Keutamaan Shalat Shubuh dan Bacaanya

keutamaan shalat Subuh dan bacaannya, Shalat Subuh berjamaah, bacaan shalat shubuh
Alhamdulillah, dapat ide lagi untuk ngepost, kali ini idenya datang dari Temen yaitu Mas Doyok, ngobrol di SMnya eh, dapay inspirasi untuk nulis nih, Sesuai dengan Judul Ketumaan Shalat Shubuh dan Bacaannya ,
seperti yang kita ketahui, udah banyak saudara - saudara kita yang lalai dengan Shalat Shubuh, apalagi kalau berjamaah di masjid, padahal pahalanya besar sekali looh sob,.

Rasulullah lebih menyukai Shalat sunnah fajar dari pada dunia semuanya. Bahkan didalam haditsnya yang lain dinyatakan; shalat sunnah fajar dua rokat itu nilainya yang akan Allah berikan kepada orang yang melakukannya ini lebih banyak, lebih baik daripada dunia dan seisinya. Gimana?? Banyak bener kaan??

Sob, Dunia ini isinya luar biasa banyaknya. Apa yang ada dipermukaan dunia ini kekayaannya begitu luar biasa. Belum lagi yang terdapat didalam tanah. Ada emasnya, ada tembaganya, ada peraknya, ada intan berharga, yang dilaut juga, yang di udara juga banyak sekali, haah, g cukup deeh kalo mau di itung pake kalkulator, hahaha

Bahkan Allah Maha kaya. Kita di dunia ini terkagum-kagum dengan seseorang konglomerat yang kekayaannya triliyunan. Terkagum-kagum kepada orang yang punya mobil sampai seribu misalnya, Punya Uang dari ngeblog yang hasilnya Jutaan pehari, punya rumah jutaan dimana-mana, punya hotel dimana-mana, orang punya emas sampai satu ton. Tapi sekaya-kayanya manusia didunia ini bila dibandingkan dengan kekayaan Allah swt masih jaauuh banget.

Orang yang melakukan shalat sunnah Shubuh yang cuman dua rokaat doang, Allah akan berikan balasan lebih banyak, lebih baik dari pada dunia ini dan sekaligus seisinya. Maka Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan shalat sunnah fajar ini. Allah akan memberikan balasan yang banyaknya tidak bisa diukur dengan kekayaan Allah yang ada di bumi yang kita lihat ini.

Telah kita ketahui, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selalu menyempatkan diri melaksanakan shalat dua rakat sebelum shalat subuh berjamaah bersama para sahabat. Dan dalam mengerjakan shalat fajar, Nabi selalu meringankannya. Tentu saja jika shalatnya ringan atau cepat, ayat atau surat yang dibaca pun pasti pendek. Dalam hadist yang di riwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anha disebutkan,

“Aku mengamati Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selama sebulan, beliau membaca dalam dua rakaat sebelum fajar : Qul ya ayyuhal kaafirun dan Qul huwallaahu Ahad.” (HR. At-Tirmidzi, dia berkata bahwa ini adalah hadist hasan) (27)

Dalam hadist di atas dijelaskan bahwa Rasulullah membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam shalat fajarnya. Sesuai dengan urutan surat-surat Al-Qur’an dan bunyi hadist, surat Al-Kafirun beliau baca pada rakaat pertama. Sedangkan surat Al-Ikhlas dibaca pada rakaat kedua.

Dua surat ini termasuk dalam jajaran surat-surat yang pendek dan termasuk dalam golongan surat-surat Makkiyyah, yakni surat-surat yang diturunkan di Makkah sebelum beliau hijrah ke Madinnah.

Dalam hadist lain riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu disebutkan,

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membaca dalam dua rakaat fajar: Qul Yaa Ayyuhal kaafiraun dan Qul huwallaahu Ahad.” (HR. Muslim) (28)

Ayat Lain yang Dibaca Nabi dalam Shalat Sunnah Fajar

Dalam dua rakaat fajarnya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak hanya membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas. Namun beliau juga membaca ayat lain, yakni ayat ke 136 dari surat Al-Baqarah dan ayat ke 52 atau 64 dari surat Ali Imran. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma,

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membaca pada rakaat pertama dari dua rakaat fajar : Quuluu aamannaa billaahi wamaa uunzila ilayna, satu ayat yang terdapat dalam surat Al-Baqarah. Dan pada rakaat kedua, beliau membaca : Aamannaa billaahi wasyhad bi annaa muslimuun.” Dalam riwayat yang lain, “Dan beliau membaca satu ayat yang terdapat dalai surat Ali Imran pada rakaat kedua: Ta’aalaw ilaa kalimatin sawaa’in baynanaa wa baynakum.” (keduanya diriwayatkan Imam Muslim) (29)

Jadi, dalam shalat sunnah fajar, Nabi hanya membaca Al-Fatihah dan dua ayat pendek dari surat Al-Baqarah dan Ali Imran tersebut. DR. Musthafa Said Al-Khin berkata, “Yang disunnahkan dan yang sebaiknya adalah memadukan hadist-hadist dalam masalah ini. Misalnya, seseorang membaca pada rakaat pertama dalam shalat sunnah fajarnya dengan ayat dari surat Al-Baqarah dan surat Al-Kafirun. Kemudian pada rakaat keduanya, dia membaca ayat dari surat Ali Imran dan surat Al-Ikhlas. Hal yang seperti ini bukan berarti menafikan sisi peringanan dua rakaat tersebut. Karena shalat yang ringan adalah relatif, apabila dibandingkan dengan shalat yang panjang.” (30)

Demikian menurut DR. Musthafa, bahwa dua bacaan tersebut digabungkan menjadi satu dan di baca dalam satu rakaat. Namun menurut saya, yang benar adalah masing-masing dibaca sendiri-sendiri dalam satu rakaat, tanpa perlu digabung. Jika seseorang sudah membaca surat Al-Kafirun dalam rakaat pertamanya, maka hal itu sudah cukup dan tidak perlu ditambah dengan membaca Qulu amanna. Begitu pula pada rakaat kedua, jika sudah membaca Al-Ikhlas, tidak perlu lagi membaca ayat 136 dan 52 dari surat Ali Imran. Dan yang seperti ini sudah mengikuti kebiasaan (baca : sunnah) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Sebab, tidak mungkin menggabungkan dua kebiasaan dalam satu kali perbuatan. Sama halnya dengan shalat jum’at, dimana Nabi biasa membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah, namun terkadang beliau juga membaca surat Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqun. Apakah anda pernah mendengar seorang imam Jum’at yang membaca surat Al-A’la dan Al-Jumu’ah sekaligus dalam satu rakaat? Jawabnya, tentu tidak! Wallahu a’lam.

Hmm, sekian deeh sob, semoga postingan ini bermanfaat bagi kita semua, dan lebih rajin datang Shalat Shubuh Berjamaah, karena Shalat Sunnahnya aja, udah luar biasa hhadiah yang diberikan Allah.

comment 8 komentar:

mas doyok on April 24, 2010 at 6:37 AM said...

alhamdulillah rutin setriap subuh jamaah :)

Den Limboeng Art on April 24, 2010 at 6:57 AM said...

Wah sungguh berarti sob postingannya, coba lebih banyak postingan yang senada dgn potingan ini, ini sangat bermanfaat, semoga sukses dunia dan akhirat, amin ....

akhatam on April 24, 2010 at 7:13 AM said...

Wah sering telat nih solat subuh... Astaghfirulloh...

Artikel Bebas on April 24, 2010 at 7:19 AM said...

Q jarang banget sholat jamaah

:6:

ryan-ss on April 24, 2010 at 7:39 AM said...

Artikel yang mencerahkan dan menyejukkan sobat,,aku suka artikel seperti ini. Makasih sobat...

Bugis Blog on April 24, 2010 at 7:49 AM said...

Ilmu yang Anda tulis sangat bermanfaat. Tinggal kita realisasikan sj dan semoga hidayah Allah SWT selalu menyertai kita. Thanks sobat

Beben on April 24, 2010 at 11:40 AM said...

adem adem :a:

aulia on April 24, 2010 at 7:55 PM said...

dulu ustad saya juga pernah bilang gitu kalo shalat subuh bnyak pahala...

thx sob udah ngingetin..

Post a Comment

Gunakan Hak Saudara sebagai Blogger untuk meninggalkan komentar sauadara Di Artikel Ini._^

 
© 2010 StiLL MusLim is proudly powered by Blogger