia dihadapan mereka begitu kecil dan hina, dan apa yang ada di sisiNya begitu besar dan menggiurkan.

Maka silahkan bandingkan dengan keadaan kita sekarang ini, khususnnya kaum muda yang justru berupaya sedapat mungkin agar bisa hidup lebih lama lagi. bukan untuk tunduk dan Iman kepadaNya, namun untuk sesuatu yang tidak diriidhai olehNya. Wallahul musta'an

comment 16 komentar:

aryadevi on March 17, 2010 at 5:34 PM said...

assalamu'alaikum sahabat, terimakasih sudah mau mampir, mengenai hal diatas kita tidak bisa men-kondisikan anak anak muda menjadi seperti ketika jaman Rasul, karena jaman sudah berbeda. iya mungkin semangatnya yang bisa dipetik, untuk jihad banyak jalan untuk kesitu dan jalurnya sesuaikan dengan profesi.

Uchu on March 17, 2010 at 8:19 PM said...

@Aryadevi, Iya sob,tetapi seperti yang kita lihat sekarang, para remaja lebih banyak mengejar duniawai dari pada untuk akhirat,? alangkah indahnya jika kaum muda negara kita inii, mempunyai semgat tauhid yang tinggi di jalan Allah..

Parenting on March 17, 2010 at 8:56 PM said...

Inspiring banget. Semoga para blogge rketularan ^_^

Dimas on March 17, 2010 at 8:58 PM said...

tapi masalahnya apa mereka udah benar2 mengerti apa itu sebenarnya syahid, atau hanya mengikuti orang yg lebih dewasa tanpa mengetahui makna sebenarnya...

villa di puncak on March 17, 2010 at 9:15 PM said...

tp sayang banyak yg salah jalan :4: makasih dah mampir sob

villa di puncak on March 17, 2010 at 9:18 PM said...

tapi sayang banyak yang salah jalan :c:

Uchu on March 17, 2010 at 9:49 PM said...

@Dimas, baca semua dulu sob,. mereka lebih merindukan hidup yang kekal abadi dengan bahagia lewat jalan mati syahid, beda dengan genrasi sekarang kan?? lebih banyak yang menginginkan lebih lama hidup di dunia hanya untuk hal yang tak bergna di sis Allah.
@Parenting,. Amiin..

The Noock on March 17, 2010 at 11:31 PM said...

kisah yang sangat inspiratif, mas.. mungkin cocok untuk dibuat renungan ya.. hehehe

akhatam on March 17, 2010 at 11:45 PM said...

Subhanalloh.. Anak kecil sudah tau dan merindukan Syahid! Sungguh beruntung... Tx sob informasinya

Irham on March 18, 2010 at 12:03 AM said...

Assalamu'alaikum, aq komentarin paragraf terakhir aja mas

Iya, pas ulang tahun aja dinyanyiin "Selamat Panjang Umur"
Sukses mas....

mr. lordis (filmhoror) on March 18, 2010 at 7:09 AM said...

bener2 bisa jd suri tauladan vuat kita nih, bermanfaat baget, thx mas

Dapunta on March 18, 2010 at 2:55 PM said...

jadi merenung.... iya, sob, aku aja memang sering lupa. Makasih udh diingetin ...

wahjoe on March 18, 2010 at 3:00 PM said...

iya sob, ane banyak liat anak2 kecil yg ikut perang . . . masyaallah , mereka tak gentar sedikit pun sob . . . salut ane ama keberanian mereka .

Dieck Tayusani Yuza on March 18, 2010 at 5:21 PM said...

Anak kecil yang super nekad :4:

Pencari Inspirasi on March 18, 2010 at 11:47 PM said...

Itulah Sahabat Rosul... mereka ketika berjihad di jalan Allah lebih merindukan ke Syahidan daripada Pulang membawa kemenangan... karena dengan syahid mereka akan segera menemui yang Cintainya melebihi isi Dunia... Yaitu ALLAH SWT...

agus on March 19, 2010 at 7:14 AM said...

menawan bangets:4:

Post a Comment

Gunakan Hak Saudara sebagai Blogger untuk meninggalkan komentar sauadara Di Artikel Ini._^

 
© 2010 StiLL MusLim is proudly powered by Blogger