Showing posts with label Islam News. Show all posts
Showing posts with label Islam News. Show all posts

0 Pengertian Lengkap Aqidah Islam

Bismillah, Alhamdulillah. Ngeposting lagi nih Sob :). Mau ngeposting yang ringan mungkin bagi kebanyakan Orang tapi Lumayan Berbobot lah. Yup Seperti postingan saya yang lalu lalu, Tentang Islam yang Harus anda Ketahui. Nah Kali ini, mau ngeposting Tentang Pengertian Lengkap Aqidah Islam.
Aqidah secara etimologi dari asal kata ’aqada – ya’qidu yang bermakna mengikat sesuatu, jika seseorang mengatakan (aku ber’itiqad begini) artinya: saya mengikat hati dan dhamir terhadap hal tersebut. Dengan demikian kata aqidah secara terminologi bermakna : sesuatu yang diyakini sesorang, diimaninya dan dibenarkan dengan hatinya baik hak ataupun batil.

Sedangkan makna aqidah ditinjau dari pengertian syariat Islam adalah beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, para malaikat-Nya, kitab-kitab dan rasul-rasul-Nya beriman kepada hari akhir dan taqdir (ketentuan) Allah yang baik maupun buruk.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kamu kepada Allah, Rasul-Nya dan kitab yang diturunkan kepda Rasul-Nya dan kitab yang diturunkan sebelum itu, dan barangsiapa yang kufur kepada Allah, dan malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir benar-benar ia telah sesat dengan kesetan yang jauh.” (QS. an-Nisa’ : 136).

Adapun mengenai takdir, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ketentuan” (QS. al-Qamar: 49).“Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS. al-Furqon: 2).

Apa yang disebutkan di atas dari pengertian aqidah secara syar’i merupakan pokok-pokok aqidah Islam yang dinamakan dengan Arkanul Iman (rukun-rukun iman) atau Al-Ushulusittah (dasar-dasar keimanan yang enam). Dari keenam pokok keimanan inilah akan bercabang semua masalah aqidah lainnya yang wajib diimani oleh setiap muslim baik berkaitan dengan hak-hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala, urusan akhirat maupun masalah-masalah ghaib lainnya.

Kedudukan dan Peran Aqidah dalam Islam
1. Aqidah merupakan misi pertama yang dibawa para rasul Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”. (QS. an-Nahl: 36).
2. Manusia diciptakan dengan tujuan beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku”. (QS. adz-Dzariyat: 56). Dan bahwasanya amal ibadah seseorang tidak diterima kecuali jika bersumber dari aqidah yang benar.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir lalu mengerjakan amal kebajikan maka bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka.”(QS. al-Baqarah: 62). “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan (pada nabi) sebelum kamu jika kamu berbuat ke syirikan niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. az-Zumar: 65).

Dan Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa mengada-ada dalam urusan agama ini sesuatu yang baru yang bukan darinya, maka hal itu tertolak.”(HR. al-Bukhari).

3. Aqidah yang benar dibebankan kepada setiap mukallaf.
Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang sebenarnya selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah.” (Muttafaq ‘alaih).
 
4. Berpegang kepada aqidah yang benar merupakan kewajiban manusia seumur hidup.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka beristiqomah (teguh dalam pendirian mereka) maka para malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata) : “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang dijanjikan Allah kepadamu.”(QS. Fushilat: 30).
Dan Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Katakanlah: Aku beriman kepada Allah kemudian beristiqomahlah (berlaku luruslah) kamu.”(HR. Muslim).

5. Aqidah merupakan akhir kewajiban seseorang sebelum meninggalkan dunia yang fana ini.
Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang akhir ucapannya “Tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah niscaya dia akan masuk surga”. (HR. al-Hakim).

6. Aqidah yang benar telah mampu menciptakan generasi terbaik dalam sejarah umat manusia, yaitu generasi sahabat dan dua generasi sesudah mereka.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, kamu menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali-Imran: 110).
Dan Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Sebaik-baiknya manusia adalah generasiku (yaitu para sahabat) kemudian yang berikutnya (yaitu generasi tabi’in) kemudian berikutnya (yaitu generasi tabi’ut-tabi’in).”(HR. al-Bukhari dan Muslim).

7. Kebutuhan manusia akan aqidah yang benar melebihi segala kebutuhan lainnya karena ia merupakan sumber kehidupan, ketenangan dan kenikmatan hati seseorang. Semakin sempurna pengenalan serta pengetahuan seorang hamba terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka semakin sempurna pula dalam mengagungkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan mengikuti syari’atNya.

Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah dan paling mengetahui-Nya diantara kamu sekalian adalah aku.” (HR. al-Bukhari).

Sumber Aqidah Islam
Aqidah adalah sesuatu yang harus berdasarkan wahyu, oleh sebab itu sumber aqidah Islam adalah al-Qur’an Al-karim dan sunnah Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam yang shahih sesuai dengan apa yang difahami oleh para sahabat Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam, karena mereka telah diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Adapun jika datang kepada kamu sekalian petunjuk dari-Ku, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaha: 123).

Dalam menafsirkan ayat tersebut di atas Abdullah bin Abbas Radhiyallohu ‘Anhuma berkata, “Allah menjamin siapa saja yang membaca al-Qur’an dan mengamalkan kandungannya bahwa dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat kelak.” (Dikeluarkan oleh ibnu Abi Syaihah, al-Hakim dan dishahihkannya).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang ucapan-ucapan Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam, “Dan tidaklah dia (Muhammad) berkata menurut kemauan hawa nafsunya. Perkataannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (QS. an-Najm: 3-4).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya, “Dialah yang mengutus kepada kaum yang ummi seorang rasul yang diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (As-Sunnah) dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. al-Jumu’ah: 2).

Adapun pengukuhan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan kebenaran para sahabat nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam di dalam aqidah, ibadah dan akhlaq/muamalah mereka serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dalam banyak ayat-ayat al-Qur’an, diantaranya, artinya, “Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya itulah kemenangan yang besar.” (QS. at-Taubah: 100).
Dan ketika Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam ditanya tentang kelompok yang selamat beliau menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang berada di atas sesuatu seperti yang aku dan para sahabatku berada di atasnya pada hari ini”. (HR. Ahmad).

Kesimpulan:
Dari uraian di atas berserta dalil-dalilnya yang bersumber dari al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wa Sallam, kita mengetahui betapa pentingnya Aqidah yang benar dalam membentuk manusia baik secara individu maupun sebagai komunitas. Wallahu Ta’ala a’alam. (Yusuf)
sumber : http://www.alsofwah.or.id/
Read more

1 Kumpulan Doa Sehari Hari

Bismillah Alhamdulillah, ngeposting lagi nih saudara saudara semuslimku. Beberapa waktu yang lalu saya ngeposting tentang Waktu Agar Do'a Mustajab. Nah sekarang Niat NgePosting Kumpulan Doa Sehari Hari nih Sob. Ok dibawah ini nih, Kumpulan Doa Sehari Harinya :)
Doa Terlepas Dari Jeratan Utang
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kebakhilan dan sifat pengecut. Dan aku berlindung kepada-Mu dari terjerat hutang dan ketertindasan.” (Riwayat Abu Dawud).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) telah mengajarkan doa ini kepada seorang sahabat bernama Abu Umamah yang sedang terjerat hutang, agar doa ini dibaca setiap pagi dan sore. Setelah melakukan apa yang diajarkan beliau, Abu Umamah terbebas dari hutang yang melilitnya. (Al Adzkar, hal. 158).
Doa Agar Anak Terhindar dari Setan
“Aku memintakan perlindungan untuk kalian dengan kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan dan hammah dari setiap ‘ain laammah.” (Riwayat Al-Bukhari).

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam (SAW) mengucapkan doa ini untuk dua cucu beliau Hasan dan Husain, agar terhindar dari godaan setan dan hal-hal yang berbahaya lainnya.
Sedangkan para ulama memaknai hammah dalam Hadits di atas sebagai makhluk berbisa yang bisa membunuh, seperti ular dan lainnya. Sedangkan ‘ain laammah adalah mata, yang bisa menyebabkan keburukan bagi objek yang dipandangnya. 
Doa Menghindarkan Bahaya Hujan 
“Ya Allah, turunkan hujan di sekitar kami bukan pada kami. Ya Allah, turunkan hujan untuk tanah-tanah tinggi, bukit-bukit, lembah-lembah serta tempat-tempat dimana tanaman tumbuh.” (Riwayat Al-Bukhari) 
Doa di atas diucapkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW), setelah seorang badui meminta doa kepada beliau. Ia khawatir setelah satu pekan penuh langit ditutupi mendung. Akhirnya, setelah Rasulullah SAW berdoa, matahari kembali tampak. (Lihat, Al-Futuhat Ar-Rabaniyah (4/293-296) 

Doa Memperoleh Kecintaan Allah
Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu kecintaan-Mu dan kecintaan siapa yang mencintai-Mu. Dan bisa melaksanakan amalan yang mengantarkan pada kecintaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah kecintaan-Mu bagiku lebih kucintai dari jiwaku, keluargaku, dan air dingin.” 
Sesuai dengan riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) menyebutkan bahwa doa di atas adalah doanya Nabi Dawud Alaihi as salam (AS). Disebutkan air dingin dalam doa tersebut karena Dawud AS pada saat itu amat menyukai air tersebut. (Al-Futuhar Ar-Rabaniyah, 7/224). 

Doa Terhindar dari Keburukan Kemiskinan, dan Kakayaan 
”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dan adzab neraka, serta dari keburukan kekayaan dan kemiskinan. (Riwayat At Tirmidzi, beliau mengatakan, “Hadits ini hasan shahih.”)


Ibnu Alan menjelaskan, yang dimaksud dengan fitnah neraka adalah fitnah yang menjerumuskan ke neraka. Sedangkan keburukan kakayaan adalah kesombongan serta kelalaian terhadap kewajiban yang berhubungan dengan harta. Adapun keburukan kemiskinan mencakup sedikitnya kesabaran atau terjatuh dalam perkara syubhat, demi memenuhi kebutuhan. (Lihat Al Futuhat Ar Rabaniyah, 2114/7). 

Doa Mohon Ampunan Dosa 
“Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui dari pada aku. Ya Allah, ampunilah kesalahan-kesalahan, kesengajaan, kebodohan dan keterlaluanku, serta segala dosa yang terdapat pada diriku.” 

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu maupun yang akan datang, yang rahasia maupun yang terang-terangan. Engkau Maha Terdahulu dan Mahaakhir, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Dalam Hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Musa al-Asy’ari diterangkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) biasa membaca doa-doa di atas, sekalipun beliau terpelihara dari dosa. Karena itu sudah selayaknya bagi setiap Muslim membiasakan diri membaca doa di atas dalam setiap kesempatan agar selamat dari perbuatan dosa. 

Doa Terhindar dari Syirik 
“ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan sesuatu terhadap-Mu yang aku mengetahuinya, dan aku memohon ampunan kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku tidak mengetahuinya.” (Riwayat Imam Ahmad dan Thabrani).

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Thabrani dari Abi Musa al-Asy’ari diterangkan bahwa, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda, ”Wahai umat manusia, takutlah kalian terhadap perbuatan syirik. Sebab syirik itu lebih kecil lagi lebih lembut daripada langkah perjalanan semut.” Lalu ada seorang sahabat yang bertanya, ”Ya Rasulullah, bagaimana cara memelihara diri dari syirik yang sangat tidak kelihatan itu? Jawab Rasulullah, ” Biasakanlah membaca doa: Allahumma inna na’udzubika min an nusyrika bika syai-an na’lamuhu…”

Semoga dengan terbiasa melafalkan doa di atas kita dapat terhindar dari perbuatan syirik, yang kecil maupun besar, yang kelihatan maupun tersembunyi, yang disengaja maupun karena khilaf.  
Oklah saudara saudara Semuslimku, Untuk Postingan Kali ini, mungkin cukup Sekian Untuk Kumpulan Doa Sehari Harinya, semoga Bermanfaat bagi kita semua, terutama saya probadi :). 
Read more

4 Inilah Bentuk Bumi Menurut AlQur'an

Bismillah, Alhhamdulillah. Di Bulan puasa ini, masih bisa ngeposting lagi saudara saudara semuslimku :), yah memang selama bulan suci ini, ane jarang banget ngeposting di Blog ini, hehee. nah sekarang dapat ide ngeposting, ya seperti judulnya, Bentuk Bumi Menurut Al Qur'an.

Pada 1616, Galileo berpendapat bahwa bumi bulat. Pendapat ini menyebabkan dia dimusuhi oleh kalangan gereja yang waktu itu meyakini bahwa bumi datar dan sebagai pusat tata surya. Teori heliosentris yang dipegang oleh Galileo ini dianggap salah dan bertentangan dengan Alkitab. Karena itulah, ia dihukum oleh gereja. 

Hal yang demikian itu tidak pernah terjadi dalam peradaban Islam. Sebab, meski tidak secara gamblang menjelaskan bumi itu bulat, namun beberapa ayat secara tersirat menggambarkan hal itu. Misalnya terdapat dalam Surat Az Zumar ayat 5 yang artinya: ”Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…”

Dalam ayat tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala menggunakan kata “takwir” yang artinya menutup. Dalam kamus bahasa Arab, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

At-Thabari menjelaskan dalam tafsirnya bahwa yang dimaksud, ‘menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam’ adalah jika malam datang, siang pergi. Sebaliknya jika siang datang malam pun pergi.

Keterangan tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain ini berisi penjelasan yang tepat mengenai bentuk bumi yaitu bulat. Sebab jika bumi datar, tidak akan terjadi pergantian siang dan malam secara teratur.

Ayat yang semakna dengan ayat tersebut terdapat dalam surat Al Imran ayat 27 yang artinya: “Engkau memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam..”

Berkaitan dengan ayat ini Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Mujahid, dan Qotadah mengatakan bahwa antara siang dan malam saling memasuki. Dimana siang waktunya 15 jam lebih panjang daripada malam. Sedang malam waktunya 9 jam lebih pendek daripada siang. Ia juga bermaksud antara siang dan malam saling mengganti dimana yang satu hilang langsung diganti lainnya. (Lihat tafsir Qurtubi)
Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Kedua ayat di atas mengisyaratkan bahwa bentuk planet bumi itu bulat. Hal ini membuktikan bahwa al-Qur’an selalu selangkah di depan penemuan-penemuan sains modern masa kini. Setiap kali ada penemuan-penemuan hebat pada setiap abad, ternyata al-Qur`an sudah menjelaskannya terlebih dahulu.
sumber : hidyatullah
Read more

8 Di Eropa Islam Laris Manis

Bismillah,Alhamdulillah. Kembali bisa memposting, saat ini ada berita yang mungkin menurut saya adalah Berita Gembira bagi umat Islam, kenapa.? Karena Di Eropa Islam Laris Manis. Semoga ini bisa menjadi Awal dari Kebangkitan Islam :).
Seperti Belanda, Negara yang dulu pernah menjajah Indonesia itu, jumlah Ummat Islamnya justru lebih banyak dibandingkan Kristen. Angka Statistik Ummat Beragam di Belanda, Islam 13 Persen sedangkan 11 Persen Kristen. 
Islam Sebenarnya Mayoritas, bahkan diatas jumalah Ummat Kristen. Angka diatas, Indikasi bahwa Islam mulai diterima dan berkembang di Belanda, Bahkan sisanya yaitu 76 %, diduga kuat mereka yang ingin masuk Islam, tapi terkendala Budaya setempat. Ini Wajar, karena Budaya memang sangat sulit untuk dilepaskan.

Lanjut. Masjid Di Belanda lebih ramai disaat Shalat Wajib, sangat berbeda dibandingkan Masjid di dekat tempat tinggal saya, yang hanya Ramai saat Sholat Jum'at, kita patut Iri. Setiap Waktu Sholat Wajib di Belanda, Masjidnya Penuh. Luar Biasa :). Sanagt Berbeda dengan Kita yah.? Mungkisn Khususnya dekat Tempat tinggal saya.

Fenomena itu, berbanding terbalik dengan animo beragama umat Kristen. Umat Kristen mengalami degradasi dalam beragama. Hal itu bisa dibuktikan dengan sepinya tempat ibadah Kristen. ‘Karena sepi, banyak gereja yang dijual dan dijadikan masjid. 

Fenomena itu tidak saja terjadi di Belanda, tapi juga di negera lainnya, seperti Jerman, Prancis dan lainnya. Kejadian itu kini menjadi perhatian serius negara-negara di Eropa. Mereka takut jika Islam mendominasi. Eropa ingin mengakampayekan Islamophobia dengan berbagai cara. Semoga ini Awal Dari Kebangkitan :). Dan Bisa dijadikan Pemicu Semangat Bagi kita Ummat Islam.

Read more
 
© 2010 StiLL MusLim is proudly powered by Blogger